Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Beberapa Bidang [Achmad Firman choiri – E32120716 ]

Achmad Firman Choiri
E32120716 – TKK B – Semester 4

Aplikasi Kecerdasan Buatan Dalam Beberapa Bidang

1. Bidang Pertahanan dan Keamanan
Robot Penjinak Bom Buatan Indonesia
robot-gegana-polri2
Dalam dunia teknologi Indonesia ternyata tidak kalah dengan negara maju lainnya. Begitu juga polisi Indonesia dalam menciptakan robot penjinak bom milik Gegana Mabes Polri, dengan biaya yang lebih murah, Gegana Korps Brimob Polri mampu menciptakan robot penjinak bom sekaliber buatan Jerman. “Robot Gegana” itulah nama robot seberat sembilan kilo gram yang lahir pada awal tahun 2012.

Robot berbentuk tank baja tersebut mampu mengangkat benda seberat delapan kilogram bila dalam posisi tangan menekuk dan empat kilo gram bila dalam posisi tangan memanjang. Robot berukuran kurang lebih satu meter dan lebar kurang lebih 40 centimeter tersebut bisa bergerak di segala medan, tanah, berumput, lumpur, tembok, bahkan mampu menaiki tangga. Pembuatan robot tersebut hanya membutuhkan waktu enam bulan dengan biaya yang cukup minim. Awalnya robot yang dilengkapi enam kamera tersebut akan dirancang layaknya ampibi sehingga bisa berjalan di air. Tetapi karena keterbatasan biaya riset, akhirnya robot tersebut dibuat seperti tank baja mini dengan ban rantai yang terbuat dari karet. Sementara bodinya terbuat dari alumunium. Petugas stand Korps Brimob dalam acara pameran pelayanan Polri di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/6/2013) Brigadir Aprinal Chan menjelaskan kepada tribunnews.com bahwa robot gegana tersebut sengaja dideasin ringan supaya tidak mudah habis baterainya.
Robot tersebut digerakan dengan remot kontrol dan bisa dikendalikan dalam radius 500 sampai 600 meter. Robot tersebut bergerak dengan menggunakan tenaga baterai. “Cukup di cash satu jam, robot ini bisa digunakan selama satu jam,” katanya.

Dengan kemampuan dan fungsi yang sama, putra Indonesia sudah mampu menciptakan robot kelas dunia. Biaya pembuatannya memakan dana Rp 350 juta, lebih murah dibandingkan dengan robot penjinak bom buatan Jerman yang harganya mencapai Rp 6 miliar.
Pembuatan robot tersebut memakan waktu enam bulan, sehingga membuat negara-negara lain tercengang. Padahal negara lain dalam membuat robot yang memiliki fungsi dan kemampuan yang sama membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Rancangan Robot Gegana tersebut didesain tim gegana yang dibantu orang-orang PT Dirgantara Indonesia, sehingga konsepnya seperti pesawat terbang. “Robot ini baru dibuat satu buah. Setelah selesai langsung diserahkan kepada Gegana,” ucapnya.
Proyek pembuatan robot Gegana tersebut melalui proses tender yang dimenangkan sebuah perusahaan, tetapi untuk rancangan dan desainnya dibuat orang-orang Brimob, sehingga perusahaan yang memenang tender hanya melaksanakan pembuatan sesuai keinginan desainernya. Robot tersebut berfungsi untuk memindahkan bahan peledak dan mengurainya.
http://www.tribunnews.com/nasional/2013/06/29/mengenal-robot-penjinak-bom-buatan-indonesia

2. Bidang Ekonomi dan Bisnis
E-Banking (Internet Banking)
Manfaat dan keuntungan internet banking. Akhir-akhir ini penggunaan internet seakan-akan tidak bisa dipisahkan dalam menunjang aktivitas dan kegiatan kita sehari-hari. Banyak aktivitas kita saat ini yang memerlukan koneksi internet sebagai penunjangnya. Penggunaan koneksi internet paling banyak digunakan dalam kegiatan bisnis. Dengan bantuan koneksi internet, pasal global pun terbuka bagi siapa saja tanpa harus mempermasalahkan jarak dan waktu. Sistem pembayaran barang dan jasa pun semakin mudah dengan adanya transaksi secara online. Sehubungan dengan hal tersebut maka pengelola bank pun baik pemerintah maupun swasta sebagai pengelola dana masyarakat berlomba-lomba menciptakan sistem transaksi yang memungkinkan seseorang melakukan pembayaran ataupun transaki perbankan lainnya tanpa harus datang ke bank secara langsung. Sistem tersebut kini popular dengan sebutan e-Banking atau internet banking. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan internet banking? Dan apa saja yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan layanan internet banking? Sebelum mengetahui tentang berbagai layanan yang terdapat dalam internet banking, mari kita bahas sedikit tentang pengertian internet banking itu sendiri.
E-Banking atau electronic banking atau yang sering disebut internet banking merupakan suatu layanan yang diciptakan oleh bank (swasta maupun pemerintah) dengan memanfaatkan teknologi internet, sebagai media untuk melakukan berbagai macam transaksi yang berhubungan dengan transaksi perbankan. Layanan internet banking ini menggunakan jaringan internet sebagai perantara atau penghubung antara nasabah dan pihak bank. Selain itu, bentuk trasaksi yang dilakukan pun bersifat maya, atau tanpa memerlukan proses tatap muka antara nasabah dan petugas bank yang bersangkutan. Dengan kata lain internet banking merupakan kebalikan dari proses transaksi perbankan konvensional, dimana pada proses transaksi konvensional diperlukan tatap muka antara langsung antara pihak bank dan juga nasabah, maka hal itu tidak diperlukan jika kita menggunakan layanan internet banking ketika melakukan transaksi perbankan. Transaksi yang dilakukan pun bersifat maya, artinya semua transaksi dilakukan dengan dukungan koneksi internet dan tanpa tatap muka langsung dengan pihak bank. Dengan bermodalkan koneksi internet yang kita miliki, baik itu melalui PC, telefon genggam, maupun tablet, transaksi internet banking pun dapat kita lakukan dimanapun. Berikut beberapa manfaat dan keuntungan internet banking :
– Cek saldo
– Pembayaran Tagihan
– Pembayaran uang non tunai
– Pemesanan Tiket

Saat ini transaksi perbankan di Indonesia telah cukup modern dan diharapkan kualitas pelayanan perbankan bisa lebih ditingkatkan demi kepuasan nasabah dan yang lebih penting dapat membantu meningkatkan perekonomian negara kita tercinta ini.
http://barutau.com/manfaat-internet-banking.html

3. Bidang Pendidikan

Mobile Learning (M-Learning)

Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada lembaga pendidikan saat ini sudah menjadi keharusan, karena penerapan TIK dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu institusi pendidikan. Tidak sedikit guru/dosen yang memanfaatkan kemajuan teknologi dengan mengunakan internet sebagai pembelajaran online atau biasa kita dengar dengan online learning. Tren baru dalam dunia eLearning saat ini adalah dikenal adanya dengan istilah Mobile Learning, penggunaan media portable seperti Smartphone, IPhone, PCTablet untuk mengakses sistem pembelajaran online sedang ramai dibicarakan dan digunakan di negara maju seperti Amerika Serikat dan negara berkembang, tak terkecuali di Indonesia. Penggunaan Mobile Learning sebagai penunjang proses belajar mengajar ini dirasa bisa menambah fleksibilitas dalam kegiatan belajar mengajar.
Berikut ini ada beberapa manfaat mengenai Mobile Learning dari dua sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan pendidik:
a. Peserta Didik
Dengan kegiatan Mobile Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengaskses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan pendidik setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaaan, maka kegiatan Mobile Learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik yang :
1. belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya
2. mengikuti program pendidik dirumah (home schoolers) untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orang tuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer
3. merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.
b. Pendidik
Dengan adanya kegiatan Mobile Learning, beberapa manfaat yang diperoleh pendidik/instruktur antara lain adalah bahwa mereka dapat:
1. Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi
2. Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkata wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif banyak;
3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik, bahkan pendidik/instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajri, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang
4. mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu;
5. memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepda peserta didik.
Mobile Learning dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam membentuk budaya belajar baru yang lebih modern, demokratis dan mendidik. Budaya belajar adalah bagian kecil dari budaya masyarakat. Budaya masyarakat diartikan sebagai keterpaduan keseluruhan objek, ide, pengetahuan, lembaga, cara mengerjakan sesuatu, kebiasaan, pola perilaku, nilai, dan sikap tiap generasi dalam suatu masyarakat yang diterima suatu generasi dari generasi pendahulunya dan diteruskan acapkali dalam bentuk yang sudah berubah kepada generasi penerusnya (Kartasasmita, 2003).
http://ruhulhusna.wordpress.com/2013/10/28/mobile-learning-m-learning/

4. Bidang Agronomi dan pertanian
Mesin Pemanen Tebu (Chopper harvester)
Chopper harvester adalah alat untuk memotong tebu berupa potongan-potongan berukuran pendek. Tebu yang sudah dipotong pada pangkal batangnya akan dipotong lagi menjadi potongan-potongan lebih pendek yang disebut billet dengan ukuran 20 – 40 cm.
Metode ini mirip dengan panen tangkai utuh bahwa seluruh tebu dipotong, atasnya, dan disimpan ke dalam mesin, bawah-berakhir. Batang dipotong menjadi billet berukuran 656 kaki (200 mm) panjang dengan rol mesh atau pisau rotor dan kemudian dibakar. Kotoran akan dihapus dari dengan mekanisme ekstraksi. Para billet perjalanan sebuah konveyor, yang mengirimkan mereka melalui ekstraktor sekunder
Proses yang terjadi di dalam suatu unit mesin panen tebu chopper harvester secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut :
(1) Mengarahkan batang-batang tebu dalam suatu barisan ke dalam bagian pemotong batang tebu
(2) Memotong pucuk batang tebu
(3) Memotong batang tebu di permukaan tanah
(4) Menggoncang batang tebu supaya terlepas dari tanah dan pasir yang menempel
(5) Memotong batang-batang tebu menjadi billet
(6) Membawa billet menggunakan conveyer
(7) Membuang sampah (trash) dan material yang ringan
(8) Memuat billet ke kendaraan angkut.
http://rahmamj24.blogspot.com/2013/04/mekaniasai-pertanian-chopper-harvester.html

5. Bidang Teknik dan Rekayas
Computer Aided Design (CAD)
Seperti semua ilmu pengetahuan dan teknologi modern, usaha, komputer dan software memainkan peran yang semakin penting. Ada beberapa software aplikasi yang khusus untuk kebutuhan rekayasa. Komputer dapat menghasilkan model dari proses fisik, yang dapat diselesaikan dengan menggunakan metode numerik.
Salah satu yang paling banyak digunakan alat dalam profesi adalah Computer Aided Design (CAD) perangkat lunak yang memungkinkan para insinyur untuk menciptakan model 3D, 2D gambar, dan skema desain mereka. CAD bersama-sama dengan Digital Mockup (DMU) dan Computer Aided Engineering (CAE )software seperti analisis metode elemen hingga atau metode elemen analitik memungkinkan para insinyur untuk membuat model desain yang dapat dianalisis tanpa harus membuat mahal dan memakan waktu prototipe fisik.
Ini memungkinkan produk dan komponen yang harus diperiksa untuk cacat; menilai cocok dan perakitan; studi ergonomi dan menganalisis statis dan dinamis karakteristik sistem seperti tekanan, temperatur, emisi elektromagnetik, arus dan tegangan listrik, level logika digital, fluida mengalir, dan kinematika. Akses dan distribusi semua informasi ini biasanya dibuat dengan menggunakan software Product Data Management.
Ada juga banyak peralatan untuk mendukung tugas-tugas teknik tertentu seperti Computer Aided Manufacture (CAM), perangkat lunak untuk menghasilkan instruksi mesin CNC; Manufacturing Process Management perangkat lunak untuk kebutuhan produksi; EDA untuk Printed Circuit Board (PCB) dan Circuit Schematic untuk rekayasa elektronik; MRO aplikasi untuk manajemen pemeliharaan dan AEC software untuk teknik sipil.
Dalam beberapa tahun terakhir penggunaan perangkat lunak komputer untuk membantu pengembangan barang-barang telah secara kolektif kemudian dikenal sebagai Product Lifecycle Management (PLM)

http://arydj.wordpress.com/2010/11/01/3-rekayasa-teknologi/

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: