Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Tugas Bahasa Indonesia Golongan A (Membuat Kutipan)

TKK SMT II
Golongan A

Nama : Ayulandanis Amanda Putri
NIM : E3211009
Prodi : Teknik Komputer
Gol : A
Tugas : Membuat contoh kutipan dari Modul Diktat Kecerdasan Buatan.
Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai kemajuan teknologi beserta kecanggihannya dapat membantu mempermudah kegiatan manusia. Dalam berbagai bidang tidak luput dari peran sebuah teknologi dan kualitas sumber daya manusia yang baik pula tentunya. Bidang – bidang tersebut memanfaatkan dan menerapkan sistem kecerdasan buatan. Menurut Rich (1991) “Kecerdasan buatan adalah sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”. Pada bidang transportasi contohnya, implementasi dari sistem kecerdasan buatan yakni, menggunakan GPS sebagai alat bantu navigasi.
Selain adanya kemajuan teknologi, kualitas sumber daya manusia atau pakar dalam suatu bidang juga sangatlah penting. Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “Seorang pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman spesifik dalam suatu bidang”. Jadi ilmu seorang pakar bukan hanya ilmu yang telah diperoleh berdasarkan pada sebuah teori saja, namun sesuai dengan fakta dan pengalamannya.
Apabila kemajuan teknologi dan kualitas SDM berjalan seimbang, sesuai bidang yang dikuasai masing – masing, maka manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Nama : Tonny Tris Haripurwanto
NIM : E3211015
Prodi : TKK / A

Tugas : Membuat kutipan 2 paragraf berdasarkan Diktat Kecerdasan Buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Rich (1991) menyatakan bahwa pengertian Kecerdasan Buatan adalah “Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.” Kecerdasan buatan merupakan suatu hal penting untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan suatu hal.

Nama : Nurul Huda
NIM : E3211116
Prodi : TKK / A

Seiring dengan berkembangnya teknologi, khususnya dibidang teknologi Informasi. Ini dapat dimaklumi mengingat banyaknya user yang kurang memiliki kemampuan dalam hal komputer. Dan tidak jarang sebuah institusi harus mengeluarkan banyak biaya hanya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu, dirasakan perlu untuk membuat suatu software yang dapat membantu memecahkan permasalahan kerusakan komputer.

Software yang dibuat harus menyajikan solusi cepat, tepat, masuk akal, dan efisien karena diyakini dengan software tersebut bisa menghemat biaya. Software yang dimaksud adalah software sistem pakar sebagai mengganti seseorang / perusahaan yang ahli dibidangnya. Menurut Achmad(2006), Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Sehingga dengan adanya suatu sistem pakar diharapkan mampu menekan biaya dan waktu untuk mengatasi masalah – masalah yang ada.

Oleh karena itu, Dengan adanya sebuah software sistem pakar, diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat dan menyelesaikan suatu konflik tentunya dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang cepat.

Nama : Galih Permana
NIM : E3211119
Prodi : TKK / 2 / A

Di masa kini, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan jamak dijumpai. Namun masih banyak menyisakan pertanyaan skeptis tentang ‘mesin berfikir’. Turing, et. al, (1996) menyatakan bahwa “suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”.

Kemampuan untuk problem solvingadalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. Terlihat di sini bahwa mesin cerdas akan diragukan untuk dapat melayani keperluan khusus jika tidak mampu menangani permasalahan remeh/kecil yang biasa dikerjakan orang secara rutin. Padahal menurut Winston dan Prendergast, (1984) Tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.

Nama : Aldo Septian Nugroho
Nim : E3211124
Prodi : Teknik Komputer
Golongan : A
Dengan berkembangnya teknologi masa kini, khususnya dibidang teknologi Informasi. Banyak alat-alat yang menggunakan kecerdasan buatan sehingga mereka dapat berpikir. Dengan begitu kita tidak perlu susah-susah untuk melakukan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh alat yang memiliki kecerdasan buatan.
Newell dan Simon (1954) Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital merupakan landasan dasar Kecerdasan Buatan. Dalam kecerdasan buatan dapat dilakukan dengan cara sistem pakar, pemprosesan bahasa alami, pemahaman ucapan/suara, sistem sensor dan robotika, komputer visi, Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, dan mesin belajar.
Aplikasi lainnya misalnya untuk merangkum berita, pemrograman komputer secara otomatis, atau menerjemahkan dari suatu bahasa ke bahasa yang lain, serta aplikasi dalam permainan (Ingat pertandingan catur antara Grand Master Anatoly Karpov dengan komputer Deep Thought dari IBM).

Nama : Hervinda Pradana Putra
NIM : E3211128
Prodi : TKK /A

Menurut Winston dan Prendergast (1984), “ tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih berguna.” Dengan kecerdasan buatan itu dapat diimplementasikan untuk memanfaatkan barang – barang ataupun mesin – mesin yang ada akan lebih berguna untuk apapun sesuai dengan kebutuhan sehari – hari.

Mennurut 10 peneliti pada konferensi Dartmouth tahun (1956), “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”. Jadi apa yang ada di otak manusia akan diterapkan disebuah mesin atau robot yang akan secara otomatis seperti mempunyai akan dan fikiran seperti manusia. Hal ini merupakan dasar terbentuknya Kecerdasan Buatan,.

Nama : Fahmi Rizal Muttaqin
NIM : E3211148
Prodi : TKK / 2A

Tugas Kutipan Praktikum Bahasa Indonesia

Kemajuan teknologi computer pada saat ini sudah sangatlah besar. Komputer tidak lagi hanya bisa menerima inputan dari keyboard tetapi sudah bisa melalui perintah suara atau ucapan manusia. “Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding), adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan”, (Achmad 2006).
Perkembangan teknologi computer yang lain adalah sebuah computer dapat menjadi seorang pengajar atau guru secara langsung kepada murid. Hal ini seperti yang dikatakan Achmad (2006) bahwa Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, adalah komputer yang mengajari manusia. Belajar melalui komputer sudah lama digunakan, namun dengan menambahkan aspek kecerdasan di dalamnya, dapat tercipta komputer “guru” yang dapat mengatur teknik pengajarannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan “murid” secara individiual. Sistem ini juga mendukung pembelajaran bagi orang yang mempunyai kekurangan fisik atau kelemahan belajar.

Nama : Hendik Saputro
NIM : E3211150
PS : TKK / 2 /A
Makul : Praktikum Bahasa Indonesia

Kutipan
Kecerdasan buatan dapat diartikan secara sederhana sebagai proses pemikiran yang bisa dilakukan oleh manusia diterapkan pada sebuah mesin sehingga mesin tersebuat dapat melakukan suatu hal yang sama dengan manusia. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Balza Achmad (dalam Rich, 1991) menyatakan bahwa “Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebutcerdas”. Dalam perkembangannya, banyak mesin yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia, mesin-mesin itu dapat diciptakan karena pemikiran manusia yang ingin menciptakan suatu mesin yang bisa membantu kegiatannya. Mesin-mesin yang bisa melakukan kegiatan manusia pada masa ini sering disebut dengan istitah robot.
Tak hanya robot yang bisa melakukan kegiatan manusia, robot merupakan bentuk fisik suatu mesin yang bisa melakukan kegiatan manusia. Namun disamping itu, setiap benda fisik yang bisa bergerak dan bisa melakukan kegiatan, pasti ada suatu sistem yang mengontrol pergerakan dan pemikiran robot tersebut. Adalah komputer yang mengatur apa yang harus dilakukan jika robot tersebuat menemukan suatu yang menjadi parameter gerakannya.
Menurut Balza Achmad (2006) menyatakan, “problem solvingadalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks”. Problem solving inilah yang digunakan sebagai parameter yang menetukan tingkat kecerdasan suatu robot. Problem solving akan menentukan apa yang harus dilakukan jika menemukan suatu kondisi yang memerlukan suatu tindakan. Problem solving ini sesuai dengan apa programer benamkan dalam algoritma program robot tersebut.


Nama : Nur Laily Hidayah
NIM : E3211243
Prodi : TKK /A

Membuat kutipan dari artikel Kecerdasan Buatan ( 2. Definisi Kecerdasan Buatan )
Setiawan (1993) menyatakan bahwa “Definisi kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas” . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar.

Adapun tujuan dari kecerdasan buatan seperti yang dikemukakan oleh Winston dan Prendergast (1984) bahwa membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.


Nama : Ivan Rizqi Romadhoni
NIM : E3211280
Prodi : TKK
Golongan : A

Kecerdasan buatan adalah Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993) . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).
Menurut Winston dan Prendergast (1984), “tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”.


Nama : Martha Wahyu P.
Nim : E3211282
Prodi : Teknik Komputer

Perkembangan teknologi zaman sekarang ini semakin maju. Berbagai alat berteknologi tingggi mulai bermunculan didunia. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah robot yang mampu melakukan aktifitas seperti manusia. Robot ini mampu melakukan tarian, berbicara, dan berjalan layaknya seorang manusia.
Robot dengan kemampuan seperti ini di sebut robot humanois yang memiliki sistem kecerdasan buatan. Menurut Turing, et. al, (1996) “Kecerdasan buatan adalah Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”. Dengan adanya sistem ini sebuah robot mampu melakukan hal yang bisa dilakukan manusia.
Pemasangan kecerdasan buatan pada robot-robot modern bertujuan untuk membuat sebuah robot yang mampu memabantu aktifitas manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984)” tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar”.
Dengan kemajuan yang semakin pesat seperti ini bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan manusia mampu membuat sebuah robot yang memiliki kemiripan 99% dengan manusia seperti yang berada pada animasi film terminator.


Nama : Fredy Christ H
Nim : E3211289
Prodi : Teknik Komputer

KECERDASAN BUATAN

Kecerdasan Buatan atau bahasa inggrisnya Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang ilmu komputer yang khusus ditujukan untuk membuat perangkat lunak dan perangkat keras yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

Kecerdasan Buatan didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Tetapi menurut Ir. Balza Achmad, M.Sc.E (2006), tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:
a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991).
b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993).
c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et. al, 1996).
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)

Nama : Keza Saifin Nuha
Nim : E3211295
Prodi : Teknik Komputer

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon 1987).

Pengembangan AI dilakukan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer serta Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja. (Winston dan Prendergast 1984) mengungkapkan ada tiga tujuan dari kecerdasan buatan antara lain :

1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)


Nama: Annisaa Sri Hindayati
NIM : E3211323
Prodi : TKK / A

Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “ Tujuan sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari suatu pakar ke komputer, kemudian ke orang lain ( yang bukan pakar)”. Biasanya sistem pakar ini berupa sebuah perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.
Hal ini seperti yang dikatakan Balza Achmad (2006) bahwa sistem pakar sangatlah bermanfaat. Sistem pakar dapat meningkatkan output dan produktivitas, karena sistem pakar bekerja lebih cepat dari manusia.


Nama : Muhamad Arif Triwibowo
NIM : E3211326
Prodi : TKK
Golongan : A

Kecerdasan buatan adalah Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991). Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”


Nama : Reza Dwi Hermawan
Nim : E3211356
Prodi : Teknik Komputer
Golongan : (A)

Tugas membuat kutipan dari artikel kecerdasan buatan

Turing (1996) Menyatakan bahwa “devinisi kecerdasan buatan adalah Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas” jadi sebuah mesin dikatakan cerdas apabila manusia yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama.

Menurut Winston dan Prendergast (1984) tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “pertama , Membuat mesin menjadi lebih pintar , kedua , Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu , dan yang ketiga Membuat mesin menjadi lebih berguna”. Dan arti dari kecerdasan itu sendiri adalah kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding).


Nama : Ferdian Wahyu A.
Prodi : TKK (Gol A)
NIM : E3211357
Kutipan Kecerdasan Buatan
Pendefinisian kecerdasan buatan (Artifisial Intelligens, AI) ialah sebuah pembelajaran atau studi tentang bagai mana dapat membuat sebuah komputer yang biasa kita pakai, dapat melakukan segala hal apa saja yang dapat dilakukan atau dikerjakan manusia biasanya, seperti bermain catur melawan AI ini didefinisikan oleh (Rich, 1999).
Seperti yang dinyatakan (Alan Turing) sebuah mesin dikatakan pintar apa bila seorang manusia yang sedang berbicara kepada orang lain dimana kedua orang tersebut tidak saling melihat tetapi menggunakan mesin, danjuga tidak mampu menentukan apa itu manusi ataupun mesin walau dilontarkan sebuah pernyataan yang sama berulang-ulang.


NAMA : MIYANTO
NIM : E3211377
PRODI : TEKNIK KOMPUTER ( A )

Semua orang pasti mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, kemampuan untuk mengerti dan memahami suatu masalah yang ada antara individu tidak sama. Hal ini seperti yang dikatakan Balza Achmad (2006) bahwa arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding).

Turing, et. Al ( 1996) ”menyatakan bahwa Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”. Seperti mesin yang di buat oleh manusia untuk membantu pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Contoh mesin yang dapat memperingan pekerjaan manusia antara lain mesin pemotong rumput, mesin penyedot debu.


Nama : Dimas Galuh Chrisna Putra
NIM : E3211403
Prodi : Teknik Komputer
Perkembangan teknologi zaman sekarang ini semakin maju. Berbagai alat berteknologi tingggi mulai bermunculan didunia. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah robot yang mampu melakukan aktifitas seperti manusia. Robot ini mampu melakukan tarian, berbicara, dan berjalan layaknya seorang manusia.
Robot dengan kemampuan seperti ini di sebut robot humanois yang memiliki sistem kecerdasan buatan. Setiawan (1993) menyatakan bahwa “Definisi kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas” . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar.
Pemasangan kecerdasan buatan pada robot-robot modern bertujuan untuk membuat sebuah robot yang mampu memabantu aktifitas manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984)” tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar”.

Nama : SATRIO SINGGIH W
NIM : E3211370
Prodi : Teknik Komputer
1. Sejarah Kecerdasan Buatan
Pada awal abad 20, penemu dari Spanyol,Torres y Quevedo membuat sebuah mesin yang dapat men ‘skak-mat’ raja lawan dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis dimulai setelah ditemukanya komputer digital.Artikel Kecedasan Buatan pertama ditulis oleh Alan Turin pada tahun 1950,dan kelompok riset pertama dibentuk pada tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell dan Herbert Simon. di konferensi Dartmouth tahun 1956,kecerdasan buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri,dimana 10 peneliti muda ingin mempergunakan komputer untuk dimodelkan dengan cara berfikir manusia. Hipotesis mereka yaitu “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”,dan ini menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan. (Ir.Balza Achmad, M.Sc.E, 2006)

2. Definisi kecerdsan buatan
Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.Kecerdasan buatan didefinisikan bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.Definisi kecerdasan buatan Menurut para ahli yaitu:
a) H. A. Simon [1987] :
“ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas”
b) Rich and Knight [1991]:
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”

Menurut para ahli bahwa Kecerdasan Buatan terdapat 2 ide dasar yaitu :
a) Menyangkut dalam proses nalar dan pola pikir manusia
b) berkesinambungan dengan menampilkan proses melalui mesin sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan,robotika dll)
Kecerdasan buatan pada dasarnya membuat manusia mampu mempelajari dan mengembangkan kemampuanya pada mesin.Kemampuan manusia dengan mesin(komputer) memiliki perbedaan baik keungulan dan kekurangan diantaranya:
a) manusia dalam mengolah data lambat, computer cepat
b) manusia kepresisiannya kurang, computer sanagat presisi
c) (ketepatan)manusia logika berpikir ada, computer tidak ada
d) manusia dapat berkembang, computer tidak dapat berkembang
e) manusia adaptif, computer tidak adaptif (konstan)
f) manusia bersifat fleksibel, computer tidak
g) manusia memiliki alternative, computer tidak

Menurut Winston dan Prendergast (1984), Tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a) Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama).
b) Memahami apakah kecerdasan intelligence (tujuan ilmiah).
c) Membuat mesin menjadi lebih berguna(tujuan entrepreneurial).\

A. Cabang Kecerdasan Buatan
Menurut (Ir.Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) cabang kecerdasan buatan yaitu :
a) Pencarian Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.
b) Representasi : yakni bagaimana mempresentasikan /menuliskan fakta-fakta yang ada ke dalam simbol-simbol atau bahas logika matematis.
c) Perencanaan : program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi), fakta tengtang situasi yang khusus, dan suatu pernyataan tentang tujuan. Kemudian dibuatlah strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Biasanya strategi berupa urut-urutan aksi.
d) Epistelomogi : yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.
e) Ontologi : ilmu tentang keberadaan dan realitas.
f) Heuristik : yaitu suatu cara atau teknik untuk mencoba menemukan suatu benda/ide.

Nama : M. JUNDULLOH ASSIDIQI
NIM : E3211312
Prodi : Teknik Komputer
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)
Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “ Tujuan sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari suatu pakar ke komputer, kemudian ke orang lain ( yang bukan pakar)”. Biasanya sistem pakar ini berupa sebuah perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), “tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: