Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Archive for the category “Sistem Basis Data Terdistribusi”

MIF A_SMT4_DHANU HARDYANTO_E3110198

TUGAS SBDT

DHANU HARDYANTO (E3110198)

MANAJEMEN INFORMATIKA/ IV

Jaringan Komputer

Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer dan perangkat yang saling terhubung antara satu dengan lainnya. Dimana pada awalnya dibuat dengan tujuan menyelamatkan data (ARPANET). “http://nurcholis.student.umm.ac.id/2010/03/24/pengantar-database-terdistribusi/

Kesimpulan : Komputer dapat dikatakan berada dalam suatu jaringan computer jika saling terhubung dengan computer lainnya, misalnya dengan media LAN atau Wifi.

Konsep Database Terdistribusi

1. Data disimpan di sejumlah tempat

2. Prosessor pada tempat yang berbeda tersebut dihubungkan dengan jaringan computer

3. System basis data terdistribusi bukan terdiri dari sekumpulan file yang berada pada berbagai tempat tetapi pada sebuah basis data di berbagai tempat.

4. Setiap tempat secara mandiri memproses permintaan user yang membutuhkan akses ke data di tempat tersebut dan juga mampu untuk memproses data di yang tersimpan di tempat lain.

5. kumpulan data yang digunakan bersama yang saling berhubung secara logik tetapi tersebar secara fisik pada suatu jaringan komputer. atau

6. Database yang disimpan pada beberapa komputer didistribusi dalam sebuah sistem terdistribusi melalui media komunikasi seperti high speed buses atau telepone line.

“Bab-V-database-terdistribusi hal 8” & “http://nurcholis.student.umm.ac.id/2010/03/24/pengantar-database-terdistribusi/

Kesimpulan : Konsep pada database terdistribusi adalah data yang dibutuhkan berada pada berbagai tempat namun dapat di akses oleh tempat yang lain, juga setiap tempat dapat memproses data di tempat lain jika telah melakukan permintaan user untuk mengakses data yang diinginkan.

Pengertian

1. Distributed database

suatu database yang berada di bawah kendali suatu database management system (DBMS) dimana media penyimpanan tidak dihubungkan dengan suatu CPU secara umum. Dimungkinkan juga data disimpan pada berbagai computer yang ditempatkan pada suatu lokasi fisik yang sama, atau mungkin disimpan pada suatu jaringan computer yang saling berhubungan ”www.wikipedia.com”, atau dapat dikatakan pada distributed database file secara fisik terpisah tetapi secara logis terintegrasi. “Lutfi Rohman,S.Si, M.Si_www.unej.ac.id”.

2. Database Management System Terdistribusi

Merupakan satu set program yang berguna untuk mendefinisikan , mengatur , dan memproses database serta aplikasi-aplikasinya. “http://nurcholis.student.umm.ac.id/2010/03/24/pengantar-database-terdistribusi/

Kesimpulan : Untuk mengatur database yang terdistribusi diperlukan adanya database management system terdistribusi, agar dapat mengatur dan memproses data yang diinginkan beserta aplikasi-aplikasinya

Contoh Penerapan Database Terdistribusi, di Lingkungan Sekitar

- Misalnya sebuah bank yang memiliki banyak cabang, bahkan di sebuah kantor kota bisa terdiri dari beberapa cabang/kantor, masing-masing lokasi memiliki jaringan local sendiri, dan semua jaringan local itu dihubungkan satu sama lain membentuk sebuah jaringan nasional.

“Bab-V-database-terdistribusi hal 3”

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan DBMS

- Keuntungan menggunakan DBMS =

1. Pengelolaan secara transparan data yang terdistribusi

2. Mengacu pada struktur organisasi

3. Meningkatkan untuk berbagi dan otonomi local

4. Meningkatkan ketersediaan data

5. Meningkatkan kehandalan

6. Meningkatkan performasi kerja

7. Memudahkan pengembangan system

8.  Pengawasan distribusi dan pengambilan data

9. Jika beberpa site yang berbeda dihubungkan, seorang pemakai yang berada pada satu site dapat mengakses data pada site lain.

10. Contoh : sistem distribusi pada sebuah bank memungkinkan seorang pemakai pada salah satu cabang dapat mengakses data cabang lain.

11. Reliability dan availability

12. Sistem distribusi dapat terus menerus berfungsi dalam menghadapi kegagalan dari site sendiri atau mata rantai komunikasi antar site.

13. Kecepatan pemrosesan query

14. Contoh : jika site-site gagal dalam sebuah sistem terdistribusi, site lainnya dapat melanjutkan operasi jika data telah direplikasi pada beberapa site.

15. Otonomi lokal

16. Pendistribusian sistem mengijinkan sekelompok individu dalam sebuah perusahaan untuk melatih pengawasan lokal melalui data mereka sendiri. Dengan kemampuan ini dapat mengurangi ketergantungan pada pusat pemrosesan.

17. Efisiensi dan fleksibel

18. Data dalam sistem distribusi dapat disimpan dekat dengan titik diman data tersebut dipergunakan. Data dapat secara dinamik bergerak atau disain, atau salinannya dapat dihapus.

- Kerugian menggunakan DBMS

1. Kompleksitas manajemen

2. Control integritas lebih sulit

3. Biaya pengembangan

4. Keamanan

5. Sulitnya standarisasi

6. Menambah kebutuhan penyimpanan

7. Lebih sulit dalam mengatur lingkungan data

8. Harga software mahal

9. Hal ini disebabkan sangat sulit untuk membuat sistem database distribusi.

10. Kemungkinan kesalahan lebih besar

11. Site-site beroperasi secara paralel sehingga lebih sulit untuk menjamin kebenaran dan algoritma. Adanya kesalahan mungkin tak dapat diketahui.

12. Biaya pemrosesan tinggi

13. Perubahan pesan dan penambahan perhitungan dibutuhkan untuk mencapai koordinasi antar site.

http://nurcholis.student.umm.ac.id/2010/03/24/pengantar-database-terdistribusi/” & “Bab-V-database-terdistribusi hal 9-10”

Kesimpulan : secara keseluruhan kita nilai dari setiap program atau system yang ada pasti mempunyai kekurangan dan kelebihannya, tinggal bagaimana user tersebut mengaplikasikan atau menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dan untuk menutupi kekurangan dari system tersebut.

MIF A_SMT4_DEWI AHADYAH_E3110192

1.Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan jaringankomputer

JARINGAN komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnyayang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabelatau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-samamenggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer,
printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan
komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

2.Bagaimana konsep database terdistribusi

Kumpulan data yang digunakan bersama yang secara logic saling terhubung yang tersebar pada sejumlah computer yang berbeda.
Komputer-komputer saling dihubungkan menggunakan jaringan komunikasi.
Data pada masing-masing site dibawah kendali satu DBMS.
DBMS dimasing-masing site dapat menangani aplikasi-aplikasi local secara otonom.
Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global.

Sedangkan konsep database terdistribusi itu sendiri :

1. Sistem Komputasi Terdistribusi adl sejumlah elemen proses yg terkoneksi melalui jaringan komputer dan saling bekerjasama dalam melakukan suatu tugas

  1. Basis Data Teridistribusi adl kumpulan basis-basis data yg saling berhubungan secara logika dan tersebar pada sebuah jaringan komputer
  2. Sistem Manajemen Basis Data adl sebuah sistem software yg mengelola basis data terdistribusi

3.Apa pengertian dari :

a. Distributed Database

Pengertian Distributed Database
Distributed database adalah suatu database yang berada di bawah kendali suatu database management system (DBMS) di mana media penyimpanan tidak dihubungkan dengan suatu CPU secara umum. Dimungkinkan juga data disimpan pada berbagai komputer yang ditempatkan pada suatu lokasi fisik yang sama, atau mungkin disimpan pada suatu jaringan computer yang saling behubungan “www.wikipedia.com”
Atau dapat dikatakan pada distributed database file secara fisik terpisah tetapi secara logis terintegrasi. “Lutfi Rohman, S.Si, M.Si _ http://www.unej.ac.id”.

b. Database Management System Terdistribusi

Sebuah sistem perangkat lunak yang mengatur basis data terdistribusidanmembuat pendistribusian data secara transparan.

4.Berikan contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar anda

Contohnya adalah penerapan database di kampus Politeknik Negeri Jember, database digunakan untuk data mahasiswa, pendaftaran mahasiswa baru, penerima beasiswa, absensi.

5.Jelaskan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan DBMS.

KEUNTUNGAN

Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpanpada site yang lain. Data dapat dialokasikan dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai control terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA local dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi kedalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga.Jika terja dikegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data ,mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer dihitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan kesuatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tamping penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

KERUGIAN

Kompleksitas

Pada distribusi DBMS yang digunakan adalah replikasinya, DBMS yang asli tidak digunakan untuk operasional, hal ini untuk menjaga reliabilitas dari suatu data.Karena yang digunakan replikasinya maka hal ini menimbulkan berbagai macam masalah yang sangat kompleks dimana DBA harus dapat menyediakan pengaksesan dengan cepat , keandalan dan keberadaan dari basis data yang up to date . Jika aplikasi di dalamDBMS yang digunakan tidak dapat menangani hal – hal tersebut maka akan terjadi penurunan pada tingkat kinerja , keandalan dan kerberadaan dari DBMS tersebut, sehingga keuntungan dari DDBMS tidak akan terjadi.

Biaya

Meningkatnya kekompleksan pada suatu DDBMS berarti biaya untuk perawatan dari DDBMS akan lebih besar dibandingkan dengan DBMS yang tersentralisasi, seperti biaya untuk membuat jaringannya, biaya komunikasi yang berjalan , orang-orang yang ahli dalam penggunaan, pengaturan dan pengawasan dari DDBMS.

Keamanan

Pada DBMS yang tersentralisasi, pengaksesan data lebih terkontrol.Sedangkan pada DDBMS bukan hanya replikasi data yang harus di control tetapi jaringan juga harus dapat di control keamanannya.

Pengontrolan Integritas lebih sulit

Kesatuan basis data yang mengacu pada keabsahan dan kekonsistenan dari data yang disimpan. Kesatuan biasanya di ekspresikan pada batasan, dimana berisi aturan untuk basis data yang tidak boleh diubah. Membuat batasan untuk integrity, umumnya memerlukan pengaksesan ke sejumlah data yang sangat besar untuk mendefinisikan batasan tersebut, namun hal ini tidak termasuk di dalam operasional update itu sendiri. Dalam DDBMS, komunikasi dan biaya pemrosesan yang dibutuhkan untuk membuat suatu batasan integrity mungkin tidak diperbolehkan.

MIF A_SMT4_DESY CHRISMAWATI D.A_E3110185

Sistem Basis Data Terdistribusi

DESY CHRISMAWATI D.A

E3110185 / MIF – A

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

MANAJEMEN INFORMATIKA

2012

  1. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan jaringan komputer.

sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukungkomputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, ataupun perangkat-perangkat yang terhubung dalam suatu jaringan disebut dengan node. Dalam sebuah jaringan komputerdapat mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

  1. Bagaimana konsep database terdistribusi?

DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah , dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi.

Masing- masing site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan.

Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global, sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :

· Kumpulan dari data logik yang digunakan bersama-sama

· Data di bagi menjadi beberapa fragment

· Fragment mungkin mempunyai copy ( replika )

· Fragment / replika nya di alokasikan pada yang digunakan

· Setiap site berhubungan dengan jaringan komunikasi

· Data pada masing-masing site dibawah pengawasan DBMS

· DBMS pada masing-masing site dapat mengatasi aplikasi lokal, secara otonomi

· Masing-masing DBMS berpastisipasi paling tidak satu global aplikasi.

Dari definisi tersebut , sistem diharapkan membuat suatu distribusi yang transparan. Basis data terdistribusi terbagi menjadi beberapa fragment yang disimpan di beberapa komputer dan mungkin di replikasi, dan alokasi penyimpanan tidak diketahui pengguna . Adanya Transparansi di dalam basis data terdistribusi agar terlihat sistem ini seperti basis data tersentralisasi. Hal Ini mengacu pada prinsip dasar dari DBMS (Date,1987b). Transparansi memberikan fungsional yang baik untuk pengguna tetapi sayangnya mengakibatkan banyak permasalahan yang timbul dan harus diatasi oleh DDBMS.

  1. a. Distributed Database :

data disimpan pada beberapa lokasi dgn tujuan utk membuat distribusi yg transparan. Pada basis data terdistribusi distributed data independence (pemakai tak perlu mengetahui lokasi data ) dan distributed transaction atomicity(dimana tak ada perbedaan antara transaksi terdistribusi dan transaksi local). Jika semua lokasi menjalankan perangkat lunak DBMS yg sama system disebut homogen selain itu disebut heterogen.

b. Database Management System Terdistribusi :

suatu relasi difragmentasi dan direplikasi pada beberapa tempat. Dalam fragmentasi horizontal tiap partisi terdiri dari himpunan baris dari relasi asal. Dalam fragmentasi vertika tiap partisi terdiri dari himpunan kolom pada relasi asal. Pada replikasi disimpan beberapa copy dari relasi atau suatu partisi pada beberapa tempat.

  1. Berikan contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar anda

DataBase Pendidikan

  1. Keunggulan DBMS

· Secara alami mengikuti struktur organisasi

· Adanya otonomi local

· Sifatnya dapat dipakai bersama

· Peningkatan ketersediaan

· Peningkatan kehandalan

· Peningkatan kinerja

· Ekonomis

· Pertumbuhan yang modular

Kelemahan DBMS

· Kompleks

· Biaya

· Kelemahan dalam keamanan

· Sulitnya menjaga keutuhan data

· Kurangnya standart

· Kurangnya pengalaman

· Perancangan basisdata lebih kompleks

Source :

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-jaringan-komputer/

http://blog.re.or.id/sistem-basis-data-terdistribusi.htm

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=Bagaimana+konsep+database+terdistribusi+filetype:ppt&source=web&cd=4&ved=0CDMQFjAD&url=http%3A%2F%2Fdosen.stiki.ac.id%2Fevip%2FMateri%2520Kuliah%2FMATERI%2520Kuliah%2520sister%25202009%2FP5..%2520DDBase.ppt&ei=mKFaT7eLGMrYrQf7qLCPDA&usg=AFQjCNHHwE_ltLUblaBC4x58-r0w22Oljg

http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11629/BAB+1+DDBMS+Konsep+dan+Design.doc

MIF A_SMT4_Deny Yanuar Rizal_E3110180

TUGAS SBDT

clip_image002

POLITEKNIK NEGERI JEMBER

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA

2012

Disusun oleh :

Deny Yanuar Rizal

(E3110180)

       
  clip_image005   clip_image006

Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan jaringan komputer.

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).[1] Tujuan dari jaringan komputer adalah[1] Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service).[1] Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server).[1] Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.[1]

Bagaimana konsep database terdistribusi

Konsep database terdistitribusi keterhubungan dari kumpulan-kumpulan data yang digunakan bersama-sama, dan didistribusikan melalui suatu jaringan komputer. Konsepnya juga dapat diartikan suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi lagis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).

Pengertian

Distributed Database :

kumpulan data logic yang saling berhubungan secara fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari program aplikasi sekarang maupun masa yang akan datang.

File merupakan kumpulan data yang dirancang untuk suatu aplikasi atau sekumpulan aplikasi yang dekat hubungannya.

b. Database Management System Terdistribusi

DBMS (Database Management System) Terdistribusi adalah sebuah perangkat lunak yang membuat pendistribusian data dan memberikan mekanisme akses data yang akan membuat basis data ini transparan kepada user yang menggunakan.

Berikan contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar anda

Menurut saya penerapan data base terdistribusi lingkungan seperti di perusahaan perusahaan biasanya. Dalam perusahaan tersebut terdapat server dan clien sebagai pengaksesnya. Dimana server dan client tersebut saling berhubungan dalam pengolahan data maupun transaksi data. Dimana sang clien melakukan permintaan dan server memproses permintaan client.

Jelaskan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan DBMS.

Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan DBMS

Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan, yaitu :

a. Pengelolaan secara transparan data yang terdistribusi

b. Mengacu pada struktur organisasi

c. Meningkatkan untuk berbagi dan otonomi lokal

d. Meningkatkan ketersediaan data

e. Meningkatkan kehandalan

f. Meningkatkan performasi kerja

g. Memudahkan pengembangan sistem

Kerugian pengunaan DBMS antara lain :

  1. Memperoleh perangkat lunak yang mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk). DBMS mainframe masih sangat mahal. DBMS berbasis mikro biayanya mencapai beberapa ratus dolar, dapat menggambarkan suatu organisasi yang kecil secara berarti
  2. Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar. DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan primer dan sekunder yang lebih besar daripada yang diperlukan oleh program aplikasi lain. Juga, kemudahan yang dibuat oleh DBMS dalam mengambil informasi mendorong lebih banyak terminal pemakai yang disertakan dalam konfigurasi daripada jika sebaliknya.
  3. Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuan secara penuh. Pengetahuan khusus ini paling baik diberikan oleh pengelola database.
  4. Kompleksitas manajemen
  5. Kontrol integritas lebih sulit

f. Biaya pengembangan

  1. Keamanan

MIF A_SMT4_David Surya Diputra_E3110170

Nama : David Surya Diputra

Nim : E3110170

Jaringan komputer

Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).

Konsep

Untuk membahas mengenai DBMS terdistribusi , terlebih dahulu mengetahui apa yang di maksud dengan basis data terdistribusi dan DBMS terdistribusi.

· Basis data terdistribusi/Distributed Database (DDB) : adalah suatu kumpulan berbagai basis data yang secara logika saling berhubungan satu dengan lainnya, yang terdistribusi dalam suatu network komputer.

· Distributed Database Management System (DDBMS) : adalah software yang mengelola DDB dan menyediakan mekanisme akses yang membuat proses distribusi transparan bagi user.

DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah , dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi.

Masing- masing site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan. Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global, sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :

· Kumpulan dari data logik yang digunakan bersama-sama

· Data di bagi menjadi beberapa fragment

· Fragment mungkin mempunyai copy ( replika )

· Fragment / replika nya di alokasikan pada yang digunakan

· Setiap site berhubungan dengan jaringan komunikasi

· Data pada masing-masing site dibawah pengawasan DBMS

· DBMS pada masing-masing site dapat mengatasi aplikasi lokal, secara otonomi

· Masing-masing DBMS berpastisipasi paling tidak satu global aplikasi.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem basis data terdistribusi (DDBS) adalah gabungan dari DDB dan DDBMS yaitu basis data yang terstruktur dari beberapa file dan saling berelasi antar data Relational data model. DDBS melakukan distribusi pada processing logic, functions, data dan control.
Sistem DBMS berbasis pada sistem prosesor tunggal dimana sistem prosesor tunggal tidak memiliki kemampuan untuk berkembang, untuk menghitung skala efektifitas dan biaya, keandalan dan kinerja dari sistem. Paralel DBMS di jalankan oleh berbagai multi prosesor . Paralel DBMS menghubungkan beberapa mesin yang berukuran kecil untuk menghasilkan keluaran sebuah mesin yang berukuran besar dengan skalabilitas yang lebih besar dan keandalan dari basis datanya.

Untuk menopang beberapa prosesor dengan akses yang sama pada satu basis data, DBMS paralel harus menyediakan manajemen sumber daya yang dapat diakses bersama. Sumber daya apa yang dapat digunakan bersama, dan bagaimana sumber daya tersebut di implementasikan, mempunyai efek langsung pada kinerja dan skalabilitas dari sistem , hal ini tergantung dari aplikasi atau lingkungan yang digunakan.

Ada tiga arsitektur yang digunakan pada paralel DBMS yaitu :

a. Penggunaan memory bersama ( share memory )

b. Penggunaan disk bersama ( share disk )

c. Penggunaan secara sendiri-sendiri ( share nothing )

Arsitektur pada penggunaan secara sendiri – sendiri ( share nothing ) hampir sama dengan DBMS terdistribusi, namun pendistribusian data pada paralel DBMS hanya berbasis pada kinerja nya saja. Node pada DDBMS adalah merupakan pendistribusian secara geographic, administrasi yang terpisah , dan jaringan komunikasi yang lambat, sedangkan node pada paralel DBMS adalah hubungan dengan komputer yang sama atau site yang sama.

Contoh penerapan basis data terdistribusi.

Sistem Member Warnet :

Sampai saat ini bisnis warnet dan game center merupakan salah satu bentuk bisnis yang saat ini masih marak. Para pemburu informasi dan pecandu game mulai dari kalangan anak sekolah, mahasiswa, hingga kaum executive adalah pangsa pasar yang tidak bisa dipisahkan dengan internet. Oleh karenanya tak heran jika bisnis warnet dan game center ini dianggap sebagai bisnis yang menggiurkan. Untuk memperluas pasar biasanya digunakan strategi membuka cabang baru dan pemberlakuan program khusus. Sistem member yang diberlakukan memberikan fasilitas potongan harga dibandingkan dengan user yang tidak masuk dalam program member dan prepaid atau prabayar. Dengan sistem tersebut mereka berharap dapat mengikat konsumennya untuk menjadi seorang pelanggan. Yang menjadi permasalahan adalah

bagaimana pihak warnet dan game center mampu mengelola para membernya yang telah terdaftar di salah satu lokasi cabang mereka apabila pada saat tertentu hendak memakai jasa warnet dan game center di lokasi lain. Prosedur pendaftaran ulang member bukanlah hal yang efektif untuk pengelolaan member mereka, karena sistem billing yang berjalan saat ini masih berdiri sendiri. Oleh karenanya diperlukan sebuah sistem billing yang mampu mengintegerasikan data data member yang tercatat pada database billing yang tersebar di beberapa cabang warnet dan game center. Penerapan basis data terdistribusi didasarkan atas pemikiran skalabilitas dan perkembangan di masa yang akan datang. Baik perkembangan jumlah member maupun perkembangan jumlah cabang pada bisnis Warnet dan Game Center. Sistem terdistribusi merupakan suatu bentuk arsitektur system dimana komputer-komputer yang berdiri secara otonom dapat saling berkomunikasi dan berbagi resource tanpa memperdulikan dimana computer itu berada dan platform yang digunakan.

Keuntungan dan Kerugian dalam menggunakan DBMS

Data dan aplikasi terdistribusi mempunyai kelebihan di bandingkan dengan sistem sentralisasi basis data. Sayangnya , DDBMS ini juga memiliki kelemahan.

Keuntungan

· Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di lokasi yang tersebar di beberapa tempat, sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

· Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

· Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

· Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

· Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

· Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer di hitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

· Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

Kerugian

· Kompleksitas

Pada distribusi DBMS yang digunakan adalah replikasinya, DBMS yang asli tidak digunakan untuk operasional, hal ini untuk menjaga reliabilitas dari suatu data. Karena yang digunakan replikasinya maka hal ini menimbulkan berbagai macam masalah yang sangat kompleks dimana DBA harus dapat menyediakan pengaksesan dengan cepat , keandalan dan keberadaan dari basis data yang up to date . Jika aplikasi di dalam DBMS yang digunakan tidak dapat menangani hal – hal tersebut maka akan terjadi penurunan pada tingkat kinerja , keandalan dan kerberadaan dari DBMS tersebut, sehingga keuntungan dari DDBMS tidak akan terjadi.

· Biaya

Meningkatnya kekompleksan pada suatu DDBMS berarti biaya untuk perawatan dari DDBMS akan lebih besar dibandingkan dengan DBMS yang tersentralisasi, seperti biaya untuk membuat jaringannya, biaya komunikasi yang berjalan , orang-orang yang ahli dalam penggunaan, pengaturan dan pengawasan dari DDBMS.

· Keamanan

Pada DBMS yang tersentralisasi, pengaksesan data lebih terkontrol. Sedangkan pada DDBMS bukan hanya replikasi data yang harus di kontrol tetapi jaringan juga harus dapat di kontrol keamanannya.

· Pengontrolan Integritas lebih sulit

Kesatuan basis data yang mengacu pada keabsahan dan kekonsistenan dari data yang disimpan. Kesatuan biasanya di ekspresikan pada batasan, dimana berisi aturan untuk basis data yang tidak boleh diubah. Membuat batasan untuk integrity, umumnya memerlukan pengaksesan ke sejumlah data yang sangat besar untuk mendefinisikan batasan tersebut, namun hal ini tidak termasuk di dalam operasional update itu sendiri. Dalam DDBMS, komunikasi dan biaya pemrosesan yang dibutuhkan untuk membuat suatu batasan integrity mungkin tidak diperbolehkan.

MIF A_SMT4_DANNY ARIF WIJAYA S_E3110167

TUGAS SBDT

“Sistem Basis Data Terdistribusi”

NAMA : DANNY ARIF WIJAYA S

NIM : E3110167

GOL : A
SEMESTER : 4 (IV)

1.JARINGAN KOMPUTER

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

2. Konsep Database TERDISTRIBUSI

Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Integrasi logis dari record-record dalam banyak file ini disebut konsep database yang bertujuan untuk meminimumkan pengulangan data (duplikasi data artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file) dan mencapai independensi data (kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa membuat perubahan pada program yang memproses data).

3.PENGERTIAN DISTRIBUTED DATABASE & DATABASE MANAGEMENT SYSTEM TERDISTRIBUSI

A.Distributed database : adalah beberapa buah database yang tersimpan dalam beberapa buah computer tyang berbeda yang kesemuanya terintegrasi menjadi satu, sehingga suatu aplikasi hanya mengenal sebagai satu buah sistem database saja

B.DBMS (Database Management System) Terdistribusi adalah sebuah perangkat lunak yang membuat pendistribusian data dan memberikan mekanisme akses data yang akan membuat basis data ini transparan kepada user yang menggunakan.

DBMS merupakan kependekan dari Database Managemen System merupakan perangkat lunak yang mengatur dan menangani semua pengaksesan database yaitu bisa insert, update, delete, dan memelihara database. DBMS itu yang umum dipakai diantaranya adalah MySQL, PostgreSQL, Oracle, Access, dan lain-lain.

4.CONTOH PENERAPAN DATABASE TERDISTRIBUSI

Penerapan data base terdistribusi di lingkungan seperti di perusahaan-perusahaan , Biasanya di dalam perusahaan tersebut terdapat clien dan server sebagai pengolah data di dalam perusahaan tersebut . Dimana semua datanya tersusun secara rapi dan terorganisir , server dan client tersebut saling berhubungan dalam pengolahan data maupun transaksi data . Dimana clien melakukan permintaan suatu data dan server memproses permintaan client dengan tertata secara rapi dan terorganisir.

5.KEUNTUNGAN & KERUGIAN DALAM MENGGUNAKAN DBMS

Sistem basis data (DBMS) merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi. DBMS juga sebagai penentu kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Namun demikian, tentu saja Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Sasaran utama DBMS adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien dalam menyimpan dan mengambil informasi ke dan dari basis data.

keuntungan dan kerugian dapat dijabarkan sebagai berikut:
KEUNTUNGAN menggunakan DBMS:
a. Penggunaan Data Bersama (The Data Can Be Shared)
b. Mengurangi Kerangkapan Data (Redudancy Can Be Reduced)
c. Menghindari Ketidakkonsistenan Data (Inconsistency Can Be Avoided)
d. Integritas Data Terpelihara (Integrity Can Be Maintained)
e. Keamanan Terjamin (Security Can Be Enforced)
f. Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi (Balanced conflicting requirements)
g. Pelaksanaan Standarisasi (Standards Can Be Enforced)
h. Meningkatkan Produktivitas (Increased productivity)
i. Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik (Improved backup and recovery services)

KERUGIAN menggunakan DBMS:
a. Rumit (Complexity)
Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.
b. Ukuran (Size)
Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.
c. Biaya DBMS (Cost of DBMS)
d. Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)
e. Biaya Konversi (Cost of conversion)
f. Performance
Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.
g. Resiko Kegagalan (Higher impact of a failure)
Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.

MIF A_SMT4_Danis Bagus Prasetyo_E3110165

Nama : Danis Bagus Prasetyo

Prodi : MIF

NIM : E3110165

Jaringan komputer

Jaringan Komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).

Konsep

Untuk membahas mengenai DBMS terdistribusi , terlebih dahulu mengetahui apa yang di maksud dengan basis data terdistribusi dan DBMS terdistribusi.

· Basis data terdistribusi/Distributed Database (DDB) : adalah suatu kumpulan berbagai basis data yang secara logika saling berhubungan satu dengan lainnya, yang terdistribusi dalam suatu network komputer.

· Distributed Database Management System (DDBMS) : adalah software yang mengelola DDB dan menyediakan mekanisme akses yang membuat proses distribusi transparan bagi user.

DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah , dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi.

Masing- masing site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan. Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global, sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :

· Kumpulan dari data logik yang digunakan bersama-sama

· Data di bagi menjadi beberapa fragment

· Fragment mungkin mempunyai copy ( replika )

· Fragment / replika nya di alokasikan pada yang digunakan

· Setiap site berhubungan dengan jaringan komunikasi

· Data pada masing-masing site dibawah pengawasan DBMS

· DBMS pada masing-masing site dapat mengatasi aplikasi lokal, secara otonomi

· Masing-masing DBMS berpastisipasi paling tidak satu global aplikasi.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa sistem basis data terdistribusi (DDBS) adalah gabungan dari DDB dan DDBMS yaitu basis data yang terstruktur dari beberapa file dan saling berelasi antar data Relational data model. DDBS melakukan distribusi pada processing logic, functions, data dan control.
Sistem DBMS berbasis pada sistem prosesor tunggal dimana sistem prosesor tunggal tidak memiliki kemampuan untuk berkembang, untuk menghitung skala efektifitas dan biaya, keandalan dan kinerja dari sistem. Paralel DBMS di jalankan oleh berbagai multi prosesor . Paralel DBMS menghubungkan beberapa mesin yang berukuran kecil untuk menghasilkan keluaran sebuah mesin yang berukuran besar dengan skalabilitas yang lebih besar dan keandalan dari basis datanya.

Untuk menopang beberapa prosesor dengan akses yang sama pada satu basis data, DBMS paralel harus menyediakan manajemen sumber daya yang dapat diakses bersama. Sumber daya apa yang dapat digunakan bersama, dan bagaimana sumber daya tersebut di implementasikan, mempunyai efek langsung pada kinerja dan skalabilitas dari sistem , hal ini tergantung dari aplikasi atau lingkungan yang digunakan.

Ada tiga arsitektur yang digunakan pada paralel DBMS yaitu :

a. Penggunaan memory bersama ( share memory )

b. Penggunaan disk bersama ( share disk )

c. Penggunaan secara sendiri-sendiri ( share nothing )

Arsitektur pada penggunaan secara sendiri – sendiri ( share nothing ) hampir sama dengan DBMS terdistribusi, namun pendistribusian data pada paralel DBMS hanya berbasis pada kinerja nya saja. Node pada DDBMS adalah merupakan pendistribusian secara geographic, administrasi yang terpisah , dan jaringan komunikasi yang lambat, sedangkan node pada paralel DBMS adalah hubungan dengan komputer yang sama atau site yang sama.

Ciri-Ciri Basis Data Terdistribusi

§ Data disimpan di sejumlah tempat

§ Prosessor pada tempat yang berbeda tersebut dihubungkan dengan jaringan komputer

§ Sistem basis data terdistribusi bukan terdiri dari sekumpulan file yang berada pada berbagai tempat tetapi pada sebuah basis data di berbagai tempat

§ Setiap tempat secara mandiri memproses permintaan user yang membutuhkan akses ke data di tempat tersebut dan juga mampu untuk memproses data yang tersimpan di tempat lain.

Keuntungan dan Kerugian dalam menggunakan DDBMS

Data dan aplikasi terdistribusi mempunyai kelebihan di bandingkan dengan sistem sentralisasi basis data. Sayangnya , DDBMS ini juga memiliki kelemahan.

Keuntungan

· Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di lokasi yang tersebar di beberapa tempat, sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

· Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

· Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

· Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

· Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

· Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer di hitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

· Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

Kerugian

· Kompleksitas

Pada distribusi DBMS yang digunakan adalah replikasinya, DBMS yang asli tidak digunakan untuk operasional, hal ini untuk menjaga reliabilitas dari suatu data. Karena yang digunakan replikasinya maka hal ini menimbulkan berbagai macam masalah yang sangat kompleks dimana DBA harus dapat menyediakan pengaksesan dengan cepat , keandalan dan keberadaan dari basis data yang up to date . Jika aplikasi di dalam DBMS yang digunakan tidak dapat menangani hal – hal tersebut maka akan terjadi penurunan pada tingkat kinerja , keandalan dan kerberadaan dari DBMS tersebut, sehingga keuntungan dari DDBMS tidak akan terjadi.

· Biaya

Meningkatnya kekompleksan pada suatu DDBMS berarti biaya untuk perawatan dari DDBMS akan lebih besar dibandingkan dengan DBMS yang tersentralisasi, seperti biaya untuk membuat jaringannya, biaya komunikasi yang berjalan , orang-orang yang ahli dalam penggunaan, pengaturan dan pengawasan dari DDBMS.

· Keamanan

Pada DBMS yang tersentralisasi, pengaksesan data lebih terkontrol. Sedangkan pada DDBMS bukan hanya replikasi data yang harus di kontrol tetapi jaringan juga harus dapat di kontrol keamanannya.

· Pengontrolan Integritas lebih sulit

Kesatuan basis data yang mengacu pada keabsahan dan kekonsistenan dari data yang disimpan. Kesatuan biasanya di ekspresikan pada batasan, dimana berisi aturan untuk basis data yang tidak boleh diubah. Membuat batasan untuk integrity, umumnya memerlukan pengaksesan ke sejumlah data yang sangat besar untuk mendefinisikan batasan tersebut, namun hal ini tidak termasuk di dalam operasional update itu sendiri. Dalam DDBMS, komunikasi dan biaya pemrosesan yang dibutuhkan untuk membuat suatu batasan integrity mungkin tidak diperbolehkan.

Contoh Penerapan Basis Data Terdistribusi

Sebuah bank yang memiliki banyak cabang, misalnya Bank BRI yang memiliki cabang yang ada di setiap kota bahkan di sebuah kota bisa terdiri dari beberapa cabang/kantor. Bank tersebut pasti memiliki Basis Data Terdistribusi karena saling berhubungan antara yang satu dengan yang lain dan masing-masing lokasi memiliki jaringan lokal sendiri, dan semua jaringan lokal itu dihubungkan satu sama lain membentuk sebuah jaringan nasional.

Hubungan tersebut sangat menguntungkan bagi nasabah sebab hanya dengan menggunakan rekening dapat bertransaksi simpan pinjam di manapun kota yang ditempati.

MIF A_SMT4_Daniel Muqorobbin_E3110163

Nama : Daniel Muqorobbin
NIM : E3110163
Gol A

  1. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan jaringan komputer.

Jaringan computer merupakan sekumpulan computer dan perangkat yang saling berhubungan satu sama lain untuk melakukan komunikasi data dengan menggunakan protokol komunikasi data melalui media komunikasi (kabel atau nirkabel), sehingga komputer-komputer tersebut dapat saling berbagi informasi, data, program-program, dan penggunaan perangkat keras secara bersama.

.

  1. Bagaimana konsep database terdistribusi

Konsep Database terdistribusi dapat diartikan sebagai distribusi data yang memungkinkan unit lain dapat mengakses data dari suatu unit tertentu dalam suatu jaringan computer.

C. Apa pengertian dari :

1. Distributed Database

Distributed database : sebuah database yang diatur oleh sebuah Database Management System (DBMS) yang tersimpan secara fisik pada beberapa komputer yang terdapat pada beberapa lokasi dengan terkoneksi pada sebuah jaringan. Dimana tujuan utama database system adalah untuk mengintegrasikan data dan sentralisasi, sehingga akses (deskripsi, manipulasi dan control) terhadap sangat terkontrol.

2. Database Management System Terdistribusi

Database Management System (DBMS) adalah suatu koleksi (kumpulan) data yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses database (membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data).

D. Berikan contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar anda

Seperti yang saya ketahui, penerapan database terdistribusi di perusahaan biasanya membutuhkan suatu sistem database yang reliable, dan mempunyai tingkat data availability yang tinggi.. itulah mengapa Sistem ini mendistribusikan keseluruhan atau hanya sebagian data saja ke tiap-tiap site di suatu organisasi atau perusahaan, sesuai dengan kebutuhan data di tiap-tiap site tersebut. Sehingga pemrosesan data tidak lagi bergantung pada beroperasi atau tidaknya satu server database.

Jelaskan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan DBMS.

E. Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan DBMS

Pengunaan DMBS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan dan kerugian, yaitu :

Keuntungan DBMS

  • Mengurangi pengulangan data

Apabila dibandingkan dengan file-file komputer yang disimpan terpisah di setiap aplikasi komputer, DBMS mengurangn jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbagai file. Data terduplikasi selebihnya dapat ditempatkan dalam satu file.

  • Mencapai independensi data

Spesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa memengaruhi program yang mengakses data.

  • Mengintegrasikan data beberapa file

Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaftan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pandangan pengguna, dan program aplikasi tidak hares tercermin pada media penyimpanan fisik.

  • Mengambil data dan informasi dengan cepat

Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hitungan detik atau menit.

  • Meningkatkan keamanan

DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sand (password), direktori pemakai, dan bahasa sand (encryption) sehingga data yang dikelola akan lebih aman.

Kerugian DBMS

  • Memperoleh perangkat lunak yang mahal

DBMS mainframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil.

  • Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar

DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan clan memori lebih besar daripada program aplikasi lain.

  • Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA).Baik basis data terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat untukmemecahkan masalah. Namun, keduanya memberikan dasar-dasar menggunakan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pengguna.

MIF A_SMT4_BUDI KURNIAWAN_E3110151

Nama : Budi Kurniawan

NIM : E3110151

Definisi singkat dari jaringan computer.

Jaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web). Tujuan dari jaringan komputer adalah Agar setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Dari definisi di atas, dapat di artikan bahwa Dua buah komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch, Router, Gateway sebagai peralatan. interkoneksinya.

Konsep Database Terdistribusi

Arti dari konsep sendiri tidak lah berbeda dengan pengertian, definisi. Jadi menurut saya, konsep database terdistribusi adalah sekumpulan dari data-data yang ada pada komputer yang dapat disimpan, diorganisasikan serta dapat diintegrasikan dengan cara yang memudahkan  dalam mengambil keputusan.

DISTRIBUTED DATABASE

Pengertian Distributed Database
Distributed database adalah suatu database yang berada di bawah kendali suatu database management system (DBMS) di mana media penyimpanan tidak dihubungkan dengan suatu CPU secara umum. Dimungkinkan juga data disimpan pada berbagai komputer yang ditempatkan pada suatu lokasi fisik yang sama, atau mungkin disimpan pada suatu jaringan computer yang saling behubungan “www.wikipedia.com”
Atau dapat dikatakan pada distributed database file secara fisik terpisah tetapi secara logis terintegrasi

http://www.pribadiraharja.com/yusliana/artikel.html

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=definisi+Distributed+Database+&source=web&cd=7&ved=0CFMQFjAG&url=http%3A%2F%2Fdewiar.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F528%2FM7%2B-%2BDBMS.pdf&ei=7xFcT6iRJcLWrQel-YjhDA&usg=AFQjCNFTtqJc8Nf_0bTqIo8Wg9VSHAOsaQ&cad=rja

Contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar

Di lingkungan sekitar saya yang sudah menerapkan database terdistribusi yaitu di hotel sidomuncul yang menyimpan data pemasukan (check in) dan data keluar (Check out).

Keuntungan dan Kerugian Dalam Menggunakan DBMS

Sistem basis data (DBMS) merupakan salah satu komponen penting dalam sistem informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi. DBMS juga sebagai penentu kualitas informasi : akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Namun demikian, tentu saja Informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Sasaran utama DBMS adalah menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien dalam menyimpan dan mengambil informasi ke dan dari basis data.

KEUNTUNGAN menggunakan DBMS:

a. Penggunaan Data Bersama (The Data Can Be Shared)

b. Mengurangi Kerangkapan Data (Redudancy Can Be Reduced)

c. Menghindari Ketidakkonsistenan Data (Inconsistency Can Be Avoided)

d. Integritas Data Terpelihara (Integrity Can Be Maintained)

e. Keamanan Terjamin (Security Can Be Enforced)

f. Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi (Balanced conflicting requirements)

g. Pelaksanaan Standarisasi (Standards Can Be Enforced)

h. Meningkatkan Produktivitas (Increased productivity)

i. Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik (Improved backup and recovery services)
KERUGIAN menggunakan DBMS:

a. Rumit (Complexity)
Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.

b. Ukuran (Size)
Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.

c. Biaya DBMS (Cost of DBMS)

d. Biaya Tambahan Hardware (Additional hardware costs)

e. Biaya Konversi (Cost of conversion

f. Performance

Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.

g. Resiko Kegagalan (Higher impact of a failure)
Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.

http://windaolyvia.blogspot.com/2011/06/kuntungan-dan-kerugian-dbms.html

menurut saya Database terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk pemecahan masalah. Namun mereka memberikan dasar-dasar penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis informasi dan pemakai.

MIF A_SMT4_BENY FERDIAN SYAFRI_E3110147

TUGAS

1. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan jaringan komputer.

2. Bagaimana konsep database terdistribusi

3. Apa pengertian dari :

a. Distributed Database

b. Database Management System Terdistribusi

4. Berikan contoh penerapan database terdistribusi di lingkungan sekitar anda

5. Jelaskan keuntungan dan kerugian dalam menggunakan DBMS.

6. Dikumpulkan melalui blog tugasdenny.wordpress.com paling akhir tanggal 13 Maret 2012

JAWAB

1. Pengertian dari Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta perangkat-perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan.

2. Untuk membahas mengenai DBMS terdistribusi , terlebih dahulu mengetahui apa yang di maksud dengan basis data terdistribusi dan DBMS terdistribusi.

Basis data terdistribusi ; Secara logik keterhubungan dari kumpulan-kumpulan data yang digunakan bersama-sama, dan didistribusikan melalui suatu jaringan komputer.

DBMS Terdistribusi ; Sebuah sistem perangkat lunak yang mengatur basis data terdistribusi dan membuat pendistribusian data secara transparan.

DDBMS memiliki satu logikal basis data yang dibagi ke dalam beberapa fragment. Dimana setiap fragment disimpan pada satu atau lebih komputer dibawah kontrol dari DBMS yang terpisah , dengan mengkoneksi komputer menggunakan jaringan komunikasi.

Masing- masing site memiliki kemampuan untuk mengakses permintaan pengguna pada data lokal dan juga mampu untuk memproses data yang disimpan pada komputer lain yang terhubung dengan jaringan.

Pengguna mengakses basis data terdistribusi dengan menggunakan dua aplikasi yaitu aplikasi lokal dan aplikasi global, sehingga DDBMS memiliki karakteristik yaitu :

  • Kumpulan dari data logik yang digunakan bersama-sama
  • Data di bagi menjadi beberapa fragment
  • Fragment mungkin mempunyai copy ( replika )
  • Fragment / replika nya di alokasikan pada yang digunakan
  • Setiap site berhubungan dengan jaringan komunikasi
  • Data pada masing-masing site dibawah pengawasan DBMS
  • DBMS pada masing-masing site dapat mengatasi aplikasi lokal, secara otonomi
  • Masing-masing DBMS berpastisipasi paling tidak satu global aplikasi.

Dari definisi tersebut , sistem diharapkan membuat suatu distribusi yang transparan. Basis data terdistribusi terbagi menjadi beberapa fragment yang disimpan di beberapa komputer dan mungkin di replikasi, dan alokasi penyimpanan tidak diketahui pengguna . Adanya Transparansi di dalam basis data terdistribusi agar terlihat sistem ini seperti basis data tersentralisasi. Transparansi memberikan fungsional yang baik untuk pengguna tetapi sayangnya mengakibatkan banyak permasalahan yang timbul dan harus diatasi oleh DDBMS.

Point utama dari definisi basis data terdistribusi adalah sistem terdiri dari data yang secara fisik di distribusikan pada beberapa site yang terhubung dengan jaringan.

Jika data nya tersentralisasi walaupun ada pengguna lain yang mengakses data melewati jaringan , hal ini bukan disebut dengan DDBMS melainkan pemrosesan secara distribusi.

3. a) . Kumpulan data yang digunakan bersama yang saling berhubung secara logik tetapi tersebar secara fisik pada suatu jaringan komputer. atau

Database yang disimpan pada beberapa komputer didistribusi dalam sebuah sistem terdistribusi melalui media komunikasi seperti high speed buses atau telepone line.

b) . DBMS (database management system) merupakan satu set program yang berguna untuk mendefinisikan , mengatur , dan memproses database serta aplikasi-aplikasinya.

4. Misalnya sebuah bank yang memiliki banyak cabang, bahkan di sebuah kota bisa terdiri dari beberapa cabang/kantor.

Masing-masing lokasi memiliki jaringan lokal sendiri, dan semua jaringan lokal itu dihubungkan satu sama lain membentuk sebuah jaringan nasional.

5. Keuntungan

- Pengelolaan secara transparan data yang terdistribusi

- Mengacu pada struktur organisasi

- Meningkatkan untuk berbagi dan otonomi local

- Meningkatkan ketersediaan data

- Meningkatkan kehandalan

- Meningkatkan performasi kerja

- Memudahkan pengembangan system

- Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

- Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

- Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

- Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

- Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

- Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer di hitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

- Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

Kerugian

- Kompleksitas manajemen

Pada distribusi DBMS yang digunakan adalah replikasinya, DBMS yang asli tidak digunakan untuk operasional, hal ini untuk menjaga reliabilitas dari suatu data. Karena yang digunakan replikasinya maka hal ini menimbulkan berbagai macam masalah yang sangat kompleks dimana DBA harus dapat menyediakan pengaksesan dengan cepat , keandalan dan keberadaan dari basis data yang up to date . Jika aplikasi di dalam DBMS yang digunakan tidak dapat menangani hal – hal tersebut maka akan terjadi penurunan pada tingkat kinerja , keandalan dan kerberadaan dari DBMS tersebut, sehingga keuntungan dari DDBMS tidak akan terjadi.

- Kontrol integritas lebih sulit

Kesatuan basis data yang mengacu pada keabsahan dan kekonsistenan dari data yang disimpan. Kesatuan biasanya di ekspresikan pada batasan, dimana berisi aturan untuk basis data yang tidak boleh diubah. Membuat batasan untuk integrity, umumnya memerlukan pengaksesan ke sejumlah data yang sangat besar untuk mendefinisikan batasan tersebut, namun hal ini tidak termasuk di dalam operasional update itu sendiri. Dalam DDBMS, komunikasi dan biaya pemrosesan yang dibutuhkan untuk membuat suatu batasan integrity mungkin tidak diperbolehkan.

- Biaya pengembangan

Meningkatnya kekompleksan pada suatu DDBMS berarti biaya untuk perawatan dari DDBMS akan lebih besar dibandingkan dengan DBMS yang tersentralisasi, seperti biaya untuk membuat jaringannya, biaya komunikasi yang berjalan , orang-orang yang ahli dalam penggunaan, pengaturan dan pengawasan dari DDBMS.

- Keamanan

Pada DBMS yang tersentralisasi, pengaksesan data lebih terkontrol. Sedangkan pada DDBMS bukan hanya replikasi data yang harus di kontrol tetapi jaringan juga harus dapat di kontrol keamanannya.

- Sulitnya standarisasi

- Menambah kebutuhan penyimpanan

- Lebih sulit dalam mengatur lingkungan data

TUGAS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI

clip_image002

DI SUSUN OLEH :

BENY FERDIAN SYAFRI

E3110147

MIF_A

SEMESTER 4

MANAJEMEN INFORMATIKA

2012

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.