Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Nama :gamariyah Nim :E3110314 PRODI :MIF B

TUGAS SBDT

Soal

1. apakah keuntungan DBMs terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

2. gambarkan arsitektur client server dan collaboration server?

3. pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan di gambarkan bagai mana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi,secara khusus gambarkan aturan meneger transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi

4. definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimaa data di simpan?

5. apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

6. definisika distributed data independence?

7. bagaimaa teknik voting dan red-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

8. berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan khususnya jelaskan maksud capture dan apply?

9. apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

10. mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Jawaban Nya:

1, Independensi data terdistribusi : pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

· Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang

mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi

local.

clip_image002

2.

  1. Arsitektur  Client – Server System
    1. a. Pengertian

clip_image004Sistem client-server mempunyai satu atau lebih proses client dan satu atau lebih proses server, dan sebuah proses client dapat mengirim query ke sembarang proses server seperti pada gambar di bawah. Client bertanggung jawab pada antar muka untuk user, sedangkan server mengatur data dan mengeksekusi transaksi. Sehingga suatu proses client berjalan pada sebuah personal computer dan mengirim query ke sebuah server yang berjalan pada mainframe.

Arsitektur ini menjadi sangat popular untuk beberapa alasan. Pertama, implementasi yang relatif sederhana karena pembagian fungis yang baik dank arena server tersentralisasi. Kedua, mesin server yang mahal utilisasinya tidak terpengaruh pada interaksi pemakai, meskipun mesin client tidak mahal. Ketiga, pemakai dapat menjalankan antarmuka berbasis grafis sehingga pemakai lebih mudah dibandingkan antar muka pada server yang tidak user-friendly.

  1. b.        Karakteristik Client-Server

Client :

  • Menyediakan antar muka untuk user
  • Menyediakan format query atau perintah dalam bahasa yang telah dikenal
  • Mengkomunikasikan format query dan perintah dengan server yang disesuaikan dengan metode komunikasi antar proses yang diterima
  • Melaksanakan analisis terhadap data yang merupakan hasil yang dikembalikan oleh server
  • Menampilkan hasil query dan perintah kepada user

Server :

  • Menyediakan servis pada client (bias lebih dari satu)
  • Hanya merespon query atau perintah yang dikirimkan oleh klien; tidak memulai komunikasi dengan client
  • Secara ideal, akan menyembunyikan keberadaan dari system client-server dari client
  1. c.       Keuntungan dan kelemahan system Client-Server
  • Keuntungan
    • Efisiensi jumlah pekerjaan
    • Client mengakses pada remote data (via standards)
    • Sederhana dalam implementasi karena adanya pemisahan fungsi dan pemusatan server
    • Masing-masing mesin dapat difungsikan sesuai kapabilitasnya
    • Kemudahan pengaksesan antar muka pada client dari pada server
    • Menyediakan fungsi DBMS secara penuh pada mesin client
    • Pengukuran resource secara horizontal dan vertikal
    • Kemampuan untuk menggunakan tool yang lebih familiar dengan user di client
    • Secara keseluruhan menyediakan performa dan harga yang lebih baik
    • Harga dan performa yang lebih baik pada mesin client.
  • Kelemahan
    • Server membentuk bottleneck
    • Server membentuk titik kegagalan tunggal
    • Kesulitan dalam pengukuran database
    • Tidak dapat mengirimkan suatu query tunggal untuk dikerjakan oleh beberapa server.
  1. 2.        Collaboration System

Arsitektur client-server tidak mengijinkan satu query mengakses banyak server karena proses client harus dapat membagi sebuah quer ke dalam beberapa subquery untuk dieksekusi pada tempat yang berbeda dan kemudian membagi jawaban ke subquery. Proses client cukup komplek dan terjadi overlap dengan server; sehingga perbedaan antara client dan server menjadi jelas. Untuk mengurangi perbedaan diguankan alternatif arsitektur client-server yaitu sistem Collaboration Server. Pada sistem ini terdapat sekumpulan server basis data, yang menjalankan transaksi data lokal yang bekerjasama mengeksekusi transaksi pada beberapa server seperti pada gambar dibawah.

Jika server menerima query yang membutuhkan akses ke data pada server lain, sistem membangkitkan subquery yang dieksekusi server lain dan mengambil hasilnya bersama-sama untuk menggabungkan jawaban menjadi query asal.

clip_image006

Kelebihan dan kelemahan Collaboration System

Kelebihan

  • Dapat menangani pengaksesan query dalam jumlah yang banyak atau multi query.
  • Dapat menangani sub queri dalam tempat yang berbeda

Kekurangan

  • Tidak cocok di gunakan untuk skala yang kecil karena collaboration memerlukan banyak memori, sehingga jika di gunakan dalam skala kecil akan mengakibatkan pemborosan memori.

3,Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang
mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi lokal.
Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana
data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung
independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua properti
tersebut harus mendukung sistem secara efisien. Untuk sistem terdistribusi yang
bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya
administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

4, Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal. Fragmentasi

horisontal dan vertikal diilustrasikan pada Gambar 7-4.

clip_image008

Bila sebuah relasi difragmentasi, harus meliputi relasi asal dari fragmen :

o Fragmentasi horisontal : union dari fragmen horisontal harus sama dengan

relasi asal. Fragmen biasanya dibutuhkan disjoint.

Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi

lossless-join.

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id

tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi

asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan

ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

· Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi

pada semua tempat. Hal ini dapat diilustrasikan pada Gambar 7-5.

clip_image010

Motivasi untuk replikasi adalah :

o Meningkatkan ketersediaan data : Jika sebuah tempat yang berisi replika

melambat, kita dapat menemuka data yang sama pada tempat lain. Demikian

pula, jika copy lokal dari relasi yang diremote tersedia, maka tidak terpengaruh

saluran komunikasi yang gagal.

o Evaluasi query yang lebih cepat : query dapat mengeksekusi lebih cepat

menggunakan copy local dari relasi termasuk ke remote site.

5, Untuk melakukan pengubahan data terdistribusi, dilakukan replikasi transaksi

yang dapat dilakukan dengan cara :

· Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

· Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

Synchronous Replication

Terdapat dua teknik dasar untuk menjamin transaksi terlihat nilai yang sama

dengan copy, yaitu :

Biaya pada synchronous replication adalah sebagai berikut : sebelum transaksi

yang diubah commit, harus dilihat penguncian pada semua copy yang dimodifikasi.

Kirimkan perintah lock ke remote site, dan sementara menunggu respon, pegang kunci

yang lain. Jika tempat atau saluran gagal, transaksi tidak dapat commit sampai transaksi

kembali. Meskipun tidak terjadi kegagalan, commit harus mengikuti commit protocol

dengan beberapa pesan yang mahal. Karena itu alternative teknik asynchronous

replication banyak digunakan. Asynchronous Replication

Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum

semua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus

waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek.

Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu Primary

Site dan Peer to Peer replication. Perbedaan kedua teknik ini terletak pada berapa

banyak copy yang dapat diubah atau copy master.

· Peer to Peer replication.

Lebih dari satu copy dari suatu obyek dapat menjadi sebuah master. Perubahan ke

copy master harus dipropaganda ke copy lain dengan cara yang berlainan. Jika dua

copy master diubah dan terjadi suatu konflik, konflik harus dipecahkan (misalnya

Tempat 1 : umur Joe mengubah 35, Tempat 2 : mengubah 36. Teknik ini bagus

digunakan jika konflik tidak terjadi, misalnya setiap tempat master memiliki

fragmen disjoin dan yang memiliki hak pengubahan dimiliki oleh satu master pada

satu waktu.

6,  Basis data terdistribusi data disimpan pada beberapa lokasi dgn tujuan utk membuat distribusi yg transparan. Pada basis data terdistribusi distributed data independence (pemakai tak perlu mengetahui lokasi data ) dan distributed transaction atomicity (dimana tak ada perbedaan antara transaksi terdistribusi dan transaksi local). Jika semua lokasi menjalankan perangkat lunak DBMS yg sama system disebut homogen selain itu disebut heterogen.

 Jika suatu transaksi melibatkan aktivitas pada tempat yg berbeda maka memanggil aktivitas sub transaksi.

 Arsitektur sistem basis data terdistribusi terdapat tiga tipe. Pada system Client- Server server menyediakan fungsi DBMS dan client menyediakan antar muka pemakai. Pada Collaboration system system tak terdapat perbedaan antara proses client dan server.

 DBMS terdistribusi manajemen lock berupa lokasi sentral primary copy atau terdistribusi penuh. Deteksi deadlock pada system terdistribusi dibutuhkan.

7, · Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah

obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan

dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini

biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

· Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat

daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous

replication

Pemilihan teknik synchronous replication akan menentukan tempat mana yang terkunci

untuk seting.

8, Implementasi Primary Site pada Asynchronous Replication

Isu utama dalam mengimplementasikan primary site replication adalah

menentukan barapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder.

Perubahan biasanya dipropaganda dalam dua langkah yaitu Capture dan Apply.

Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama

langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply.

Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu

Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log

terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan

lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan

ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timeratau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik

sebagai perubahan relasi.

Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan

delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-driven

Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9, Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log

terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan

lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

10, setiap partisi memerlukan nama global

yang unik yang disebut relation name. Manajemen catalog terdistribusi diperlukan

untuk menyimpan rekaman dimana data disimpan.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: