Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Archive for the month “April, 2012”

desain database terintegrasi gol A mif

Desain DATABASE kelas A MIF Smt 4

desain database terintegrasi MIF GOL A

test

anggun test DB

Tugas Presentasi Design Database MIF C

Berikut adalah hasil presentasi Design Database Kelompok MIF CDesign DB MIF C

Achmad Sadzali / TKK Gol A / E3211319

Nama: Ahmad Sadzali
NIM : E3211319
Prodi : Teknik Komputer
n Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah.
Seperti dikatakan oleh Ir. Balza Achmad, M.Sc.E. (2006) bahwa program komputer konvesional pada dasarnya adalah sebuah program komputer yang berbasis algoritma yang bisa dikonversi menjadi data seperti: angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah. Agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

Viqi Alvian (e32111095)

Nama : Viqi Alvian
NIM : E3211095
Prodi : TKK /A

1. Sejarah Kecerdasan Buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi Dartmouth tahun 1956. Hipotesis mereka adalah: “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”, dan ini yang menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan.

2. Definisi kecerdasan buatan :

a. Menurut H. A. Simon (1987)Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasanpenelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrogramankomputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandanga manusia adalah- cerdas”
b. Menurut Rich and Knight (1991)“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimanamembuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapatdilakukan lebih baik oleh manusia.”

Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a) Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b) Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c) Membuat mesin menjadi lebih berguna.

taufik azhar effendi / gol A (e3211382)

Nama: taufik azhar effendi
Nim: e3211382
Prodi: tkk/A

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelomp…ok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Rich (1991) menyatakan bahwa pengertian Kecerdasan Buatan adalah “Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.” Kecerdasan buatan merupakan suatu hal penting untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan suatu hal.

Oleh karena itu, Dengan adanya sebuah software sistem pakar, diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat dan menyelesaikan suatu konflik tentunya dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang cepat.

Tugas Bahasa Indonesia Golongan A (Membuat Kutipan)

TKK SMT II
Golongan A

Nama : Ayulandanis Amanda Putri
NIM : E3211009
Prodi : Teknik Komputer
Gol : A
Tugas : Membuat contoh kutipan dari Modul Diktat Kecerdasan Buatan.
Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai kemajuan teknologi beserta kecanggihannya dapat membantu mempermudah kegiatan manusia. Dalam berbagai bidang tidak luput dari peran sebuah teknologi dan kualitas sumber daya manusia yang baik pula tentunya. Bidang – bidang tersebut memanfaatkan dan menerapkan sistem kecerdasan buatan. Menurut Rich (1991) “Kecerdasan buatan adalah sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”. Pada bidang transportasi contohnya, implementasi dari sistem kecerdasan buatan yakni, menggunakan GPS sebagai alat bantu navigasi.
Selain adanya kemajuan teknologi, kualitas sumber daya manusia atau pakar dalam suatu bidang juga sangatlah penting. Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “Seorang pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman spesifik dalam suatu bidang”. Jadi ilmu seorang pakar bukan hanya ilmu yang telah diperoleh berdasarkan pada sebuah teori saja, namun sesuai dengan fakta dan pengalamannya.
Apabila kemajuan teknologi dan kualitas SDM berjalan seimbang, sesuai bidang yang dikuasai masing – masing, maka manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Nama : Tonny Tris Haripurwanto
NIM : E3211015
Prodi : TKK / A

Tugas : Membuat kutipan 2 paragraf berdasarkan Diktat Kecerdasan Buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Rich (1991) menyatakan bahwa pengertian Kecerdasan Buatan adalah “Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.” Kecerdasan buatan merupakan suatu hal penting untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan suatu hal.

Nama : Nurul Huda
NIM : E3211116
Prodi : TKK / A

Seiring dengan berkembangnya teknologi, khususnya dibidang teknologi Informasi. Ini dapat dimaklumi mengingat banyaknya user yang kurang memiliki kemampuan dalam hal komputer. Dan tidak jarang sebuah institusi harus mengeluarkan banyak biaya hanya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu, dirasakan perlu untuk membuat suatu software yang dapat membantu memecahkan permasalahan kerusakan komputer.

Software yang dibuat harus menyajikan solusi cepat, tepat, masuk akal, dan efisien karena diyakini dengan software tersebut bisa menghemat biaya. Software yang dimaksud adalah software sistem pakar sebagai mengganti seseorang / perusahaan yang ahli dibidangnya. Menurut Achmad(2006), Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Sehingga dengan adanya suatu sistem pakar diharapkan mampu menekan biaya dan waktu untuk mengatasi masalah – masalah yang ada.

Oleh karena itu, Dengan adanya sebuah software sistem pakar, diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat dan menyelesaikan suatu konflik tentunya dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang cepat.

Nama : Galih Permana
NIM : E3211119
Prodi : TKK / 2 / A

Di masa kini, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan jamak dijumpai. Namun masih banyak menyisakan pertanyaan skeptis tentang ‘mesin berfikir’. Turing, et. al, (1996) menyatakan bahwa “suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”.

Kemampuan untuk problem solvingadalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. Terlihat di sini bahwa mesin cerdas akan diragukan untuk dapat melayani keperluan khusus jika tidak mampu menangani permasalahan remeh/kecil yang biasa dikerjakan orang secara rutin. Padahal menurut Winston dan Prendergast, (1984) Tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.

Nama : Aldo Septian Nugroho
Nim : E3211124
Prodi : Teknik Komputer
Golongan : A
Dengan berkembangnya teknologi masa kini, khususnya dibidang teknologi Informasi. Banyak alat-alat yang menggunakan kecerdasan buatan sehingga mereka dapat berpikir. Dengan begitu kita tidak perlu susah-susah untuk melakukan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh alat yang memiliki kecerdasan buatan.
Newell dan Simon (1954) Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital merupakan landasan dasar Kecerdasan Buatan. Dalam kecerdasan buatan dapat dilakukan dengan cara sistem pakar, pemprosesan bahasa alami, pemahaman ucapan/suara, sistem sensor dan robotika, komputer visi, Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, dan mesin belajar.
Aplikasi lainnya misalnya untuk merangkum berita, pemrograman komputer secara otomatis, atau menerjemahkan dari suatu bahasa ke bahasa yang lain, serta aplikasi dalam permainan (Ingat pertandingan catur antara Grand Master Anatoly Karpov dengan komputer Deep Thought dari IBM).

Nama : Hervinda Pradana Putra
NIM : E3211128
Prodi : TKK /A

Menurut Winston dan Prendergast (1984), “ tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih berguna.” Dengan kecerdasan buatan itu dapat diimplementasikan untuk memanfaatkan barang – barang ataupun mesin – mesin yang ada akan lebih berguna untuk apapun sesuai dengan kebutuhan sehari – hari.

Mennurut 10 peneliti pada konferensi Dartmouth tahun (1956), “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”. Jadi apa yang ada di otak manusia akan diterapkan disebuah mesin atau robot yang akan secara otomatis seperti mempunyai akan dan fikiran seperti manusia. Hal ini merupakan dasar terbentuknya Kecerdasan Buatan,.

Nama : Fahmi Rizal Muttaqin
NIM : E3211148
Prodi : TKK / 2A

Tugas Kutipan Praktikum Bahasa Indonesia

Kemajuan teknologi computer pada saat ini sudah sangatlah besar. Komputer tidak lagi hanya bisa menerima inputan dari keyboard tetapi sudah bisa melalui perintah suara atau ucapan manusia. “Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding), adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan”, (Achmad 2006).
Perkembangan teknologi computer yang lain adalah sebuah computer dapat menjadi seorang pengajar atau guru secara langsung kepada murid. Hal ini seperti yang dikatakan Achmad (2006) bahwa Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, adalah komputer yang mengajari manusia. Belajar melalui komputer sudah lama digunakan, namun dengan menambahkan aspek kecerdasan di dalamnya, dapat tercipta komputer “guru” yang dapat mengatur teknik pengajarannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan “murid” secara individiual. Sistem ini juga mendukung pembelajaran bagi orang yang mempunyai kekurangan fisik atau kelemahan belajar.

Nama : Hendik Saputro
NIM : E3211150
PS : TKK / 2 /A
Makul : Praktikum Bahasa Indonesia

Kutipan
Kecerdasan buatan dapat diartikan secara sederhana sebagai proses pemikiran yang bisa dilakukan oleh manusia diterapkan pada sebuah mesin sehingga mesin tersebuat dapat melakukan suatu hal yang sama dengan manusia. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Balza Achmad (dalam Rich, 1991) menyatakan bahwa “Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebutcerdas”. Dalam perkembangannya, banyak mesin yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia, mesin-mesin itu dapat diciptakan karena pemikiran manusia yang ingin menciptakan suatu mesin yang bisa membantu kegiatannya. Mesin-mesin yang bisa melakukan kegiatan manusia pada masa ini sering disebut dengan istitah robot.
Tak hanya robot yang bisa melakukan kegiatan manusia, robot merupakan bentuk fisik suatu mesin yang bisa melakukan kegiatan manusia. Namun disamping itu, setiap benda fisik yang bisa bergerak dan bisa melakukan kegiatan, pasti ada suatu sistem yang mengontrol pergerakan dan pemikiran robot tersebut. Adalah komputer yang mengatur apa yang harus dilakukan jika robot tersebuat menemukan suatu yang menjadi parameter gerakannya.
Menurut Balza Achmad (2006) menyatakan, “problem solvingadalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks”. Problem solving inilah yang digunakan sebagai parameter yang menetukan tingkat kecerdasan suatu robot. Problem solving akan menentukan apa yang harus dilakukan jika menemukan suatu kondisi yang memerlukan suatu tindakan. Problem solving ini sesuai dengan apa programer benamkan dalam algoritma program robot tersebut.


Nama : Nur Laily Hidayah
NIM : E3211243
Prodi : TKK /A

Membuat kutipan dari artikel Kecerdasan Buatan ( 2. Definisi Kecerdasan Buatan )
Setiawan (1993) menyatakan bahwa “Definisi kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas” . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar.

Adapun tujuan dari kecerdasan buatan seperti yang dikemukakan oleh Winston dan Prendergast (1984) bahwa membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.


Nama : Ivan Rizqi Romadhoni
NIM : E3211280
Prodi : TKK
Golongan : A

Kecerdasan buatan adalah Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993) . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).
Menurut Winston dan Prendergast (1984), “tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”.


Nama : Martha Wahyu P.
Nim : E3211282
Prodi : Teknik Komputer

Perkembangan teknologi zaman sekarang ini semakin maju. Berbagai alat berteknologi tingggi mulai bermunculan didunia. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah robot yang mampu melakukan aktifitas seperti manusia. Robot ini mampu melakukan tarian, berbicara, dan berjalan layaknya seorang manusia.
Robot dengan kemampuan seperti ini di sebut robot humanois yang memiliki sistem kecerdasan buatan. Menurut Turing, et. al, (1996) “Kecerdasan buatan adalah Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”. Dengan adanya sistem ini sebuah robot mampu melakukan hal yang bisa dilakukan manusia.
Pemasangan kecerdasan buatan pada robot-robot modern bertujuan untuk membuat sebuah robot yang mampu memabantu aktifitas manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984)” tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar”.
Dengan kemajuan yang semakin pesat seperti ini bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan manusia mampu membuat sebuah robot yang memiliki kemiripan 99% dengan manusia seperti yang berada pada animasi film terminator.


Nama : Fredy Christ H
Nim : E3211289
Prodi : Teknik Komputer

KECERDASAN BUATAN

Kecerdasan Buatan atau bahasa inggrisnya Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang ilmu komputer yang khusus ditujukan untuk membuat perangkat lunak dan perangkat keras yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

Kecerdasan Buatan didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Tetapi menurut Ir. Balza Achmad, M.Sc.E (2006), tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:
a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991).
b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993).
c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et. al, 1996).
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)

Nama : Keza Saifin Nuha
Nim : E3211295
Prodi : Teknik Komputer

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon 1987).

Pengembangan AI dilakukan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer serta Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja. (Winston dan Prendergast 1984) mengungkapkan ada tiga tujuan dari kecerdasan buatan antara lain :

1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)


Nama: Annisaa Sri Hindayati
NIM : E3211323
Prodi : TKK / A

Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “ Tujuan sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari suatu pakar ke komputer, kemudian ke orang lain ( yang bukan pakar)”. Biasanya sistem pakar ini berupa sebuah perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.
Hal ini seperti yang dikatakan Balza Achmad (2006) bahwa sistem pakar sangatlah bermanfaat. Sistem pakar dapat meningkatkan output dan produktivitas, karena sistem pakar bekerja lebih cepat dari manusia.


Nama : Muhamad Arif Triwibowo
NIM : E3211326
Prodi : TKK
Golongan : A

Kecerdasan buatan adalah Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991). Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”


Nama : Reza Dwi Hermawan
Nim : E3211356
Prodi : Teknik Komputer
Golongan : (A)

Tugas membuat kutipan dari artikel kecerdasan buatan

Turing (1996) Menyatakan bahwa “devinisi kecerdasan buatan adalah Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas” jadi sebuah mesin dikatakan cerdas apabila manusia yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama.

Menurut Winston dan Prendergast (1984) tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “pertama , Membuat mesin menjadi lebih pintar , kedua , Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu , dan yang ketiga Membuat mesin menjadi lebih berguna”. Dan arti dari kecerdasan itu sendiri adalah kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding).


Nama : Ferdian Wahyu A.
Prodi : TKK (Gol A)
NIM : E3211357
Kutipan Kecerdasan Buatan
Pendefinisian kecerdasan buatan (Artifisial Intelligens, AI) ialah sebuah pembelajaran atau studi tentang bagai mana dapat membuat sebuah komputer yang biasa kita pakai, dapat melakukan segala hal apa saja yang dapat dilakukan atau dikerjakan manusia biasanya, seperti bermain catur melawan AI ini didefinisikan oleh (Rich, 1999).
Seperti yang dinyatakan (Alan Turing) sebuah mesin dikatakan pintar apa bila seorang manusia yang sedang berbicara kepada orang lain dimana kedua orang tersebut tidak saling melihat tetapi menggunakan mesin, danjuga tidak mampu menentukan apa itu manusi ataupun mesin walau dilontarkan sebuah pernyataan yang sama berulang-ulang.


NAMA : MIYANTO
NIM : E3211377
PRODI : TEKNIK KOMPUTER ( A )

Semua orang pasti mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, kemampuan untuk mengerti dan memahami suatu masalah yang ada antara individu tidak sama. Hal ini seperti yang dikatakan Balza Achmad (2006) bahwa arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding).

Turing, et. Al ( 1996) ”menyatakan bahwa Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”. Seperti mesin yang di buat oleh manusia untuk membantu pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Contoh mesin yang dapat memperingan pekerjaan manusia antara lain mesin pemotong rumput, mesin penyedot debu.


Nama : Dimas Galuh Chrisna Putra
NIM : E3211403
Prodi : Teknik Komputer
Perkembangan teknologi zaman sekarang ini semakin maju. Berbagai alat berteknologi tingggi mulai bermunculan didunia. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah robot yang mampu melakukan aktifitas seperti manusia. Robot ini mampu melakukan tarian, berbicara, dan berjalan layaknya seorang manusia.
Robot dengan kemampuan seperti ini di sebut robot humanois yang memiliki sistem kecerdasan buatan. Setiawan (1993) menyatakan bahwa “Definisi kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas” . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar.
Pemasangan kecerdasan buatan pada robot-robot modern bertujuan untuk membuat sebuah robot yang mampu memabantu aktifitas manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984)” tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar”.

Nama : SATRIO SINGGIH W
NIM : E3211370
Prodi : Teknik Komputer
1. Sejarah Kecerdasan Buatan
Pada awal abad 20, penemu dari Spanyol,Torres y Quevedo membuat sebuah mesin yang dapat men ‘skak-mat’ raja lawan dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis dimulai setelah ditemukanya komputer digital.Artikel Kecedasan Buatan pertama ditulis oleh Alan Turin pada tahun 1950,dan kelompok riset pertama dibentuk pada tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell dan Herbert Simon. di konferensi Dartmouth tahun 1956,kecerdasan buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri,dimana 10 peneliti muda ingin mempergunakan komputer untuk dimodelkan dengan cara berfikir manusia. Hipotesis mereka yaitu “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”,dan ini menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan. (Ir.Balza Achmad, M.Sc.E, 2006)

2. Definisi kecerdsan buatan
Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.Kecerdasan buatan didefinisikan bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.Definisi kecerdasan buatan Menurut para ahli yaitu:
a) H. A. Simon [1987] :
“ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas”
b) Rich and Knight [1991]:
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”

Menurut para ahli bahwa Kecerdasan Buatan terdapat 2 ide dasar yaitu :
a) Menyangkut dalam proses nalar dan pola pikir manusia
b) berkesinambungan dengan menampilkan proses melalui mesin sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan,robotika dll)
Kecerdasan buatan pada dasarnya membuat manusia mampu mempelajari dan mengembangkan kemampuanya pada mesin.Kemampuan manusia dengan mesin(komputer) memiliki perbedaan baik keungulan dan kekurangan diantaranya:
a) manusia dalam mengolah data lambat, computer cepat
b) manusia kepresisiannya kurang, computer sanagat presisi
c) (ketepatan)manusia logika berpikir ada, computer tidak ada
d) manusia dapat berkembang, computer tidak dapat berkembang
e) manusia adaptif, computer tidak adaptif (konstan)
f) manusia bersifat fleksibel, computer tidak
g) manusia memiliki alternative, computer tidak

Menurut Winston dan Prendergast (1984), Tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a) Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama).
b) Memahami apakah kecerdasan intelligence (tujuan ilmiah).
c) Membuat mesin menjadi lebih berguna(tujuan entrepreneurial).\

A. Cabang Kecerdasan Buatan
Menurut (Ir.Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) cabang kecerdasan buatan yaitu :
a) Pencarian Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.
b) Representasi : yakni bagaimana mempresentasikan /menuliskan fakta-fakta yang ada ke dalam simbol-simbol atau bahas logika matematis.
c) Perencanaan : program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi), fakta tengtang situasi yang khusus, dan suatu pernyataan tentang tujuan. Kemudian dibuatlah strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Biasanya strategi berupa urut-urutan aksi.
d) Epistelomogi : yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.
e) Ontologi : ilmu tentang keberadaan dan realitas.
f) Heuristik : yaitu suatu cara atau teknik untuk mencoba menemukan suatu benda/ide.

Nama : M. JUNDULLOH ASSIDIQI
NIM : E3211312
Prodi : Teknik Komputer
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)
Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “ Tujuan sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari suatu pakar ke komputer, kemudian ke orang lain ( yang bukan pakar)”. Biasanya sistem pakar ini berupa sebuah perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), “tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”.

Mohamad Bastian A / E3211820

Nama : Mohamad Bastian Alifi

Nim : E3211820

 

Tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:
a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991)
b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993)
c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et. al, 1996)
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll) (Balza Achmad , 2006 : 1).

Kecerdasan di ciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Pengertian kecerdasan bagi beberapa orang berbeda. Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Perilaku cerdas dapat ditandai dengan:

a. Belajar atau mengerti dari pengalaman
b. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif
c. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)
d. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif
e. Berurusan dengan situasi yang membingungkan
f. Memahami dengan cara biasa/rasional
g. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan
h. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

Sebuah ujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah sebuah komputer/ mesin menunjukkan perilaku cerdas didesain oleh Alan Turing. Tes Turing menyatakan sebuah mesin dikatakan pintar hanya apabila seorang pewawancara (manusia) yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama (Balza Achmad , 2006 : 2).

M Jakfarrullah / E3211845

Nama : M. Jakfarrullah

Nim : E3211845

 

 

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Kecerdasan Buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi Dartmouth tahun 1956, di mana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana cara berfikir manusia. Hipotesis mereka: “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”, dan ini yang menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan. Tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:

a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia. (Rich, 1991)

b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas. (Setiawan, 1993)

c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas. (Turing, et. al, 1996)

Kemampuan untuk problem solving adalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. terdapat beberapa alasan untuk memodelkan performa manusia dalam hal ini:

a. Untuk menguji teori psikologis dari performa manusia

b. Untuk membuat komputer dapat memahami penalaran (reasoning) manusia

c. Untuk membuat manusia dapat memahami penalaran komputer

d. Untuk mengeksploitasi pengetahuan apa yang dapat diambil dari manusia

Tujuan dari Kecerdasan Buatan. (Winston dan Prendergast, 1984)

a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.

b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.

c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

kecerdasan adalah kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Perilaku cerdas dapat ditandai dengan:

a. Belajar atau mengerti dari pengalaman

b. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif

c. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)

d. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif

e. Berurusan dengan situasi yang membingungkan

f. Memahami dengan cara biasa/rasional

g. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan

h. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

Sebuah ujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah sebuah komputer/ mesin menunjukkan perilaku cerdas didesain oleh Alan Turing. Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah.

Perangkat lunak AI berbasis representasi serta manipulasi simbolik.. Kemudian beberapa proses dapat digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut untuk menghasilkan nasehat atau rekomendasi untuk penyelesaian suatu masalah. Perbedaan dasar antara AI dengan program komputer konvensional diberikan dalam Tabel I-1.

Tabel I-1. Perbandingan antara AI dan Program Konvensional Aspek

AI

Program konvensional

Pemrosesan Sebagian besar simbolik Algoritmik
Input Tidak harus lengkap Harus lengkap
Pendekatan pencarian Sebagian besar heuristik Algoritma
Penjelasan/eksplanasi Tersedia Biasanya tidak tersedia
Fokus Pengetahuan Data
Pemeliharaan & peningkatan Relatif mudah Biasanya sulit
Kemampuan berpikir secara logis Ada Tidak

Cabang Kecerdasan Buatan

 

Pencarian, Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.

Perencanaan, Program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi

Epistemologi, yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.

 

Sedangkan sistem cerdas yang banyak dikembangkan saat ini adalah:

Sistem Pakar (Expert Systemi), yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), yang memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Bidang ini dibagi 2 lagi:

a. Pemahaman bahasa alami,

b. Pembangkitan bahasa alami,

Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding), adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan. Proses ini mengijinkan seseorang berkomunikasi dengan komputer dengan cara berbicara kepadanya.

            Sistem Sensor dan Robotika. Sistem sensor, seperti sistem visi dan pencitraan, serta sistem pengolahan sinyal, merupakan bagian dari robotika. Sebuah robot, yaitu perangkat elektromekanik yang diprogram untuk melakukan tugas manual, tidak semuanya merupakan bagian dari AI. Robot yang hanya melakukan aksi yang telah diprogramkan dikatakan sebagai robot bodoh yang tidak lebih pintar dari lift. Robot yang cerdas biasanya mempunyai perangkat sensor, seperti kamera, yang mengumpulkan informasi mengenai operasi dan lingkungannya. Kemudian bagian AI robot tersebut menerjemahkan informasi tadi dan merespon serta beradaptasi jika terjadi perubahan lingkungan.

Komputer Visi, merupakan kombinasi dari pencitraan, pengolahan citra, pengenalan pola serta proses pengambilan keputusan. Tujuan komputer visi adalah untuk menerjemahkan suatu pemandangan.

Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, adalah komputer yang mengajari manusia. Belajar melalui komputer sudah lama digunakab, namun dengan menambahkan aspek kecerdasan di dalamnya, dapat tercipta komputer “guru” yang dapat mengatur teknik pengajarannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan “murid” secara individiual..

Mesin Belajar (Machine Learning), yang berhubungan dengan sekumpulan metode untuk mencoba mengajari/melatih komputer untuk memecahkan masalah atau mendukung usaha pemecahan masalah dengan menganalisa kasus-kasus yang telah terjadi.

Sistem Pakar

Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa Sistem Pakar malahan terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia.

Kelebihan Sistem Pakar

  1. Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
  2. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
  3. Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas.
  4. Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.
  5. Memudahkan akses ke pengetahuan.
  6. Handal.
  7. Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi.
  8. Mampu menyediakan pelatihan
  9. Fleksibel.

Keterbatasan Sistem Pakar

Metodologi Sistem Pakar yang ada tidak selalu mudah, sederhana dan efektif. Berikut adalah keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:

  1. Pengetahuan yang hendak diambil tidak selalu tersedia.
  2. Kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia.
  3. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
  4.  sulit bagi seorang pakar untuk mengabstraksi
  5. Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan untuk mencek apakah kesimpulan mereka benar dan masuk akal.
  6. Istilah dan jargon yang dipakai oleh pakar dalam mengekspresikan fakta seringkali terbatas dan tidak mudah dimengerti oleh orang lain.
  7. Pengembangan Sistem Pakar seringkali membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka dan mahal.
  8. Kurangnya rasa percaya pengguna menghalangi pemakaian Sistem Pakar.
  9. Transfer pengetahuan dapat bersifat subyektif dan bias.

(Achmad : 2006)

Secara umum, Sistem Pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masing-masing berhubungan seperti terlihat pada Gambar 2.1

Basis Pengetahuan, berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar:

  1. Fakta, misalnya: situasi, kondisi, dan kenyataan dari permasalahan yang ada, serta teori dalam bidang itu
  2. Aturan, yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang spesifik dalam bidang yang khusus

Mesin Inferensi (Inference Engine), merupakan otak dari Sistem Pakar. Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Kerja mesin inferensi meliputi:

  1. Menentukan aturan mana akan dipakai
  2. Menyajikan pertanyaan kepada pemakai, ketika diperlukan.
  3. Menambahkan jawaban ke dalam memori Sistem Pakar.
  4. Menyimpulkan fakta baru dari sebuah aturan
  5. Menambahkan fakta tadi ke dalam memori.

 

Gambar 2.1. Struktur Skematis Sistem Pakar

Sumber (Achmad : 2006)

 

Papan Tulis (Blackboard/Workplace), adalah memori/lokasi untuk bekerja dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data.

Antarmuka Pemakai (User Interface). Sistem Pakar mengatur komunikasi antara pengguna dan komputer (voice communication).

Subsistem Penjelasan (Explanation Facility). Kemampuan untuk menjejak (tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat penting untuk transfer pengetahuan dan pemecahan masalah.

Sistem Penghalusan Pengetahuan (Knowledge Refining System).

Seorang pakar mempunyai sistem penghalusan pengetahuan, artinya, mereka bisa menganalisa sendiri performa mereka, belajar dari pengalaman

Inferensi Pohon (Tree)

Inferensi tree adalah struktur flowchart yang menyerupai tree (pohon), di mana simpul internal menandakan suatu tes pada atribut, Seperti terlihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.2. Tipe Pohon Sumber (Turban : 2007)

Inferensi Perantaian Maju (Forward Chaining)

Pada sistem perantaian maju, fakta-fakta dalam dalam sistem disimpan dalam memori kerja dan secara kontinyu diperbarui. Kondisi biasanya berupa pola yang cocok dengan item yang ada di dalam memori kerja, sementara aksi biasanya berupa penambahan atau penghapusan item dalam memori kerja.

Aktivitas sistem dilakukan berdasarkan siklus mengenal-beraksi (recognise-act). Mula-mula, sistem mencari semua aturan yang kondisinya terdapat di memori kerja, kemudian memilih salah satunya dan menjalankan aksi yang bersesuaian dengan aturan tersebut.. Aksi tersebut menghasilkan memori kerja baru, dan siklus diulangi lagi sampai tidak ada aturan yang dapat dipicu (fire), atau goal (tujuan) yang dikehendaki sudah terpenuhi. (Achmad : 2006)

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.