Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

PRODI MIF A_SMT 4

NAMA : ADIGUNA SURYA HAKIM

NIM : E3110017

PRODI : MIF – A

1. Keuntungan menggunakan database terdistribusi dan terrealisasi adalah sebagai berikut:

a. Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

b. Penggunaan bersama dan lokal otonomi, maksudnya Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya.

c. Keberadaan data yang ditingkatkan, maksudnya rusaknya data pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

d. Keandalan yang ditingkatkan, maksudnya Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga.

e. Kinerja yang ditingkatkan, maksudnya Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna.

f. Ekonomi, maksudnya Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer di hitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik.

g. Perkembangan modular, maksudnya Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada.

Sumber: irmarr.staff.gunadarma.ac.id/…/BAB+1+DDBMS+Konsep+dan+Desig…

2. Gambar Arsitek Client-Server dan Collaboration System

clip_image002[4]Client-Server:

clip_image003

Gambar arsitek Client Gambar arsitek Server

clip_image005[4]Collaboration System:

Sumber :

http://asep10106240.wordpress.com/2009/12/04/arsitektur-client-server/

http://devy-udin.web.ugm.ac.id/?p=64

http://mti.ugm.ac.id/~yudhistira/ResourceMTI/Tutorial/Cawu01/Database%20System/db-12.ppt

https://informatikast.wordpress.com/2012/04/16/arsitektur-client-system-collaboration-system-dan-middleware-system/

3.

a. Jika suatu transaksi melibatkan aktivitas pada tempat yang berbeda, maka
memanggil aktivitas sub transaksi.

b. Pada DBMS terdistribusi, manajemen lock berupa lokasi sentral, primary copy
atau terdistribusi penuh. Deteksi deadlock pada system terdistribusi dibutuhkan.

c. Pemulihan pada DBMS terdistribusi dilakukan menggunakan commit protocol
yang mengkoordinasi aktivitas pada tempat yang berbeda yang dilibatkan pada
transaksi. Pada Two-Phase Commit, setiap transaksi didesain oleh tempat
coordinator. Sub transaksi dieksekusi pada tempat sub ordinat. Protokol
menjamin bahwa perubahan dibuat oleh beberapa transaksi dapat dipulihkan. Jika
tempat coordinator bertabrakan, sub ordinat di blok, dan sub ordinat harus
menunggu coordinator pulih.

Sumber: http://dtheablog.blogspot.com/p/basis-data-terdistribusi.html

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan:

Fragmentasi: disimpan ditempat yang tepat / tupel relasi karena berisi sejumlah informasi.

Replikasi: Replikasi pada relasi disebut replikasi penuh bila relasi tersebut disimpan pada semua situs.

Sumber: http://ratna-punya-blog.blogspot.com/2011/02/fragmentasi-alokasi-dan-replikasi.html

5. Perbedaan antara replikasi shynchronous dan ashynchronous:

1. Replikasi Synchronous: Proses dilakukan secara real-time antara master dengan slave. Keseluruhan proses penulisan pada disk master dan slave harus selesai terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi selanjutnya. Kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan (kecepatan & jarak antar site/node) Keuntungannya : menyediakan recovery yang konsisten karena sinkronisasi data terjaga.

2. Replikasi Asynchronous: Proses replikasi terjadi setelah transaksi di master selesai. Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave. Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan.

Keuntungan : efektifitas biaya proses transaksi

Sumber: http://www.undiksha.ac.id/e-learning/staff/mhsfiles/4/0705021025-3.txt

6. Definisi distributed data independence: Data Independence / Program Aplikasi sama sekali tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada data, begitu juga sebaliknya.

Sumber: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=definisi%20distributed%20data%20independence&source=web&cd=1&sqi=2&ved=0CFsQFjAA&url=http%3A%2F%2Felista.akprind.ac.id%2Fstaff%2Fcatur%2FBasisdata%2520Tersebar%2FAdditional%2FBasisdata%2520tersebar.doc&ei=giyxT8HeMYTJrAfalcGUBA&usg=AFQjCNG360B6oZjjAGOO8_wjGKey9HcSgw&cad=rja

7. Teknik voting dan read-one write-all:

a) teknik voting

Transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

b) read-one write-all

penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan khususnyajelaskan maksud capture dan apply?

Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek. Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu Primary Site dan Peer to Peer replication.

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

9. Perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture:

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

10. Pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi

Karena nama-nama unik ini untuk mengidentifikasi sebuah database dalam sistem tersebut.

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: