Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

NAMA : LINIA AN CARITA NIM : E3110421 PRODI : MIF SEMESTER : 4-C MAKUL : KECERDASAN BUATAN

  • Judul              : Sistem Pakar Budi Daya Padi (SIPADI) Versi 3.0
  • Bidang            : Agronomi dan Pertanian
  • Sumber           : Abdul Karim Makarim, Pusat Penelitian dan Pengembangan

Tanaman Pangan (http://www.litbang.deptan.go.id/special/sipadi/)

dan http://idatul.wordpress.com/

  • PENGENALAN SIPADI

SIPADI merupakan salah satu perangkat lunak yang cukup sederhana untuk dioperasikan dengan manfaat yang cukup banyak dan membantu para petani. Software ini mengguanakan tool Microsoft Excel yang mana bertujuan agar membantu para petani dalam menetapkan bagaimana budi daya padi sawah dengan cara yang lebih baik hal tersebut ada pada SIPADI versi 1.0 dan SIPADI versi 2.0 dan juga disempurnakan dengan adanya perencanaan perhitungan usaha tani pada SIPADI versi 3.0 yang mana semua hal tersebut didukung dengan data-data, seperti : spesifik lokasi, sosial ekonomi, kondisi lahan, dan lain-lain.

Prof. Karim menjelaskan bahwa SIPADI mempunyai keistimewaan yaitu dapat membantu para petani untuk menentukan berapa takaran pupuk yang dipakai, hingga teknologi budi daya yang cocok/sesuai di wilayah mereka (spesifik lokasi) sehingga dapat meningkatkan hasil padinya. Perangkat lunak ini dapat meminimalisir serangan hama dan penyakit yang kerap kali menyerang padi mereka. Bahkan, para petani pun bisa mengetahui nilai ekonomi yang akan didapatkan, berupa penghematan biaya hingga keuntungan dalam hasil panennya. Tentu saja, menurut Prof Karim, prediksi keuntungan akan sama dengan yang direkomendasikan SIPADI jika petani menjalankan sesuai anjuran dari perangkat lunak yang kini sudah masuk ke versi tiga ini.

Menurut Prof. Karim, bagi para petani pemupukan masih menjadi salah satu senjata untuk menentukan keberhasilan produksi padi, swasembada beras yang ditetapkan pemerintah hingga untuk peningkatan keuntungan bagi petani tentunya. Apalagi dengan makin banyaknya varietas unggul baru (VUB), varietas unggul tipe baru (VUTB), dan varietas unggul hibrida (VUH) dengan potensi hasil tinggi, pengelolaan hara yang tepat untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman menjadi sangat penting. Di sisi lain, keragaman kesuburan lahan, lingkungan biotik (hama dan penyakit) dan abiotik (iklim/musim), serta cara pengelolaan lahan oleh petani di setiap daerah sangat  beragam.

 

 

 

Software ini sendiri terdiri dari beberapa bagian atau sheet, diantara lain yaitu :

  1. Halaman judul, terdapat suatu pernyataan kesepakatan antara pemakai software dengan perancang software
  2. Halaman input yang mana berisi mengenai karakteristik biofisik lokasi (keterangan lokasi, kesuburan tanah, fisik tanah, ketinggian tempat, musim, hama dan penyakit), kondisi sosial-ekonomi (ketersediaan modal, tenaga kerja dan komponen harga).
  3. Halaman input yang digunakan untuk mengakomodasi pilihan petani dengan komponen budi daya tertentu, misalnya penggunaan bahan organik dan cara tanam, atau kesukaan petani terhadap sifat varietas disertai dengan sistem informasi teknologinya.
  4. Halaman output yang berisi budi daya spesifik lokasi hasil yang dianjurkan software ini, yang mana meliputi varietas yang sesuai beserta perkiraan hasilnya yang sebelumnya telah dilakukan, cara dan jarak tanam, pengendalian hama dan penyakit, cara panen, dan lain-lain.
  5. Halaman output yang mana menampilkan perhitungan biaya dari petani itu sendiri baik berupa pengeluaran maupun pendapatan.
  • PENGOPERASIAN SIPADI

Seperti pada penjelasan sebelumnya bahwa SIPADI ini terdiri dari 5 sheet. Berikut ini akan dijelaskan lebih terperinci lagi bersamaan dengan cara pengoperasian dari SIPADI itu sendiri.

  1. Install terlebih dahulu software SIPADI, bisa langsung pesan pada Prof. Karim sendiri.  Untuk Informasi lebih  lanjut bagaimana SIPADI Versi 3.0 bisa diperoleh, kita bisa menghubungi kantor Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Jl. Merdeka 147, Bogor namun sekarang telah banyak pula website yang merujuk ke link software tersebut. Jika sudah langsung jalankan atau buka aplikasi tersebut.

 

  1. Setelah langkah pertama dilakukan maka akan langsung dihadapkan dengan sheet pertama, yaitu halaman judul yang mana berisi suatu pernyataan dari perancang software ini (semacam perjanjian) jika memang setuju maka akan langsung masuk pada sheet kedua.

 

  1. Sheet kedua (karakteristik biofisik lokasi) ini terbagi menjadi tujuh tabel, yaitu enam tabel mengenai beberapa pertanyaan untuk mengumpulkan data yang diperlukan oleh software ini, yaitu mengenai karakteristik biofisik lokasi, pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain : nama lokasi, kesuburan tanah, fisik tanah, jenis hama, penyait maupun gulma, kondisi sosial ekonomi petani, tinggi tempat dan musim dan terakhir harga input-output dan satu tabel untuk eksekusi (Menu Operasi). Pertanyaan-pertanyaan tersebut diperbolehkan dalam keadaan kosong jikalau memang tidak mengetahui informasi yang dibutuhkan (tidak diwajibkan semua terisi). selanjutnya dilanjutkan dengan mengeksekusi data-data yang telah diisi tadi, yaitu pada tabel “ menu operasi” yang terletak pada pojok kanan bawah sheet kedua yang mana berisi tindakan-tindakan selanjutnya yang akan dilakukan diantaranya :

ü  Home, jikalau ingin kembali ke sheet pertama yaitu halaman judul,

ü  Next, jikalau ingin melajutkan ke sheet selanjutnya (sheet ketiga),

ü  Reset, jikalau ingin mengubah tampilan sheet kedua menjadi bentuk awal (kosongan) atau mengulang mulai awal kembali isian pada sheet kedua,

ü  Exit, jikalau ingin keluar dari software SIPADI ini.

Gambar 1. Sheet kedua : Karakteristik Biofisik Lokasi

 

  1. Pada sheet ketiga (komponen budi daya pilihan petani) ini terbagi menjadi enam tabel dengan empat tabel pertanyaan yang mana akan menyodorkan beberapa pertanyaan mengenai keinginan dan kebutuhan petani itu sendiri, pertanyaan tersebut antara lain : varietas, pengolahan tanah dan cara tanam, bahan organik dan pengolahan air, pengelolaan hama dan penyakit tanaman serta panen dan pascapanen dan satu  tabel  informasi yang mana berisi berbagai informasi tentang komponen teknologi yang akan disajikan dalam SIPADI serta satu tabel untuk eksekusi (Menu Operasi) yang sedikit berbeda dengan sheet sebelumnya, diantara lain :

ü  Back, jikalau ingin kembali ke sheet sebelumnya, yaitu sheet kedua,

ü  Reset, jikalau ingin mengubah tampilan sheet kedua menjadi bentuk awal (kosongan) atau mengulang mulai awal kembali isian pada sheet kedua,

ü  Paket budi daya, jikalau ingin melihat hasil akhir yang direkomendasi oleh SIPADI tentang bagaimana cara budi daya yang petani perlukan

ü  Analisis usaha tani, jikalau ingin melihat hasil perkiraan rugi-laba maupun indator usaha tani lainnya,

ü  Next, jikalau ingin melajutkan ke sheet selanjutnya (sheet ketiga),

ü  Exit, jikalau ingin keluar dari software SIPADI ini.

Gambar 2. Sheet ketiga : Komponen Budi Daya Pilihan Petani

  1. Sheet selanjutnya adalah sheet keempat yang mana berupa output mengenai rincian rekomendasi budi daya spesifik lokasi yang sesuai  baik itu pada varietas maupun dugaan hasilnya. Outuput tersebut tidak hanya berupa tampilan didesktop saja namun dapat dicetak di kertas juga (print).

 

  1. Selanjutnya ke sheet terakhir yaitu output juga sama dengan sheet keempat namun bedanya di sini, output ini menampilkan perhitungan biaya bagi petani entah itu berupa pengeluaran maupun pendapatan bahkan beserta grafiknya, baik per satuan lahan maupun per ha.

Gambar 3. Sheet kelima : Output Rincian Biaya

 

  • KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

            Menurut pendapat saya software ini sudah sukup baik dan membantu bagi  para petani. Karena dalam software SIPADI ini mengandung suatu sistem pakar yang mana bentuk dari seseorang yang ahli dibidangnya. Pada software ini mencakup banyak komponen dan data yang yang saling berkaitan untuk dapat mewujudkan keinginan dan keberhasilan petani dalam bercocok tanam (budi daya padi). Pengumpulan data mulai dari segi geografis, keinginan dan kebutuhan petani bahkan rincian anggaran yang diperlukan dan dihasilkan dari budi daya itu sendiri. Salah satu pendukungnya, yaitu dengan mengetahui karakteristik biofisik diharapkan petani dapat memahami tanaman-tanaman apa saja yang sesuai dengan kondisi wilayahnya. Setelah mengetahui varietas apa yang cocok ditanama di wilayah tersebut selanjutnya SIPADI ini akan menuntun para petani bagaimana mengolah tanaman dan cara tanam, bahan-bahan organik apa saja yang diperlukan, bagaimana mengolah air bagi tanaman dan bagaimana mengatasi hama dan penyakit. Karena jika salah satu dari tahap tersebut gagal maka akan membuat tanaman rusak dan petani merugi, misalkan saja pemberian pupuk yang tidak tepat hal tersebut tidak hanya mengurangi keuntungan petani yang harus membeli pupuk kembali (pemborosan), pertumbuhan dari tanaman itu sendiri yang tidak sesuai bahkan lama-kelamaan dapat mencemari lingkungan dan juga menggangu keseimbangan hara lainnya. Dan juga pada software ini akan ada perkiraan rincian biaya mulai dari pengeluaran yang harus dibayar oleh petani sampai pendapatan yang dapat dihasilkan dari tanaman tersebut yang mana dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya : mengenai pendapatan kotor bagi petani, modal usaha yang dikeluarkan petani, keuntungan, R/C rasio, komponen pengeluran serta grafiknya baik per satuan lahan maupun per satuan hektar. Jadi semuanya lebih terstruktur dan direncanakan dengan  matang, baik itu dalam proses produksi atau penanamannya hingga dalam proses keuangan dari petani itu sendiri.

Segala sesuatunya memang pasti masih ada kesalahan di sana-sini termasuk software SIPADI ini. Saya berpendapat kurang adanya sisi keamanan data dari software ini sehingga siapapun dapat melihat maupun mengubahnya. Terutama dengan keterbatasan teknologi dari petani itu sendiri karena tidak dapat dipungkiri bahwa mayoritas petani di Indononesia masih gagap teknologi sehingga mudah ditipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan bukan hanya keterbatasan untuk mengoperasikan software ini, untuk mengisi tabel-tabel data yang ada pun kemungkinan masih kurang dimengerti oleh para petani khususnya dalam bidang geografis (karakteristik biofisik petani). Sehingga diperlukannya jasa orang-orang yang lebih mengenal IT dan dapat mengoperasikan software ini sehingga dapat memberikan peluang kerja bagi orang lain namun meskipun begitu petani haruslah pintar-pintar memilih orang tersebut agar tidak adanya kecurangan yang membuat petani merugi atau bisa juga diadakan penyuluhan ke tiap-tiap desa yang ada baik itu penyuluhan tentang ilmu budi daya padi yang baik juga cara pengoperasian SIPADI itu sendiri. Dan SIPADI ini juga hanya dapat digunakan dengan adanya Microsoft Office 2003 atau di bawahnya oleh karena itu diharapkan jika ingin menggunakan SIPADI ini diwajibkan untuk memiliki Microsoft Office 2003 atau di bawahnya karena SIPADI ini didukung dengan penggunaan Microsoft Access.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: