Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Nama : Yusfita Sari Putri Prodi : MIF NIM : E3110811

. Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

Jawab :

ü Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di  lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

ü Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan  dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai  kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan  memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

ü Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak  membuat operasional DBMS  tidak dapat dijalankan.

ü Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

ü Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

ü Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer  di   hitung    menurut    biaya  yang   dihabiskan   dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

ü Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site  yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

2. Gambarkan arsitektur client server dan collaboration server?

Jawab :

3. Pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan di gambarkan bagai mana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi, secara khusus gambarkan aturan meneger transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribus.

Jawab :

Aturan manager transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi:

a. Mengatur biaya komunikasi dengan menempatkan data di tempat yang sering diakses.

b. Meningkatkan kehandalan dan juga keberadaan dari sistem.

c. Meningkatkan kapasitas sebuah sistem.

d. Menigkatkan kinerja sistem.

e. Memperbolehkan pengguna untuk mengontrol.

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimaa data di simpan?

Jawab :

ü Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal, setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal. Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi lossless-join. Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

ü Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

Jawab :

 

Synchronous

Asynchronous

Replikasi transaksi

copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit

Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik

Teknik dasar

voting

read-any and write-all

peer-to-peer replication

primary site replidation

6. Definisikan distributed data independence?

Distributed data independence adalah pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada atau bias dikatakan dengan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika

7. Bagaimaa teknik voting dan red-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

Jawab :

a) teknik voting

transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

b) read-one write-all

penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication.

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan. khususnya jelaskan maksud capture dan apply?

Jawab :

Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek. Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu Primary Site dan Peer to Peer replication.

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi. Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-drivenApply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

Jawab :

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Perbedaanya :

ü Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

ü Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawab :

Pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdisribusi agar tidak dapat mengidentifikasi database pada sistem tersebut

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: