Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Archive for the category “Bahasa Indonesia”

Achmad Sadzali / TKK Gol A / E3211319

Nama: Ahmad Sadzali
NIM : E3211319
Prodi : Teknik Komputer
n Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah.
Seperti dikatakan oleh Ir. Balza Achmad, M.Sc.E. (2006) bahwa program komputer konvesional pada dasarnya adalah sebuah program komputer yang berbasis algoritma yang bisa dikonversi menjadi data seperti: angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah. Agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

Iklan

taufik azhar effendi / gol A (e3211382)

Nama: taufik azhar effendi
Nim: e3211382
Prodi: tkk/A

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelomp…ok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Rich (1991) menyatakan bahwa pengertian Kecerdasan Buatan adalah “Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.” Kecerdasan buatan merupakan suatu hal penting untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan suatu hal.

Oleh karena itu, Dengan adanya sebuah software sistem pakar, diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat dan menyelesaikan suatu konflik tentunya dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang cepat.

Tugas Bahasa Indonesia Golongan A (Membuat Kutipan)

TKK SMT II
Golongan A

Nama : Ayulandanis Amanda Putri
NIM : E3211009
Prodi : Teknik Komputer
Gol : A
Tugas : Membuat contoh kutipan dari Modul Diktat Kecerdasan Buatan.
Seiring dengan perkembangan zaman, berbagai kemajuan teknologi beserta kecanggihannya dapat membantu mempermudah kegiatan manusia. Dalam berbagai bidang tidak luput dari peran sebuah teknologi dan kualitas sumber daya manusia yang baik pula tentunya. Bidang – bidang tersebut memanfaatkan dan menerapkan sistem kecerdasan buatan. Menurut Rich (1991) “Kecerdasan buatan adalah sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”. Pada bidang transportasi contohnya, implementasi dari sistem kecerdasan buatan yakni, menggunakan GPS sebagai alat bantu navigasi.
Selain adanya kemajuan teknologi, kualitas sumber daya manusia atau pakar dalam suatu bidang juga sangatlah penting. Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “Seorang pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman spesifik dalam suatu bidang”. Jadi ilmu seorang pakar bukan hanya ilmu yang telah diperoleh berdasarkan pada sebuah teori saja, namun sesuai dengan fakta dan pengalamannya.
Apabila kemajuan teknologi dan kualitas SDM berjalan seimbang, sesuai bidang yang dikuasai masing – masing, maka manfaatnya dapat dirasakan bersama.

Nama : Tonny Tris Haripurwanto
NIM : E3211015
Prodi : TKK / A

Tugas : Membuat kutipan 2 paragraf berdasarkan Diktat Kecerdasan Buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Rich (1991) menyatakan bahwa pengertian Kecerdasan Buatan adalah “Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia”.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.” Kecerdasan buatan merupakan suatu hal penting untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan suatu hal.

Nama : Nurul Huda
NIM : E3211116
Prodi : TKK / A

Seiring dengan berkembangnya teknologi, khususnya dibidang teknologi Informasi. Ini dapat dimaklumi mengingat banyaknya user yang kurang memiliki kemampuan dalam hal komputer. Dan tidak jarang sebuah institusi harus mengeluarkan banyak biaya hanya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Untuk itu, dirasakan perlu untuk membuat suatu software yang dapat membantu memecahkan permasalahan kerusakan komputer.

Software yang dibuat harus menyajikan solusi cepat, tepat, masuk akal, dan efisien karena diyakini dengan software tersebut bisa menghemat biaya. Software yang dimaksud adalah software sistem pakar sebagai mengganti seseorang / perusahaan yang ahli dibidangnya. Menurut Achmad(2006), Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Sehingga dengan adanya suatu sistem pakar diharapkan mampu menekan biaya dan waktu untuk mengatasi masalah – masalah yang ada.

Oleh karena itu, Dengan adanya sebuah software sistem pakar, diharapkan mampu mengatasi masalah yang terjadi pada masyarakat dan menyelesaikan suatu konflik tentunya dengan biaya yang lebih rendah dan waktu yang cepat.

Nama : Galih Permana
NIM : E3211119
Prodi : TKK / 2 / A

Di masa kini, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan jamak dijumpai. Namun masih banyak menyisakan pertanyaan skeptis tentang ‘mesin berfikir’. Turing, et. al, (1996) menyatakan bahwa “suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”.

Kemampuan untuk problem solvingadalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. Terlihat di sini bahwa mesin cerdas akan diragukan untuk dapat melayani keperluan khusus jika tidak mampu menangani permasalahan remeh/kecil yang biasa dikerjakan orang secara rutin. Padahal menurut Winston dan Prendergast, (1984) Tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.

Nama : Aldo Septian Nugroho
Nim : E3211124
Prodi : Teknik Komputer
Golongan : A
Dengan berkembangnya teknologi masa kini, khususnya dibidang teknologi Informasi. Banyak alat-alat yang menggunakan kecerdasan buatan sehingga mereka dapat berpikir. Dengan begitu kita tidak perlu susah-susah untuk melakukan pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh alat yang memiliki kecerdasan buatan.
Newell dan Simon (1954) Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital merupakan landasan dasar Kecerdasan Buatan. Dalam kecerdasan buatan dapat dilakukan dengan cara sistem pakar, pemprosesan bahasa alami, pemahaman ucapan/suara, sistem sensor dan robotika, komputer visi, Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, dan mesin belajar.
Aplikasi lainnya misalnya untuk merangkum berita, pemrograman komputer secara otomatis, atau menerjemahkan dari suatu bahasa ke bahasa yang lain, serta aplikasi dalam permainan (Ingat pertandingan catur antara Grand Master Anatoly Karpov dengan komputer Deep Thought dari IBM).

Nama : Hervinda Pradana Putra
NIM : E3211128
Prodi : TKK /A

Menurut Winston dan Prendergast (1984), “ tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih berguna.” Dengan kecerdasan buatan itu dapat diimplementasikan untuk memanfaatkan barang – barang ataupun mesin – mesin yang ada akan lebih berguna untuk apapun sesuai dengan kebutuhan sehari – hari.

Mennurut 10 peneliti pada konferensi Dartmouth tahun (1956), “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”. Jadi apa yang ada di otak manusia akan diterapkan disebuah mesin atau robot yang akan secara otomatis seperti mempunyai akan dan fikiran seperti manusia. Hal ini merupakan dasar terbentuknya Kecerdasan Buatan,.

Nama : Fahmi Rizal Muttaqin
NIM : E3211148
Prodi : TKK / 2A

Tugas Kutipan Praktikum Bahasa Indonesia

Kemajuan teknologi computer pada saat ini sudah sangatlah besar. Komputer tidak lagi hanya bisa menerima inputan dari keyboard tetapi sudah bisa melalui perintah suara atau ucapan manusia. “Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding), adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan”, (Achmad 2006).
Perkembangan teknologi computer yang lain adalah sebuah computer dapat menjadi seorang pengajar atau guru secara langsung kepada murid. Hal ini seperti yang dikatakan Achmad (2006) bahwa Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, adalah komputer yang mengajari manusia. Belajar melalui komputer sudah lama digunakan, namun dengan menambahkan aspek kecerdasan di dalamnya, dapat tercipta komputer “guru” yang dapat mengatur teknik pengajarannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan “murid” secara individiual. Sistem ini juga mendukung pembelajaran bagi orang yang mempunyai kekurangan fisik atau kelemahan belajar.

Nama : Hendik Saputro
NIM : E3211150
PS : TKK / 2 /A
Makul : Praktikum Bahasa Indonesia

Kutipan
Kecerdasan buatan dapat diartikan secara sederhana sebagai proses pemikiran yang bisa dilakukan oleh manusia diterapkan pada sebuah mesin sehingga mesin tersebuat dapat melakukan suatu hal yang sama dengan manusia. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Balza Achmad (dalam Rich, 1991) menyatakan bahwa “Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebutcerdas”. Dalam perkembangannya, banyak mesin yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia, mesin-mesin itu dapat diciptakan karena pemikiran manusia yang ingin menciptakan suatu mesin yang bisa membantu kegiatannya. Mesin-mesin yang bisa melakukan kegiatan manusia pada masa ini sering disebut dengan istitah robot.
Tak hanya robot yang bisa melakukan kegiatan manusia, robot merupakan bentuk fisik suatu mesin yang bisa melakukan kegiatan manusia. Namun disamping itu, setiap benda fisik yang bisa bergerak dan bisa melakukan kegiatan, pasti ada suatu sistem yang mengontrol pergerakan dan pemikiran robot tersebut. Adalah komputer yang mengatur apa yang harus dilakukan jika robot tersebuat menemukan suatu yang menjadi parameter gerakannya.
Menurut Balza Achmad (2006) menyatakan, “problem solvingadalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks”. Problem solving inilah yang digunakan sebagai parameter yang menetukan tingkat kecerdasan suatu robot. Problem solving akan menentukan apa yang harus dilakukan jika menemukan suatu kondisi yang memerlukan suatu tindakan. Problem solving ini sesuai dengan apa programer benamkan dalam algoritma program robot tersebut.


Nama : Nur Laily Hidayah
NIM : E3211243
Prodi : TKK /A

Membuat kutipan dari artikel Kecerdasan Buatan ( 2. Definisi Kecerdasan Buatan )
Setiawan (1993) menyatakan bahwa “Definisi kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas” . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar.

Adapun tujuan dari kecerdasan buatan seperti yang dikemukakan oleh Winston dan Prendergast (1984) bahwa membuat mesin menjadi lebih pintar, memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, membuat mesin menjadi lebih berguna.


Nama : Ivan Rizqi Romadhoni
NIM : E3211280
Prodi : TKK
Golongan : A

Kecerdasan buatan adalah Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993) . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).
Menurut Winston dan Prendergast (1984), “tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”.


Nama : Martha Wahyu P.
Nim : E3211282
Prodi : Teknik Komputer

Perkembangan teknologi zaman sekarang ini semakin maju. Berbagai alat berteknologi tingggi mulai bermunculan didunia. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah robot yang mampu melakukan aktifitas seperti manusia. Robot ini mampu melakukan tarian, berbicara, dan berjalan layaknya seorang manusia.
Robot dengan kemampuan seperti ini di sebut robot humanois yang memiliki sistem kecerdasan buatan. Menurut Turing, et. al, (1996) “Kecerdasan buatan adalah Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”. Dengan adanya sistem ini sebuah robot mampu melakukan hal yang bisa dilakukan manusia.
Pemasangan kecerdasan buatan pada robot-robot modern bertujuan untuk membuat sebuah robot yang mampu memabantu aktifitas manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984)” tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar”.
Dengan kemajuan yang semakin pesat seperti ini bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan manusia mampu membuat sebuah robot yang memiliki kemiripan 99% dengan manusia seperti yang berada pada animasi film terminator.


Nama : Fredy Christ H
Nim : E3211289
Prodi : Teknik Komputer

KECERDASAN BUATAN

Kecerdasan Buatan atau bahasa inggrisnya Artificial Intelligence (AI) merupakan cabang ilmu komputer yang khusus ditujukan untuk membuat perangkat lunak dan perangkat keras yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.
b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.
c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

Kecerdasan Buatan didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Tetapi menurut Ir. Balza Achmad, M.Sc.E (2006), tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:
a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991).
b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993).
c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et. al, 1996).
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)

Nama : Keza Saifin Nuha
Nim : E3211295
Prodi : Teknik Komputer

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas (H. A. Simon 1987).

Pengembangan AI dilakukan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer serta Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja. (Winston dan Prendergast 1984) mengungkapkan ada tiga tujuan dari kecerdasan buatan antara lain :

1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)


Nama: Annisaa Sri Hindayati
NIM : E3211323
Prodi : TKK / A

Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “ Tujuan sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari suatu pakar ke komputer, kemudian ke orang lain ( yang bukan pakar)”. Biasanya sistem pakar ini berupa sebuah perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.
Hal ini seperti yang dikatakan Balza Achmad (2006) bahwa sistem pakar sangatlah bermanfaat. Sistem pakar dapat meningkatkan output dan produktivitas, karena sistem pakar bekerja lebih cepat dari manusia.


Nama : Muhamad Arif Triwibowo
NIM : E3211326
Prodi : TKK
Golongan : A

Kecerdasan buatan adalah Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991). Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll).
Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”


Nama : Reza Dwi Hermawan
Nim : E3211356
Prodi : Teknik Komputer
Golongan : (A)

Tugas membuat kutipan dari artikel kecerdasan buatan

Turing (1996) Menyatakan bahwa “devinisi kecerdasan buatan adalah Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas” jadi sebuah mesin dikatakan cerdas apabila manusia yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama.

Menurut Winston dan Prendergast (1984) tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah “pertama , Membuat mesin menjadi lebih pintar , kedua , Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu , dan yang ketiga Membuat mesin menjadi lebih berguna”. Dan arti dari kecerdasan itu sendiri adalah kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding).


Nama : Ferdian Wahyu A.
Prodi : TKK (Gol A)
NIM : E3211357
Kutipan Kecerdasan Buatan
Pendefinisian kecerdasan buatan (Artifisial Intelligens, AI) ialah sebuah pembelajaran atau studi tentang bagai mana dapat membuat sebuah komputer yang biasa kita pakai, dapat melakukan segala hal apa saja yang dapat dilakukan atau dikerjakan manusia biasanya, seperti bermain catur melawan AI ini didefinisikan oleh (Rich, 1999).
Seperti yang dinyatakan (Alan Turing) sebuah mesin dikatakan pintar apa bila seorang manusia yang sedang berbicara kepada orang lain dimana kedua orang tersebut tidak saling melihat tetapi menggunakan mesin, danjuga tidak mampu menentukan apa itu manusi ataupun mesin walau dilontarkan sebuah pernyataan yang sama berulang-ulang.


NAMA : MIYANTO
NIM : E3211377
PRODI : TEKNIK KOMPUTER ( A )

Semua orang pasti mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, kemampuan untuk mengerti dan memahami suatu masalah yang ada antara individu tidak sama. Hal ini seperti yang dikatakan Balza Achmad (2006) bahwa arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding).

Turing, et. Al ( 1996) ”menyatakan bahwa Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas”. Seperti mesin yang di buat oleh manusia untuk membantu pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Contoh mesin yang dapat memperingan pekerjaan manusia antara lain mesin pemotong rumput, mesin penyedot debu.


Nama : Dimas Galuh Chrisna Putra
NIM : E3211403
Prodi : Teknik Komputer
Perkembangan teknologi zaman sekarang ini semakin maju. Berbagai alat berteknologi tingggi mulai bermunculan didunia. Salah satu produk perkembangan teknologi adalah robot yang mampu melakukan aktifitas seperti manusia. Robot ini mampu melakukan tarian, berbicara, dan berjalan layaknya seorang manusia.
Robot dengan kemampuan seperti ini di sebut robot humanois yang memiliki sistem kecerdasan buatan. Setiawan (1993) menyatakan bahwa “Definisi kecerdasan buatan adalah cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas” . Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar.
Pemasangan kecerdasan buatan pada robot-robot modern bertujuan untuk membuat sebuah robot yang mampu memabantu aktifitas manusia. Menurut Winston dan Prendergast (1984)” tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar”.

Nama : SATRIO SINGGIH W
NIM : E3211370
Prodi : Teknik Komputer
1. Sejarah Kecerdasan Buatan
Pada awal abad 20, penemu dari Spanyol,Torres y Quevedo membuat sebuah mesin yang dapat men ‘skak-mat’ raja lawan dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis dimulai setelah ditemukanya komputer digital.Artikel Kecedasan Buatan pertama ditulis oleh Alan Turin pada tahun 1950,dan kelompok riset pertama dibentuk pada tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell dan Herbert Simon. di konferensi Dartmouth tahun 1956,kecerdasan buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri,dimana 10 peneliti muda ingin mempergunakan komputer untuk dimodelkan dengan cara berfikir manusia. Hipotesis mereka yaitu “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”,dan ini menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan. (Ir.Balza Achmad, M.Sc.E, 2006)

2. Definisi kecerdsan buatan
Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.Kecerdasan buatan didefinisikan bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.Definisi kecerdasan buatan Menurut para ahli yaitu:
a) H. A. Simon [1987] :
“ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas”
b) Rich and Knight [1991]:
“Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.”

Menurut para ahli bahwa Kecerdasan Buatan terdapat 2 ide dasar yaitu :
a) Menyangkut dalam proses nalar dan pola pikir manusia
b) berkesinambungan dengan menampilkan proses melalui mesin sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan,robotika dll)
Kecerdasan buatan pada dasarnya membuat manusia mampu mempelajari dan mengembangkan kemampuanya pada mesin.Kemampuan manusia dengan mesin(komputer) memiliki perbedaan baik keungulan dan kekurangan diantaranya:
a) manusia dalam mengolah data lambat, computer cepat
b) manusia kepresisiannya kurang, computer sanagat presisi
c) (ketepatan)manusia logika berpikir ada, computer tidak ada
d) manusia dapat berkembang, computer tidak dapat berkembang
e) manusia adaptif, computer tidak adaptif (konstan)
f) manusia bersifat fleksibel, computer tidak
g) manusia memiliki alternative, computer tidak

Menurut Winston dan Prendergast (1984), Tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:
a) Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama).
b) Memahami apakah kecerdasan intelligence (tujuan ilmiah).
c) Membuat mesin menjadi lebih berguna(tujuan entrepreneurial).\

A. Cabang Kecerdasan Buatan
Menurut (Ir.Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) cabang kecerdasan buatan yaitu :
a) Pencarian Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.
b) Representasi : yakni bagaimana mempresentasikan /menuliskan fakta-fakta yang ada ke dalam simbol-simbol atau bahas logika matematis.
c) Perencanaan : program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi), fakta tengtang situasi yang khusus, dan suatu pernyataan tentang tujuan. Kemudian dibuatlah strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Biasanya strategi berupa urut-urutan aksi.
d) Epistelomogi : yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.
e) Ontologi : ilmu tentang keberadaan dan realitas.
f) Heuristik : yaitu suatu cara atau teknik untuk mencoba menemukan suatu benda/ide.

Nama : M. JUNDULLOH ASSIDIQI
NIM : E3211312
Prodi : Teknik Komputer
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll)
Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Ir.Balza Achmad (2006) menyatakan bahwa “ Tujuan sistem pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari suatu pakar ke komputer, kemudian ke orang lain ( yang bukan pakar)”. Biasanya sistem pakar ini berupa sebuah perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.
Menurut Winston dan Prendergast (1984), “tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah Membuat mesin menjadi lebih pintar, Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu, Membuat mesin menjadi lebih berguna”.

Mohamad Bastian A / E3211820

Nama : Mohamad Bastian Alifi

Nim : E3211820

 

Tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:
a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991)
b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993)
c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing, et. al, 1996)
Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (komputer, robot, dll) (Balza Achmad , 2006 : 1).

Kecerdasan di ciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Pengertian kecerdasan bagi beberapa orang berbeda. Dari kamus, arti kecerdasan adalah: kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Perilaku cerdas dapat ditandai dengan:

a. Belajar atau mengerti dari pengalaman
b. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif
c. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)
d. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif
e. Berurusan dengan situasi yang membingungkan
f. Memahami dengan cara biasa/rasional
g. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan
h. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

Sebuah ujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah sebuah komputer/ mesin menunjukkan perilaku cerdas didesain oleh Alan Turing. Tes Turing menyatakan sebuah mesin dikatakan pintar hanya apabila seorang pewawancara (manusia) yang berbicara dengan orang lain dan mesin yang dua-duanya tidak terlihat olehnya, tidak mampu menentukan mana yang manusia dan mana yang mesin, meskipun dia telah berulang-ulang melontarkan pertanyaan yang sama (Balza Achmad , 2006 : 2).

M Jakfarrullah / E3211845

Nama : M. Jakfarrullah

Nim : E3211845

 

 

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Kecerdasan Buatan

Di awal abad 20, seorang penemu Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Perkembangan secara sistematis kemudian dimulai segera setelah diketemukannya komputer digital. Artikel ilmiah pertama tentang Kecerdasan Buatan ditulis oleh Alan Turing pada tahun 1950, dan kelompok riset pertama dibentuk tahun 1954 di Carnegie Mellon University oleh Allen Newell and Herbert Simon. Namun bidang Kecerdasan Buatan baru dianggap sebagai bidang tersendiri di konferensi Dartmouth tahun 1956, di mana 10 peneliti muda memimpikan mempergunakan komputer untuk memodelkan bagaimana cara berfikir manusia. Hipotesis mereka: “Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital”, dan ini yang menjadi landasan dasar Kecerdasan Buatan. Tidak ada kesepakatan mengenai definisi Kecerdasan Buatan, di antaranya adalah:

a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia. (Rich, 1991)

b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas. (Setiawan, 1993)

c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas. (Turing, et. al, 1996)

Kemampuan untuk problem solving adalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan dalam berbagai konteks. terdapat beberapa alasan untuk memodelkan performa manusia dalam hal ini:

a. Untuk menguji teori psikologis dari performa manusia

b. Untuk membuat komputer dapat memahami penalaran (reasoning) manusia

c. Untuk membuat manusia dapat memahami penalaran komputer

d. Untuk mengeksploitasi pengetahuan apa yang dapat diambil dari manusia

Tujuan dari Kecerdasan Buatan. (Winston dan Prendergast, 1984)

a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.

b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.

c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

kecerdasan adalah kemampuan untuk mengerti/memahami (The faculty of understanding). Perilaku cerdas dapat ditandai dengan:

a. Belajar atau mengerti dari pengalaman

b. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif

c. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)

d. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif

e. Berurusan dengan situasi yang membingungkan

f. Memahami dengan cara biasa/rasional

g. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan

h. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

Sebuah ujian yang dapat dilakukan untuk menentukan apakah sebuah komputer/ mesin menunjukkan perilaku cerdas didesain oleh Alan Turing. Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah.

Perangkat lunak AI berbasis representasi serta manipulasi simbolik.. Kemudian beberapa proses dapat digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut untuk menghasilkan nasehat atau rekomendasi untuk penyelesaian suatu masalah. Perbedaan dasar antara AI dengan program komputer konvensional diberikan dalam Tabel I-1.

Tabel I-1. Perbandingan antara AI dan Program Konvensional Aspek

AI

Program konvensional

Pemrosesan Sebagian besar simbolik Algoritmik
Input Tidak harus lengkap Harus lengkap
Pendekatan pencarian Sebagian besar heuristik Algoritma
Penjelasan/eksplanasi Tersedia Biasanya tidak tersedia
Fokus Pengetahuan Data
Pemeliharaan & peningkatan Relatif mudah Biasanya sulit
Kemampuan berpikir secara logis Ada Tidak

Cabang Kecerdasan Buatan

 

Pencarian, Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.

Perencanaan, Program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi

Epistemologi, yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.

 

Sedangkan sistem cerdas yang banyak dikembangkan saat ini adalah:

Sistem Pakar (Expert Systemi), yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), yang memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Bidang ini dibagi 2 lagi:

a. Pemahaman bahasa alami,

b. Pembangkitan bahasa alami,

Pemahaman Ucapan/Suara (Speech/Voice Understanding), adalah teknik agar komputer dapat mengenali dan memahami bahasa ucapan. Proses ini mengijinkan seseorang berkomunikasi dengan komputer dengan cara berbicara kepadanya.

            Sistem Sensor dan Robotika. Sistem sensor, seperti sistem visi dan pencitraan, serta sistem pengolahan sinyal, merupakan bagian dari robotika. Sebuah robot, yaitu perangkat elektromekanik yang diprogram untuk melakukan tugas manual, tidak semuanya merupakan bagian dari AI. Robot yang hanya melakukan aksi yang telah diprogramkan dikatakan sebagai robot bodoh yang tidak lebih pintar dari lift. Robot yang cerdas biasanya mempunyai perangkat sensor, seperti kamera, yang mengumpulkan informasi mengenai operasi dan lingkungannya. Kemudian bagian AI robot tersebut menerjemahkan informasi tadi dan merespon serta beradaptasi jika terjadi perubahan lingkungan.

Komputer Visi, merupakan kombinasi dari pencitraan, pengolahan citra, pengenalan pola serta proses pengambilan keputusan. Tujuan komputer visi adalah untuk menerjemahkan suatu pemandangan.

Intelligent Tutoring/Intelligent Computer-Aided Instruction, adalah komputer yang mengajari manusia. Belajar melalui komputer sudah lama digunakab, namun dengan menambahkan aspek kecerdasan di dalamnya, dapat tercipta komputer “guru” yang dapat mengatur teknik pengajarannya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan “murid” secara individiual..

Mesin Belajar (Machine Learning), yang berhubungan dengan sekumpulan metode untuk mencoba mengajari/melatih komputer untuk memecahkan masalah atau mendukung usaha pemecahan masalah dengan menganalisa kasus-kasus yang telah terjadi.

Sistem Pakar

Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa Sistem Pakar malahan terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia.

Kelebihan Sistem Pakar

  1. Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
  2. Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
  3. Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas.
  4. Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.
  5. Memudahkan akses ke pengetahuan.
  6. Handal.
  7. Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi.
  8. Mampu menyediakan pelatihan
  9. Fleksibel.

Keterbatasan Sistem Pakar

Metodologi Sistem Pakar yang ada tidak selalu mudah, sederhana dan efektif. Berikut adalah keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:

  1. Pengetahuan yang hendak diambil tidak selalu tersedia.
  2. Kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia.
  3. Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
  4.  sulit bagi seorang pakar untuk mengabstraksi
  5. Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan untuk mencek apakah kesimpulan mereka benar dan masuk akal.
  6. Istilah dan jargon yang dipakai oleh pakar dalam mengekspresikan fakta seringkali terbatas dan tidak mudah dimengerti oleh orang lain.
  7. Pengembangan Sistem Pakar seringkali membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka dan mahal.
  8. Kurangnya rasa percaya pengguna menghalangi pemakaian Sistem Pakar.
  9. Transfer pengetahuan dapat bersifat subyektif dan bias.

(Achmad : 2006)

Secara umum, Sistem Pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masing-masing berhubungan seperti terlihat pada Gambar 2.1

Basis Pengetahuan, berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar:

  1. Fakta, misalnya: situasi, kondisi, dan kenyataan dari permasalahan yang ada, serta teori dalam bidang itu
  2. Aturan, yang mengarahkan penggunaan pengetahuan untuk memecahkan masalah yang spesifik dalam bidang yang khusus

Mesin Inferensi (Inference Engine), merupakan otak dari Sistem Pakar. Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Kerja mesin inferensi meliputi:

  1. Menentukan aturan mana akan dipakai
  2. Menyajikan pertanyaan kepada pemakai, ketika diperlukan.
  3. Menambahkan jawaban ke dalam memori Sistem Pakar.
  4. Menyimpulkan fakta baru dari sebuah aturan
  5. Menambahkan fakta tadi ke dalam memori.

 

Gambar 2.1. Struktur Skematis Sistem Pakar

Sumber (Achmad : 2006)

 

Papan Tulis (Blackboard/Workplace), adalah memori/lokasi untuk bekerja dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data.

Antarmuka Pemakai (User Interface). Sistem Pakar mengatur komunikasi antara pengguna dan komputer (voice communication).

Subsistem Penjelasan (Explanation Facility). Kemampuan untuk menjejak (tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat penting untuk transfer pengetahuan dan pemecahan masalah.

Sistem Penghalusan Pengetahuan (Knowledge Refining System).

Seorang pakar mempunyai sistem penghalusan pengetahuan, artinya, mereka bisa menganalisa sendiri performa mereka, belajar dari pengalaman

Inferensi Pohon (Tree)

Inferensi tree adalah struktur flowchart yang menyerupai tree (pohon), di mana simpul internal menandakan suatu tes pada atribut, Seperti terlihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.2. Tipe Pohon Sumber (Turban : 2007)

Inferensi Perantaian Maju (Forward Chaining)

Pada sistem perantaian maju, fakta-fakta dalam dalam sistem disimpan dalam memori kerja dan secara kontinyu diperbarui. Kondisi biasanya berupa pola yang cocok dengan item yang ada di dalam memori kerja, sementara aksi biasanya berupa penambahan atau penghapusan item dalam memori kerja.

Aktivitas sistem dilakukan berdasarkan siklus mengenal-beraksi (recognise-act). Mula-mula, sistem mencari semua aturan yang kondisinya terdapat di memori kerja, kemudian memilih salah satunya dan menjalankan aksi yang bersesuaian dengan aturan tersebut.. Aksi tersebut menghasilkan memori kerja baru, dan siklus diulangi lagi sampai tidak ada aturan yang dapat dipicu (fire), atau goal (tujuan) yang dikehendaki sudah terpenuhi. (Achmad : 2006)

Yanuar Cristian D / E3211736

Nama : Yanuar Cristian Dinata

Nim : E3211736

 

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)

 

          Kecerdasan Buatan (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau AI) didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Namun menurt (Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) ada definisi lain, diantaranya yaitu :

a. Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dikerjakan

manusia (Rich, 1991)

b. Cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas (Setiawan, 1993)

c. Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas (Turing,

et. al, 1996)

Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Sedangkan (Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) berkata bahwa terdapat beberap alasan untuk memodelkan perfoma manusia, yaitu :

a. Untuk menguji teori psikologis dari performa manusia

b. Untuk membuat komputer dapat memahami penalaran (reasoning) manusia

c. Untuk membuat manusia dapat memahami penalaran komputer

d. Untuk mengeksploitasi pengetahuan apa yang dapat diambil dari manusia

Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. (Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) perilaku cerdas sendiri itu dapat ditandai dengan :

a. Belajar atau mengerti dari pengalaman

b. Memecahkan hal yang bersifat mendua atau kontradiktif

c. Merespon situasi baru dengan cepat (fleksibel)

d. Menggunakan alasan untuk memecahkan problem secara efektif

e. Berurusan dengan situasi yang membingungkan

f. Memahami dengan cara biasa/rasional

g. Menerapkan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan

h. Mengenali elemen penting pada suatu situasi

 

Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game. Namun menurut (Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) system AL memiliki cabang kecerdasan buatan, seperti :

Pencarian. Program AI seringkali harus mengevaluasi kemungkinan yang jumlahnya banyak sekali, misalnya kemungkinan langkah dalam permainan catur atau penyimpulan dari program untuk membuktikan suatu teori.

Pengenalan Pola.

Representasi, yakni bagaimana merepresentasikan/menuliskan fakta-fakta yang ada ke dalam simbul-simbul atau bahasa logika matematis.

Inferensi.

Pengetahuan dan penalaran yang masuk akal (common sense knowledge and reasoning).

Belajar dari pengalaman.

Perencanaan. Program perencanaan bermula dari fakta-fakta umum (terutama fakta mengenai efek dari suatu aksi), fakta tentang situasi yang khusus, dan suatu pernyataan tentang tujuan. Dari sini kemudian dibuat sebuah strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Secara umum, biasanya strategi tersebut berupa urut-urutan aksi.

Epistemologi, yakni studi tentang sumber, sifat, dan keterbatasan pengetahuan yang digunakan untuk pemecahan masalah.

Ontologi, ilmu tentang keberadaan dan realitas.

Heuristik, yaitu suatu cara atau teknik untuk mencoba menemukan suatu benda/ide.

Kecerdasan buatan’ ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya. Tidak ada definisi yang memuaskan untuk ‘kecerdasan’:

1. kecerdasan: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya, atau

2. kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah ‘Test Kecerdasan’

Faham Pemikiran

Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua faham pemikiran yaitu AI Konvensional dan Kecerdasan Komputasional (CI, Computational Intelligence). AI konvensional kebanyakan melibatkan metoda-metoda yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik. Dikenal juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan AI cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence). Metoda-metodanya meliputi:

  • Sistem pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Menurut (Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) Sistem pakar adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
  • Petimbangan berdasar kasus
  • Jaringan Bayesian
  • AI berdasar tingkah laku: metoda modular pada pembentukan sistem AI secara manual

Kecerdasan komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran interaktif (misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis). Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan AI non-simbolis, AI yang tak teratur dan perhitungan lunak. Metoda-metoda pokoknya meliputi:

  • Jaringan Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat
  • Sistem Fuzzy: teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
  • Komputasi Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti populasi, mutasi dan “survival of the fittest” untuk menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik.

Metoda-metoda ini terutama dibagi menjadi algoritma evolusioner (misalnya algoritma genetik) dan kecerdasan berkelompok (misalnya algoritma semut). Dengan sistem cerdas hibrid, percobaan-percobaan dibuat untuk menggabungkan kedua kelompok ini. Aturan inferensi pakar dapat dibangkitkan melalui jaringan syaraf atau aturan produksi dari pembelajaran statistik seperti dalam ACT-R. Sebuah pendekatan baru yang menjanjikan disebutkan bahwa penguatan kecerdasan mencoba untuk mencapai kecerdasan buatan dalam proses pengembangan evolusioner sebagai efek samping dari penguatan kecerdasan manusia melalui teknologi.

 

Tri Agus N.S.B / E3211701

Nama : Tri Agus Nuryan S.B

NIM : E3211701

 

 

Kecerdasan Buatan semakin berkembang, karena muncul berbagai pemikiran untuk mempergunakan komputer sebagai model bagaimana cara berfikir manusia.  selain dari pemikiran itu juga sangat penting adanya landasan dasar dari kecerdasan buatan  yaitu ” Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital “,

(Achmad, 2006 : 1)

 

Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha / kemampuan untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit.

Ide dasarnya adalah : kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya. Sistem Pakar malahan terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia. (Achmad, 2006 : 7)

Mesin Inferensi (Inference Engine), merupakan otak dari Sistem Pakar. Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Komponen ini berupa program komputer yang menyediakan suatu metodologi untuk memikirkan (reasoning) dan memformulasi kesimpulan (Achmad, 2006 : 9)

Novandy A.P / E3211750

Nama : Novandy Arindras P.

Nim : E3211750

 

Kecerdasan Buatan

 

Di abad 20, seorang penemu dari Spanyol, Torres y Quevedo, membuat sebuah mesin yang dapat men’skak-mat’ raja lawannya dengan sebuah ratu dan raja. Program komputer konvensional prosesnya berbasis algoritma, yakni formula matematis atau prosedur sekuensial yang mengarah kepada suatu solusi. Algoritma tersebut dikonversi ke program komputer yang memberitahu komputer secara pasti instruksi apa yang harus dikerjakan. Algoritma yang dipakai kemudian menggunakan data seperti angka, huruf, atau kata untuk menyelesaikan masalah. (Achmad : 2006)

 

Sistem Pakar (Expert Systemi), yaitu program konsultasi (advisory) yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar/ahli dalam memecahkan masalah yang rumit. Sistem Pakar merupakan aplikasi AI yang paling banyak. Lebih detil tentang Sistem Pakar akan diberikan dalam bab berikutnya.

Pemrosesan Bahasa Alami (Natural Language Processing), yang memberi kemampuan pengguna komputer untuk berkomunikasi dengan komputer dalam bahasa mereka sendiri (bahasa manusia). Sehingga komunikasi dapat dilakukan dengan cara percakapan alih-alih menggunakan perintah yang biasa digunakan dalam bahasa komputer biasa. Bidang ini dibagi 2 lagi:

a. Pemahaman bahasa alami, yang mempelajari metode yang memungkinkan komputer mengerti perintah yang diberikan dalam bahasa manusia biasa. Dengan kata lain, komputer dapat memahami manusia.

b. Pembangkitan bahasa alami, sering disebut juga sintesa suara, yang membuat komputer dapat membangkitkan bahasa manusia biasa sehingga manusia dapat memahami komputer secara mudah. (Achmad : 2006)

 

Menurut Winston dan Prendergast (1984), tujuan dari Kecerdasan Buatan adalah:

a. Membuat mesin menjadi lebih pintar.

b. Memahami apakah kecerdasan (intelligence) itu.

c. Membuat mesin menjadi lebih berguna.

Nicko Januar M / E3211711

Nama : Nicko Januar Muslim

Nim : E3211711

 

Pengertian Kecerdasan Buatan

 (Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Menurut (Ir. Balza Acmad, M.Sc.E, 2006) Kecerdasan Buatan yaitu Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital. Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan. AI biasanya dihubungkan dengan Ilmu Komputer, akan tetapi juga terkait erat dengan bidang lain seperti Matematika, Psikologi, Pengamatan, Biologi, Filosofi, dan yang lainnya. Kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dari semua  bidang ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi kemajuan dalam upaya menciptakan suatu kecerdasan buatan.

Pengertian lain dari kecerdasan buatan adalah bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. (Ir. Balza Acmad, M.Sc.E, 2006) menjelaskan bahwa Suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan oleh manusia akan disebut cerdas.

Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. (Ir. Balza Acmad, M.Sc.E, 2006) menjelaskan bahwa Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia dan cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.

Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman Pengetahuan diperoleh dari belajar. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namu bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian pula dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer juga harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar. Untuk itu AI akan mencoba untuk memberikan beberapa metoda untuk membekali komputer dengan kedua komponen tersebut agar komputer bisa menjadi mesin pintar.

Lingkup utama kecerdasan buatan:

  1. System pakar. Komputer digunakan sebagai saran untuk menyimpan pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan masalah dengan meniru keahlian yang dimiliki para pakar. (Ir. Balza Acmad, M.Sc.E, 2006) menjelaskan bahwa system pakar yaituprogram konsultasi yang mencoba menirukan proses penalaran seorang pakar dalam memecahkan masalah yang rumit, system pakar merupakan aplikasi AI yang paling banyak.
  2. Pengolahan bahasa alami. Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user mampu berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
  3. Pengenalan ucapan. Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia mampu berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara.
  4. Robotika dan Sistem sensor
  5. Computer vision, mencoba untuk dapat mengintrepetasikan gambar atau objek-objek tampak melalui komputer
  6. Intelligent Computer aid Instruction. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar

Keuntungan Kecerdasan Buatan :

  1. Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
  2. Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain
  3. Kecerdasan buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
  4. Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
  5. Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
  6. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami
  7. Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami.

Keuntungan kecerdasan alami:

  1. Kreatif. Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun
  2. Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik
  3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.

Beberapa program AI (1956 – 1966)

-Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, dapat membuktikan teorema-teorema matematika •Sad Sam (Robert K Lindsay – 1960), dapat mengetahui kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban berdasarkan fakta yang didengar dalam sebuah percakapan •

-ELIZA diprogram Joseph Weizenbaum (1967), mampu memberi terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. (Ir. Balza Acmad, M.Sc.E, 2006) menjelaskan bahwa Eliza adalah salah satu system pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah program computer terapis yang dibuat oleh joseph weizenbaum di MIT. Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.

 

Moh. Nurhasim / E3211977

Nama : Moh. Nurhasim

Nim : E3211977

 

Definisi Kecerdasan Buatan

Di dalam ilmu komputer, banyak ahli yang berkonsentrasi pada pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence banyak implementasi kecerdasan buatan dalam bidang komputer, antara lain adalah Decision Support System (Sistem Pendukung Keputusan), Robotic, Natural Language (Bahasa Alami), Neural Network (Jaringan Saraf) dan lain-lain.

Kecerdasan buatan adalah Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia (Rich, 1991). Sedangkan menurut (Ir. Balza Achmad, M.Sc.E, 2006) Kecerdasan Buatan adalah Mekanisme berfikir manusia dapat secara tepat dimodelkan dan disimulasikan pada komputer digital.

 

Kebanyakan ahli setuju bahwa Kecerdasan Buatan berhubungan dengan 2 ide dasar. Pertama, menyangkut studi proses berfikir manusia, dan kedua, berhubungan dengan merepresentasikan proses tersebut melalui mesin (Ir.Balza achmad, M.Sc.E,2006

 

Contoh bidang lain pengembangan kecerdasan buatan adalah sistem pakar yang menggabungkan pengetahuan dan penelusuran data untuk memecahkan masalah yang secara normal memerlukan keahlian manusia. Tujuan dari pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

 

Post Navigation