Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Nama : wahyu dwi permaadi Prodi : Mif D Nim : E3110772

1. Apakah Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

2. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.

3. Pada arsitektur Collaboration server, Jika suatu transaksi di kirim ke DBMS, akan di gambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi. Secara khusus, gambarkan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi.

4. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data di simpan.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

6 Definisikan distributed data independence.

7. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replicaton di implementasikan. Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedural untuk implementasikan capture?

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawaban

1. Pada basis data terdistribusi data di simpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan. Pada basis data terdistribusi, distributed data independence (pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data) dan distributed transaction atomicity (dimana tidak ada perbedaan antara transaksi dan transaksi lokal). Selain itu pada DBMS terdistribusi ada banyak komputer yang disebut sites atau nodes. Site-site ini terhubung oleh jaringan komunikasi untuk mengirim data dan perintah-perintah di antara site-site tersebut.

2. Client-Server

QUERY

CLIENT CLIENT

SERVER SERVER SERVER

SERVER

Collaboration-Server

QUERY

SERVER

SERVER

3. Ketika sebuah transaksi mulai dikerjakan, maka transaksi itu berada dalam status aktif.  Jika terjadi penghentian sebelum operasi berakhir, maka transaksi segera beralih ke status gagal/failed.  Namun, bila keseluruhan transaksi selesai dikerjakan, maka transaksi itu berada pada status berhasil sebagian/partially committed, dimana perubahan-perubahan data masih berada di dalam memori utama yang bersifat volatile/tidak permanen.  Transaksi dalam status ini masih mungkin untuk pindah ke status failed, karena ada pembatalan transaksi baik sengaja maupun tidak.  Jika tidak beralih ke status failed, maka nilai-nilai data yang ada di memori utama akan direkam ke dalam disk yang bersifat permanen.  Begitu proses perekaman selesai, maka transaksi beralih ke status committed.  Sementara itu, transaksi yang berada pada status failed, maka DBMS harus menjalan proses rollback.  Proses tersebut dapat berupa:

· Mengulangi pelaksanaan transaksi / restart, yang dilakukan pada transaksi yang failed akbiat kemacetan perangkat keras ataupun perangkat lunak dan bukannya penghentian transaksi secara sengaja oleh user.

· Mematikan transaksi / kill, yang dilakukan untuk transaksi yang dihentikan secara sengaja oleh user atau akibat adanya kesalahan lojik dalam penulisan aplikasi.

Begitu salah satu dari pilihan proses tersebut selesai dilakukan, maka transaksi berpindah ke status batal (aborted).  Status berhasil sempurna/committed maupun batal/aborted merupakan status terminasi, yaitu status akhir dalam pelaksanaan transaksi.

4. a. Fragmentasi horisontal : setiap partisi terdiri dari himpunan baris dari relasi asal.

b. Fragmentasi vertikal : setiap partisi terdiri dari himpunan kolom pada relasi asal.

Sedangkan replikasi disimpan pada beberapa copy dari relasi atau suatu partisi pada beberapa tempat.

5. Pada replikasi synchronous semua copy dari relasi replika di ubah sebelum transaksi commit. Sedangkan pada replikasi asynchronous copy hanya di ubah secara periodik.

6. Distributed data independence pada basis data terdistribusi, data di simpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data

7. a. Voting : Transaksi harus menulis copy untuk memodifikasi sebuah objek, harus membaca cakup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu.

b. Read-any Write-all : penulisan lebih lambat dan pembacaan lebih cepat daripada teknik voting. Teknik ini banyak di gunakan pada synchronous replication.

8. Mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy di ubah. Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek.

9. Log-based : di gunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini di kerjakan ketika log terkhir di tulis ke disk harus menghapus perubahan ke sub sequent yang di hentikan transaksi.

Prosedural capture : suatu prosedur yang secara otomatis di bangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

10. Karena ada tahap replikasi dan fragmentasi

Nama : Yunita Putri Cahya Ningtyas Prodi : MIF_D NIM : E3110810

1. Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

a) Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di  lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

b) Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan  dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai  kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan  memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

c) Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak  membuat operasional DBMS  tidak dapat dijalankan.

d) Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

e) Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

f) Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer  di   hitung    menurut    biaya  yang   dihabiskan   dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

g) Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site  yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

2. Gambarkan arsitektur client server dan collaboration server?

3. Pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan di gambarkan bagai mana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi, secara khusus gambarkan aturan meneger transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi.

Aturan manager transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi:

a. Mengatur biaya komunikasi dengan menempatkan data di tempat yang sering diakses.

b. Meningkatkan kehandalan dan juga keberadaan dari sistem.

c. Meningkatkan kapasitas sebuah sistem.

d. Menigkatkan kinerja sistem.

e. Memperbolehkan pengguna untuk mengontrol.

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimaa data di simpan?

· Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal, setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal. Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi lossless-join. Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

· Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

· replikasi synchronous : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

· Replikasi asynchronous : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

6. Definisikan distributed data independence?

Distributed data independence : Pada basis data terdistribusi, data disimpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data.

7. Bagaimaa teknik voting dan red-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

a) teknik voting

transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

b) read-one write-all

penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication.

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan khususnyajelaskan maksud capture dan apply?

Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek. Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu Primary Site dan Peer to Peer replication.

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi. Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-drivenApply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Perbedaanya :

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdisribusi agar tidak dapat mengidentifikasi database pada sistem tersebut

Nama :Dodi Puji Wibowo NIM:E3110227 Prodi :Mif B

1. Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingakan dengan DBMS tersentralisasi?

DBMS terdistribusi memliki jangkauan area data yang luas (berbeda tempat) karena 1 database yang diakai bersama, Manajemen terkendali dalam pemakaian (akses yang terpusat memudahkan memanajemen kontrol), Efisiensi biaya (tak perlu membangun server di tiap tempat, karena sudah akses ke pusat, client-server), Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

2. Gambarkan arsitektur Client-server dan collaboration – Server:

· clip_image002arsitektur Client-server

· collaboration – Server

clip_image004

3. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS , akan digambarkan bagaimana aktifitas tempat yg berbeda dikoordinasi. secara khusus , gambarkan aturan manajer transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi.

Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang
mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi lokal.
Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana
data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung
independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua properti
tersebut harus mendukung sistem secara efisien. Untuk sistem terdistribusi yang
bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya
administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan:

ü Fragmentasi data merupakan proses dimana basis data akan dipecah-pecah kedalam unit-unit logic yang disebut fragment yang kemudian akan disimpan dalam site yang berbeda, fragmentasi data tergabung dalam proses desain basis data, yang kemudian akan menentukan apa yang kemudian akan dilakukan terhadapa fragment yang telah dibuat.

ü Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous:

Ø Replikasi synchronous menjabarkan bahwa tiap-tiap gambaran database ditulis secara cepat. Integritas data dijaga dalam solusi database tradisional dengan suatu fasa ganda dilakukan di dalam transaksi yang mengakses tiap-tiap gambaran database unsur untuk ditulis dan diproses hanya ketika tiap-tiap gambaran yang tersedia untuk dibaharui. Pada solusi database tradisional, replikasi synchronous menghapuskan perbedaan antara master/slave dan peer-to-peer configurations.

Ø Replikasi data asynchronous :Proses replikasi terjadi setelah transaksi di master selesai.Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave.Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan.

6. Definisikan distributed data independence:

Distributed data independence adalah pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada atau bias dikatakan dengan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika

7. bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi synchronous?

v Voting

Teknik pertama disebut voting. Transaksi harus menulis mayoritas data dan replikanya dan membaca minimal satu replika yang dianggap paling mutakhir. Contoh jika ada 10 replika data dan 7 replika ditulis oleh transaksi update, maka 4 data lainnya juga harus ditulis. Setiap replika mempunyai nomor versi. Replika dengan nomor versi tertinggi dianggap paling mutakhir. Teknik ini kurang menarik, karena akan terjadi banyak proses baca, padahal proses baca sangat diperlukan pada transaksi berikutnya.

v Read-any write-all

Teknik kedua disebut read-any write-all, artinya untuk proses baca cukup melibatkan satu replika, tetapi ketika proses tulis harus melibatkan semua replika. Proses baca dapat dilakukan dengan cepat apalagi baca data lokal, tetapi proses tulis lebih lama. Teknik ini lebih populer, karena proses baca lebih sering dibutuhkan dibandingkan proses tulis.

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan khususnya , jelaskan maksud capture dan apply

v Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

v Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer.

9. Apakah perbedaana ntara log-based dan prosedural untuk implementasi capture:

Ø Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

Ø Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Karena setiap partisi memerlukan nama global yang unik yang disebut relation name. Manajemen katalog terdistribusi diperlukan untuk menyimpan rekaman dimana data disimpan.

Nama : Herlina Yusika Prodi : MIF gol.B NIM : E3110339

1. Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

a. DBMS terdistribusi memliki jangkauan area data yang luas (berbeda tempat) karena 1 database yang diakai bersama.

b. Manajemen terkendali dalam pemakaian. (akses yang terpusat memudahkan memanajemen kontrol).

c. Efisiensi biaya. (tak perlu membangun server di tiap tempat, karena sudah akses ke pusat, client-server)

d. Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

2. Gambarkan arsitektur client server dan collaboration server?

clip_image002

clip_image004

3. Pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan di gambarkan bagai mana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi, secara khusus gambarkan aturan meneger transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi.

Aturan manager transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi:

a. Mengatur biaya komunikasi dengan menempatkan data di tempat yang sering diakses.

b. Meningkatkan kehandalan dan juga keberadaan dari sistem.

c. Meningkatkan kapasitas sebuah sistem.

d. Menigkatkan kinerja sistem.

e. Memperbolehkan pengguna untuk mengontrol.

4. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data di simpan?

· Fragmentasi terdiri dari relasi fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal, setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal. Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi lossless-join. Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

· Replikasi berarti bahwa kita menyimpan sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

a. Replikasi synchronous : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

b. Replikasi asynchronous : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

6. Definisikan distributed data independence?

Distributed data independence : Basis data terdistribusi, disimpan pada beberapa lokasi dengan tujuan membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data.

7. Bagaimaa teknik voting dan red-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

a) teknik voting

Transaksi harus menulis mayoritas untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

b) read-one write-all

Penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication.

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan khususnya jelaskan maksud capture dan apply?

Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek. Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu Primary Site dan Peer to Peer replication.

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi. Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-drivenApply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

a. Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

b. Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Karena DBMS terdistribusi memiliki banyak obyek database, dan memliki banyak sub server dari pusat yang tersebar, sehingga untuk menghindari kesamaan data.

Nama : Feni Dwi Lestari NIM : E3110286 Prodi : MIF_B

1. Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

2. Gambarkan arsitektur client server dan collaboration server?

3. Pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan di gambarkan bagai mana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi,secara khusus gambarkan aturan meneger transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimaa data di simpan?

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

6. Definisikan distributed data independence?

7. Bagaimaa teknik voting dan red-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan khususnyajelaskan maksud capture dan apply?

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data leih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawaban

1. Independensi data terdistribusi : pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada (merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika). Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi local.

2.

clip_image002

a. Pengertian Client-Server

Sistem client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang proses server seperti pada gambar di bawah. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.

clip_image004

Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungis yang baik dank arena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly.

b. Karakteristik Client-Server

Client:

· Menyediakan antar muka untuk user

· Menyediakan format query atau perintah dalam bahasa yang telah dikenal

· Mengkomunikasikan format query dan perintah dengan server yang disesuaikan dengan metode komunikasi antar proses yang diterima

· Melaksanakan analisis terhadap data yang merupakan hasil yang dikembalikan oleh server

· Menampilkan hasil query dan perintah kepada user

Server:

· Menyediakan servis pada client (bias lebih dari satu)

· Hanya merespon query atau perintah yang dikirimkan oleh klien; tidak memulai komunikasi dengan client

· Secara ideal, akan menyembunyikan keberadaan dari system client-server dari client

c. Keuntungan dan kelemahan system client-server

· Keuntungan

1. Efisiensi jumlah pekerjaan

2. Client mengakses pada remote data (via standards)

3. Sederhana dalam implementasi karena adanya pemisahan fungsi dan pemusatan server

4. Masing-masing mesin dapat difungsikan sesuai kapabilitasnya

5. Kemudahan pengaksesan antar muka pada client dari pada server

6. Menyediakan fungsi DBMS secara penuh pada mesin client

7. Pengukuran resource secara horizontal dan vertical

8. Kemampuan untuk menggunakan tool yang lebih familiar dengan user di client

9. Secara keseluruhan menyediakan performa dan harga yang lebih baik

10. Harga dan performa yang lebih baik pada mesin client.

· Kelemahan

1. Server membentuk bottleneck

2. Server membentuk titik kegagalan tunggal

3. Kesulitan dalam pengukuran database

4. Tidak dapat mengirimkan suatu query tunggal untuk dikerjakan oleh beberapa server.

Collaboration System

a. Pengertian Collaboration System

Arsitektur client-server tidak mengijinkan satu query mengakses banyak server karena proses client harus dapat membagi sebuah quer ke dalam beberapa subquery untuk dieksekusi pada tempat yang berbeda dan kemudian membagi jawaban ke subquery. Proses client cukup komplek dan terjadi overlap dengan server; sehingga perbedaan antara client dan server menjadi jelas. Untuk mengurangi perbedaan diguankan alternatif arsitektur client-server yaitu sistem Collaboration Server. Pada sistem ini terdapat sekumpulan server basis data, yang menjalankan transaksi data lokal yang bekerjasama mengeksekusi transaksi pada beberapa server seperti pada gambar dibawah.

Jika server menerima query yang membutuhkan akses ke data pada server lain, sistem membangkitkan subquery yang dieksekusi server lain dan mengambil hasilnya bersama-sama untuk menggabungkan jawaban menjadi query asal.

a. Kelebiihan dan kekurangan Collaboration System

· Kelebihan

1. Dapat menangani pengaksesan query dalam jumlah yang banyak atau multi query.

2. Dapat menangani sub queri dalam tempat yang berbeda.

· Kekurangan

Tidak cocok di gunakan untuk skala yang kecil karena collaboration memerlukan banyak memori, sehingga jika di gunakan dalam skala kecil akan mengakibatkan pemborosan memori.

3. Transaksi terdistribusi yang atomic: pemakai dapat menulis transaksi yang
mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi lokal.
Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana
data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung
independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua properti
tersebut harus mendukung sistem secara efisien. Untuk sistem terdistribusi yang
bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya
administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

4. Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal, setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal. Fragmentasi

Bila sebuah relasi difragmentasi, harus meliputi relasi asal dari fragmen :

a. Fragmentasi horisontal : union dari fragmen horisontal harus sama dengan relasi asal. Fragmen biasanya dibutuhkan disjoint. Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi lossless-join. Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

b. Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

Motivasi untuk replikasi adalah :

· Meningkatkan ketersediaan data : Jika sebuah tempat yang berisi replica melambat, kita dapat menemuka data yang sama pada tempat lain. Demikian pula, jika copy lokal dari relasi yang diremote tersedia, maka tidak terpengaruh saluran komunikasi yang gagal.

· Evaluasi query yang lebih cepat : query dapat mengeksekusi lebih cepat menggunakan copy local dari relasi termasuk ke remote site.

5. Untuk melakukan pengubahan data terdistribusi, dilakukan replikasi transaksi yang dapat dilakukan dengan cara :

a. Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat transparan ke pemakai.

b. Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

c. Peer to Peer replication. Lebih dari satu copy dari suatu obyek dapat menjadi sebuah master. Perubahan ke copy master harus dipropaganda ke copy lain dengan cara yang berlainan. Jika dua copy master diubah dan terjadi suatu konflik, konflik harus dipecahkan (misalnya

Tempat 1 : umur Joe mengubah 35, Tempat 2 : mengubah 36. Teknik ini bagus digunakan jika konflik tidak terjadi, misalnya setiap tempat master memiliki fragmen disjoin dan yang memiliki hak pengubahan dimiliki oleh satu master pada satu waktu.

6. Basis data terdistribusi data disimpan pada beberapa lokasi dgn tujuan utk membuat distribusi yg transparan. Pada basis data terdistribusi distributed data independence (pemakai tak perlu mengetahui lokasi data ) dan distributed transaction atomicity (dimana tak ada perbedaan antara transaksi terdistribusi dan transaksi local). Jika semua lokasi menjalankan perangkat lunak DBMS yg sama system disebut homogen selain itu disebut heterogen.

7. Voting: transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication Pemilihan teknik synchronous replication akan menentukan tempat mana yang terkunci untuk seting.

8. Isu utama dalam mengimplementasikan primary site replication adalah menentukan barapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder. Perubahan biasanya dipropaganda dalam dua langkah yaitu Capture dan Apply. Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply.

1. Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu

a. Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

b. Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

2. Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timeratau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi.

Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

10. setiap partisi memerlukan nama global yang unik yang disebut relation name. Manajemen catalog terdistribusi diperlukan untuk menyimpan rekaman dimana data disimpan.

NAMA :Dodi Darmawsn Nim : E3110225 Prodi :MIF B

LATIHAN SOAL :

1. Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS

tersentralisasi?

· Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

· Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

· Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

· Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

· Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

· Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer di hitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

· Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

2. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.

· Client-Server :

· Collaboration-Server:

3. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan

digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara

khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic

transaksi terdistribusi.

4. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan.

· Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

· Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous ?

· Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

· Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

6. Definisikan distributed data independence.

Independensi data terdistribusi : pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

7. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi

synchronous ?

· Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah

obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknyasatu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

· Read-any Write-all: penulisan lebih lamban dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan.

Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply.

menentukan berapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder.

Perubahan biasanya dipropaganda dalam dua langkah yaitu Capture dan Apply. Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply.

· Capture adalah suatu langkah yang dilakukan untuk membangkitkan suatu fungsi didalam implementasi asynchronous replication.

· Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan Capture

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Karena DBMS terdistribusi memiliki Manajemen Katalog Terdistribusi sehingga Menyimpan data terdistribusi pada beberapa tempat dapat menjadi sangat kompleks.

NAMA : MH RAMDHANI ISMAR NIM : E3110448 PRODI : MIF C

NAMA : MH RAMDHANI ISMAR

NIM : E3110448

PRODI : MIF/C

JAWABAN :

1. Pada basis data terdistribusi, distributed data independence (pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data) dan distributed transaction atomicity (dimana tidak ada perbedaan antara transaksi dan transaksi lokal). Selain itu pada DBMS terdistribusi ada banyak komputer yang disebut sites atau nodes. Site-site ini terhubung oleh jaringan komunikasi untuk mengirim data dan perintah-perintah di antara site-site tersebut.

2.

clip_image002

clip_image004

3. Ketika sebuah transaksi mulai dikerjakan, maka transaksi itu berada dalam status aktif.  Jika terjadi penghentian sebelum operasi berakhir, maka transaksi segera beralih ke status gagal/failed.  Namun, bila keseluruhan transaksi selesai dikerjakan, maka transaksi itu berada pada status berhasil sebagian/partially committed, dimana perubahan-perubahan data masih berada di dalam memori utama yang bersifat volatile/tidak permanen.  Transaksi dalam status ini masih mungkin untuk pindah ke status failed, karena ada pembatalan transaksi baik sengaja maupun tidak.  Jika tidak beralih ke status failed, maka nilai-nilai data yang ada di memori utama akan direkam ke dalam disk yang bersifat permanen.  Begitu proses perekaman selesai, maka transaksi beralih ke status committed.  Sementara itu, transaksi yang berada pada status failed, maka DBMS harusmenjalan proses rollback.

Proses tersebutdapatberupa:

· Mengulangi pelaksanaan transaksi / restart, yang dilakukan pada transaksi yang failed akbiat kemacetan perangkat keras ataupun perangkat lunak dan bukannya penghentian transaksi secara sengaja oleh user.

· Mematikan transaksi / kill, yang dilakukan untuk transaksi yang dihentikan secara sengaja oleh user atau akibat adanya kesalahan lojik dalam penulisan aplikasi.

Begitu salah satu dari pilihan proses tersebut selesai dilakukan, maka transaksi berpindah ke status batal (aborted).  Status berhasil sempurna/committed maupun batal/aborted merupakan status terminasi, yaitu status akhir dalam pelaksanaan transaksi.

4. Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

clip_image006

Bila sebuah relasi difragmentasi, harus meliputi relasi asal dari fragmen :

o Fragmentasi horisontal : union dari fragmen horisontal harus sama dengan

relasi asal. Fragmen biasanya dibutuhkan disjoint.

o Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi

lossless-join.

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id

tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi

asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan

ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

· Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi

pada semua tempat.

clip_image008

5. Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

6. Distributed data independence pada basis data terdistribusi, data di simpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data

7. Voting : transaksiharus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah

obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya

satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan

dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini

biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

Read-any Write-all: penulisanlebih lambah dan pembacaan lebih cepat

daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous

replication

8. MengimplementasikanLangkah Capture

Langkah Capture diimplementasikandengan satu dari dua pendekatan, yaitu

Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log

terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

dihentikan transaksi.

Procedural Capture: suatuprosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan

lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

- Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply padatempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan

ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer

atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik

sebagai perubahan relasi.

Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan

delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-driven

Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakanuntuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log

terakhirdituliske disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

dihentikantransaksi.

Procedural Capture: suatuprosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

10. – Kurangnyakemampuanlokalotonomi

- Masalahkinerja, jikaterpusatmakaakanterjadi bottleneck

- Rendahnyaketersediaan, jika site pusat gagal , site yang lain tidakdapatmembuatobyek basis databyang lain.

PRODI MIF A_SMT 4

Nama              : Andi Haryadi

NIM                 : E3110080

Prody              : MIF IV-A

 

  1. 1.      Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

-          Keuntungan :

  1. Penggunaan Data Bersama
  2. Mengurangi Kerangkapan Data
  3. Menghindari Ketidakkonsistenan Data
  4. Integritas Data Terpelihara
  5. Keamanan Terjamin
  6. Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi
  7. Pelaksanaan Standarisasi
  8. Meningkatkan Produktivitas
  9. Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik

 

-          Kerugian

  1. Rumit

Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.

  1. Ukuran

Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.

  1. Biaya DBMS
  2. Biaya Tambahan Hardware
  3. Biaya Konversi
  4. Performance

Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.

  1. Resiko Kegagalan

Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.

 

  1. 2.        Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server

 

   Client – server                                                              colaboration – server

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi!

Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi local. Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua property tersebut harus mendukung system secara efisien. Untuk system terdistribusi yang bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

 

  1. 4.        Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan!

-          Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari   sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

-          Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

 

  1. 5.        Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

Replikasi Synchronous

  • Proses dilakukan secara real-time antara master dengan slave
  • Keseluruhan proses penulisan pada disk master dan slave harus selesai terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi selanjutnya.
  • Kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan kecepatan & jarak antar site/node)
  • Keuntungannya : menyediakan recovery yang konsisten karena sinkronisasi data terjaga.

Replikasi Asynchronous

  • Proses replikasi terjadi setelah transaksi di master selesai.
  • Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave.
  • Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan.
  • Keuntungan : efektifitas biaya proses transaksi

 

  1. 6.        Definisikan distributed data independence

Data independence yaitu pemisahan atas definisi data dan organisasi dari aplikasi user. Dalam arti, user tidak dapat mengganti definisi data dan organisasi. Ada dua macam data independence yaitu logical data independence ( user tidak dapat mengganti struktur logika dalam basis data )dan physical data independence ( menyembunyikan perincian struktur penyimpanan data secara fisik dari aplikasi user )

  1. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi synchronous ?

Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa. Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting.

 

  1. 8.        Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan. Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply!

Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

  • Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.
  • Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi.

 

 

  1. 9.        Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?
  • Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan.
  • Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

 

  1. 10.    Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

 

PRODI MIF A_SMT 4

Andaka Mahardika

E3110074 / MIF – A

 

  1. Apkah keuntungan DBMS terdistribusi d bandingkan dgn DBMS tersentralisasi

• Secara alami mengikuti struktur organisasi

• Adanya otonomi lokal

• Sifatnya dapat dipakai secara bersama

• Peningkatan ketersediaan

• Peningkatan kehandalan

• Peningkatan kinerja

• Ekonomis

 

  1. Gambarkan arsitektur client server dan collaboration server

Collaboration Server

 

  1. Pada arsitektur collaboration server jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan

digambarkan bagaimana aktivtas yg berbeda d koordinasi. Secara khusus gmbarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi

  1. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan

 

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat.   Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal.  Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal.  Pada fragmentasi vertikal, setiap  fragment  terdiri  dari  sebuah  subset  kolom  dari  relasi  asal.

 

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi.   Keseluruan  relasi dapat direplikasi  pada satu atau lebih tempat.

 

  1. Apakah perbedaan antra replikasi syncronous dan asyncronous

Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen) harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit.   Distribusi data dibuat transparan ke pemakai.

Asynchronous  Replication  : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi  hanya diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi.   User harus waspada pada distribusi data.

 

  1. Definisikan distibuted data independence

Pada Distributed Data Independence, data disebarkan dan disimpan dalam beberapa lokasi dan pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada. Program Aplikasi sama sekali tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada data, begitu juga sebaliknya.

 

 

  1. Bagamnana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi

syncronous

Voting  : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk  memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu.  Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan.  Setiap copy mempunyai nomor versi.  Teknik ini biasanya tidak atraktif  karena pembacaan adalah hal yang biasa.

 

Read-one Write-all:     penulisan  lebih  lambah  dan  pembacaan  lebih  cepat daripada  teknik  Voting.             Teknik  ini  banyak  digunakan  pada  synchronous replication

 

  1. Berikan penjelasan bagaimana syncronous replication diimplementasikan. Khususnya

jelaskan maksud capture dan apply

 

Pada pengimplementasikan   primary   site   replication   adalah menentukan barapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder. Perubahan biasanya  dipropaganda  dalam  dua  langkah  yaitu  Capture  dan  Apply. Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply. Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy.  Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika  hal  ini  terjadi,  replica  terdiri  dari  pengubahan  pandangan  material  yang  naik sebagai perubahan relasi. Log-Based  Capter  ditambah  Apply  yang  terus-menerus  akan  meminimalkan delay  pada propaganda perubahan.   Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

 

  1. Apakah perbedaan antara log-based dan prosedural untuk implementasi capture

Log-Based     Capture    :    log    (menyimpan     recovery)    digunakan     untuk membangkitkan  Change Data Table (CDT).   Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir   ditulis   ke  disk,  harus   menghapus   perubaan   ke  subsequent   yang dihentikan transaksi.

Procedural Capture:  suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

 

Implementasi  capture dengan Log-Based  Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

 

  1. Mengapa pemberian nama unik pada objek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Karena pada DBMS terdistribusi, suatu relasi difragmentasi dan direplikasi pada beberapa tempat.   Dalam fragmentasi horizontal, setiap partisi terdiri dari himpunan baris dari relasi asal.   Dalam fragmentasi vertika, setiap partisi terdiri dari himpunan kolom pada relasi asal.   Pada replikasi, disimpan beberapa copy dari relasi atau suatu partisi pada beberapa tempat. Jika suatu relasi difragmen dan direplika, setiap partisi memerlukan nama global yang unik yang disebut relation name. Sehingga pemberian nama unik akan lebih kompleks pada DBMS terdistribusi.

 

 

PRODI MIF A_SMT 4

AKBAR RAHMATULLAH

E3110057 / MIF gol. A

 

SOAL dan JAWABAN !!!!!!!

 

  1. 1.      Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

Jawab:

Proses pemulihan pada DBMS terdistribusi lebih kompleks daripada pada DBMS

tersentralisasi karena sebab berikut :

  • · Terjadi kegagalan yang baru, misalnya saluran komunikasi dan remote site.
  • · Jika sub transaksi dari suatu transaksi mengeksekusi tempat yang berbeda,

semua atau tidak ada yang harus commit. Hal ini memerlukan commit protocol

untuk menangani hal tersebut.

Suatu log ditangani pada setiap tempat, sebagaimana pada DBMS tersentralisasi

dan aksi commit protocol ditambahkan pada log.

 

  1. 2.      Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.

Jawab:

Gambar arsitektur Client-Server                       Gambar arsitektur Collaboration-Server

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.      Pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS,akan digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi.Secara khusus,gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda,konsep atomic transaksi terdistribusi.

Jawab:

Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang

mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi

local.

Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana

data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung

independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua property

tersebut harus mendukung system secara efisien. Untuk system terdistribusi yang

bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya

administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

 

 

  1. 4.      Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan.

Jawab :

  • Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

  • Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi

pada semua tempat.

 

  1. 5.      Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

Jawab:

  • · Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

  • · Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data.

 

  1. 6.      Definisikan distributed data independence

Jawab :

distributed data independence  pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

 

  1. 7.      Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi synchronous?

Jawab :

Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah

obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan

dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini

biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat

daripada teknik Voting.

 

  1. 8.      Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan.Khususnya,jelaskan maksud capture dan aplly.

Jawab :

Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu

Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

  • · Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log

terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

dihentikan transaksi.

  • · Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan

lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan

ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik

sebagai perubahan relasi.

 

  1. 9.      Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

Jawab :

  • Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan

delay pada propaganda perubahan.

  • Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

 

  1. 10.  Mengapa pemberian nama unik pada objek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawab :

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id

tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi

asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan

ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

 

 

 

 

 

 

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.