Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Nama : wahyu dwi permaadi Prodi : Mif D Nim : E3110772

1. Apakah Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

2. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.

3. Pada arsitektur Collaboration server, Jika suatu transaksi di kirim ke DBMS, akan di gambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda di koordinasi. Secara khusus, gambarkan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi.

4. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data di simpan.

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

6 Definisikan distributed data independence.

7. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all di implementasikan pada replikasi synchronous?

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replicaton di implementasikan. Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedural untuk implementasikan capture?

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawaban

1. Pada basis data terdistribusi data di simpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan. Pada basis data terdistribusi, distributed data independence (pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data) dan distributed transaction atomicity (dimana tidak ada perbedaan antara transaksi dan transaksi lokal). Selain itu pada DBMS terdistribusi ada banyak komputer yang disebut sites atau nodes. Site-site ini terhubung oleh jaringan komunikasi untuk mengirim data dan perintah-perintah di antara site-site tersebut.

2. Client-Server

QUERY

CLIENT CLIENT

SERVER SERVER SERVER

SERVER

Collaboration-Server

QUERY

SERVER

SERVER

3. Ketika sebuah transaksi mulai dikerjakan, maka transaksi itu berada dalam status aktif.  Jika terjadi penghentian sebelum operasi berakhir, maka transaksi segera beralih ke status gagal/failed.  Namun, bila keseluruhan transaksi selesai dikerjakan, maka transaksi itu berada pada status berhasil sebagian/partially committed, dimana perubahan-perubahan data masih berada di dalam memori utama yang bersifat volatile/tidak permanen.  Transaksi dalam status ini masih mungkin untuk pindah ke status failed, karena ada pembatalan transaksi baik sengaja maupun tidak.  Jika tidak beralih ke status failed, maka nilai-nilai data yang ada di memori utama akan direkam ke dalam disk yang bersifat permanen.  Begitu proses perekaman selesai, maka transaksi beralih ke status committed.  Sementara itu, transaksi yang berada pada status failed, maka DBMS harus menjalan proses rollback.  Proses tersebut dapat berupa:

· Mengulangi pelaksanaan transaksi / restart, yang dilakukan pada transaksi yang failed akbiat kemacetan perangkat keras ataupun perangkat lunak dan bukannya penghentian transaksi secara sengaja oleh user.

· Mematikan transaksi / kill, yang dilakukan untuk transaksi yang dihentikan secara sengaja oleh user atau akibat adanya kesalahan lojik dalam penulisan aplikasi.

Begitu salah satu dari pilihan proses tersebut selesai dilakukan, maka transaksi berpindah ke status batal (aborted).  Status berhasil sempurna/committed maupun batal/aborted merupakan status terminasi, yaitu status akhir dalam pelaksanaan transaksi.

4. a. Fragmentasi horisontal : setiap partisi terdiri dari himpunan baris dari relasi asal.

b. Fragmentasi vertikal : setiap partisi terdiri dari himpunan kolom pada relasi asal.

Sedangkan replikasi disimpan pada beberapa copy dari relasi atau suatu partisi pada beberapa tempat.

5. Pada replikasi synchronous semua copy dari relasi replika di ubah sebelum transaksi commit. Sedangkan pada replikasi asynchronous copy hanya di ubah secara periodik.

6. Distributed data independence pada basis data terdistribusi, data di simpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data

7. a. Voting : Transaksi harus menulis copy untuk memodifikasi sebuah objek, harus membaca cakup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu.

b. Read-any Write-all : penulisan lebih lambat dan pembacaan lebih cepat daripada teknik voting. Teknik ini banyak di gunakan pada synchronous replication.

8. Mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy di ubah. Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek.

9. Log-based : di gunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini di kerjakan ketika log terkhir di tulis ke disk harus menghapus perubahan ke sub sequent yang di hentikan transaksi.

Prosedural capture : suatu prosedur yang secara otomatis di bangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

10. Karena ada tahap replikasi dan fragmentasi

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: