Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

NAMA:SUCAHYONO NIM :E3110712 PRODI:MIF_D

 

1. Apakah keuntungan DBMS terdistrbusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

2. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration Server!

3. Pada arsitektur Collaboration Server,jika suatu transaksi dikirim di DBMS, akan digambarkan bagaimana aktifitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat yang berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi.

4. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan?

5. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

6. Definisikan Distributed Data Independence?

7. Bagaimana teknik voting dan real-one write-all diimplementasikan pada replikasi synchronous?

8. Berikan penjelasan bagaimana synchronous replication diimplemintasikan khusunya. Jelaskan maksud capture dan apply !

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedural untuk implementasi capture!

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawaban:

1.Keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS Tersentralisasi:

a.Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

b.Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

c.Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

2. a.Client Server

Untuk mengatasi kelemahan arsitektur-arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server. Client-server menunjukkan cara komponen software berinteraksi dalam bentuk sistem. Sesuai dengan namanya, ada sebuah pemroses client yang membutuhkan sumber dan sebuah server yang menyediakan sumbernya. Tidak ada kebutuhan client dan server yang harus diletakkan pada mesin yang sama. Secara ringkas, umumnya server diletakkan pada satu sisi dalam LAN dan client pada sisi yang lain.

clip_image002

Gambar 6. Arsitektur Client Server

Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.

Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.

b.Collaboration Server

Arsitektur clientserver tidak mengijinkan satu query mengakses banyak server karena proses client harus dapat membagi sebuah query ke dalam beberapa subquery untuk dieksekusi pada tempat yang berbeda dan kemudian membagi jawaban ke subquery. Proses client cukup komplek dan terjadi overlap dengan server; sehingga perbedaan antara client dan server menjadi jelas. Untuk mengurangi perbedaan diguankan alternatif Arsitektur clientserver yaitu sistem Collaboration Server. Pada sistem ini terdapat sekumpulan server basis data, yang menjalankan transaksi data lokal yang bekerjasama mengeksekusi transaksi pada beberapa server seperti pada Gambar 2.4.

Jika server menerima query yang membutuhkan akses ke data pada server lain, sistem membangkitkan subquery yang dieksekusi server lain dan mengambil hasilnya bersama-sama untuk menggabungkan jawaban menjadi query asal.

clip_image004

Gambar 2.4 Sistem Collaboration

3.Pada sistem ini terdapat sekumpulan server basis data, yang menjalankan transaksidata lokal yang bekerjasama mengeksekusi transaksi pada beberapa server seperti padaGambar diatas.Jika server menerima query yang membutuhkan akses ke data pada server lain,sistem membangkitkan subquery yang dieksekusi server lain dan mengambilhasilnya bersama-sama untuk menggabungkan jawaban menjadi query asal.Kelebihan arsitektur collaboration1.

Dapat menangani pengaksesan query dalam jumlah yang banyak atau multi query.2.

Dapat menangani sub queri dalam tempat yang berbedaKekurangan

Tidak cocok di gunakan untuk skala yang kecil karena collaboration memerlukan banyak memori, sehingga jika di gunakan dalam skala kecil akan mengakibatkan pemborosanmemori.

4. Fragmentasi Data merupakan sebuah proses pembagian atau pemetaan database  dimana database dipecah-pecah berdasarkan kolom dan baris yang kemudian disimpan didalam site atau unit komputer yang berbeda dalam suatu jaringan data, sehingga memungkinkan untuk pengambilan keputusan terhadap data yang telah terbagi. Data yang telah dipecah-pecah masih memungkinkan untuk digabungkan lagi dengan maksud untuk kelengkapan pendataan.

Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dan objek-objek database dari satu database ke database lain dan melaksanakan sinkronisasi antara database sehinggakonsistensi data dapat terjamin

5. A. Replikasi Synchronous

• Proses dilakukan secara real-time antara master dengan slave.

•Keseluruhan proses penulisan pada disk master dan slave harus selesai terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi selanjutnya.

•Kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan (kecepatan & jarak antar site/node)

•Keuntungannya : menyediakan recovery yang konsisten karena sinkronisasi data terjaga.

B. Replikasi Asynchronous

•Proses replikasi terjadi setelah transaksi di master selesai.

•Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave.

•Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan.

•Keuntungan : efektifitas biaya proses transaksi

6. Distributed data independence pada basis data terdistribusi, data di simpan pada beberapa lokasi dengan tujuan untuk membuat distribusi yang transparan, sehingga pemakai tidak perlu mengetahui lokasi data

7. Teknik voting mengharuskan transaksi menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuahobyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi.

– Teknik read-any write-all teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication karena penulisan lebih lamban dan pembacaan lebih cepat daripada teknik voting

8. Dalam pengimplementasiannya dibutuhakan penentuan berapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunderPerubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply. Sedangkan langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaituLog-Based Capture dan Procedureal Capture.Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

9. Pada procedural capture otomatis membangkitkan trigger dan mengerjakan capture dan kebalikan untuk log-based namun, implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

10. èSistem database terdistribusi, masing-masing database harusmemiliki global database name yang unik.Nama-nama unik ini mengidentifikasi sebuah database dalam sistem tersebut

DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.undip.ac.id/25272/1/Makalahku.pdf

http://cheesterzone.blogspot.com/2011/04/pengertian-transaksi-dalam-sistem.html

http://mudafiq.student.umm.ac.id/2010/04/21/fragmentasi-data-dalam-distribusi-data/

http://www.scribd.com/aghoush/d/66503117-Replikasi-Data

http://eprints.undip.ac.id/25272/1/Makalahku.pdf

http://cheesterzone.blogspot.com/2011/04/pengertian-transaksi-dalam-sistem.html

http://mudafiq.student.umm.ac.id/2010/04/21/fragmentasi-data-dalam-distribusi-data/

http://www.scribd.com/aghoush/d/66503117-Replikasi-Data

http://randymarley-santai.blogspot.com/p/pbo.html

http://slametridwan.wordpress.com/arsitektur-client-server/

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: