Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

PRODI MIF A_SMT 4

Nama : Ahmad Wahyudi

NIM    :E3110050 / A

Tugas  : SBDT

 

 

  1. Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

 

  • Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di  lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

 

  • Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan  dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai  kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan  memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua system

.

  • Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak  membuat operasional DBMS  tidak dapat dijalankan.

 

  • Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

 

  • Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

 

  • Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer  di   hitung    menurut    biaya  yang   dihabiskan  dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

 

  • Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site  yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

 

  1. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.
  • Client-Server :

 

 

  • Collaboration-Server:

 

 

  1. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan

digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara

khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic

transaksi terdistribusi.

 

 

  1. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan.

 

  • Ø Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

 

  • Ø Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

 

  1. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous ?

 

  • Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

 

  • Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

 

  1. Definisikan distributed data independence.

 

Independensi data terdistribusi : pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

  1. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi

synchronous ?

 

  • Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah
  • obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknyasatu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

 

  • Read-any Write-all: penulisan lebih lamban dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication

 

  1. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan.

Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply.

menentukan berapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder.

Perubahan biasanya dipropaganda dalam dua langkah yaitu Capture dan Apply. Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply.

 

  • Capture adalah suatu langkah yang dilakukan untuk membangkitkan suatu fungsi didalam implementasi asynchronous replication.

 

  • Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

 

  1. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

 

  • Ø Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.
  • Ø Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan Capture

 

  1. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Karena DBMS terdistribusi memiliki Manajemen Katalog Terdistribusi sehingga Menyimpan data terdistribusi pada beberapa tempat dapat menjadi sangat kompleks.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: