Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Nama : Ismi Nurusshobah Nim : E3110383 Prodi:MIF B

1. Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS

tersentralisasi?

2. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.

3. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan

digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara

khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic

transaksi terdistribusi.

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous ?

6. Definisikan distributed data independence.

7. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi

synchronous ?

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan.

Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS

terdistribusi ?

Jawaban :

1. DBMS terdistribusi memliki jangkauan area data yang luas (berbeda tempat) karena 1 database yang diakai bersama.

· Manajemen terkendali dalam pemakaian. (akses yang terpusat memudahkan memanajemen kontrol).

· Efisiensi biaya. (tak perlu membangun server di tiap tempat, karena sudah akses ke pusat, client-server)

· Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

2.

clip_image002

clip_image004

3. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan

digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi.

4. Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal, setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

clip_image006

Bila sebuah relasi difragmentasi, harus meliputi relasi asal dari fragmen :

o Fragmentasi horisontal : union dari fragmen horisontal harus sama dengan relasi asal. Fragmen biasanya dibutuhkan disjoint.

o Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi lossless-join.

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

· Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

clip_image008

5. · Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen) harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat transparan ke pemakai.

· Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

6. Pada basis data terdistribusi, data disimpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data.

7. · Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

· Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication

8. – Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi.

Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. · Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

10.

o Kurangnya kemampuan lokal otonomi

o Masalah kinerja, jika terpusat maka akan terjadi bottleneck

o Rendahnya ketersediaan, jika site pusat gagal , site yang lain tidak dapat membuat obyek basis databyang lain.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: