Tugas Denny Trias Weblog

Kerjakan dengan sungguh-sungguh, bagikan ilmu dengan ikhlas, nanti Allah akan menambahkan keberkahan

Archive for the category “Tugas 3”

PRODI MIF A_SMT 4

NAMA : AULIA UWAYS AL QORNI

NIM : e3110123

PRODI : MIF – A

1. Keuntungan menggunakan database terdistribusi dan terrealisasi adalah sebagai berikut:

a. Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

b. Penggunaan bersama dan lokal otonomi, maksudnya Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya.

c. Keberadaan data yang ditingkatkan, maksudnya rusaknya data pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak membuat operasional DBMS tidak dapat dijalankan.

d. Keandalan yang ditingkatkan, maksudnya Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga.

e. Kinerja yang ditingkatkan, maksudnya Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna.

f. Ekonomi, maksudnya Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer di hitung menurut biaya yang dihabiskan dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik.

g. Perkembangan modular, maksudnya Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site yang ada.

Sumber: irmarr.staff.gunadarma.ac.id/…/BAB+1+DDBMS+Konsep+dan+Desig…

2. Gambar Arsitek Client-Server dan Collaboration System

clip_image002[20]Client-Server:

clip_image003[4]

Gambar arsitek Client Gambar arsitek Server

clip_image005[6]Collaboration System:

Sumber :

http://asep10106240.wordpress.com/2009/12/04/arsitektur-client-server/

http://devy-udin.web.ugm.ac.id/?p=64

http://mti.ugm.ac.id/~yudhistira/ResourceMTI/Tutorial/Cawu01/Database%20System/db-12.ppt

https://informatikast.wordpress.com/2012/04/16/arsitektur-client-system-collaboration-system-dan-middleware-system/

3.

a. Jika suatu transaksi melibatkan aktivitas pada tempat yang berbeda, maka
memanggil aktivitas sub transaksi.

b. Pada DBMS terdistribusi, manajemen lock berupa lokasi sentral, primary copy
atau terdistribusi penuh. Deteksi deadlock pada system terdistribusi dibutuhkan.

c. Pemulihan pada DBMS terdistribusi dilakukan menggunakan commit protocol
yang mengkoordinasi aktivitas pada tempat yang berbeda yang dilibatkan pada
transaksi. Pada Two-Phase Commit, setiap transaksi didesain oleh tempat
coordinator. Sub transaksi dieksekusi pada tempat sub ordinat. Protokol
menjamin bahwa perubahan dibuat oleh beberapa transaksi dapat dipulihkan. Jika
tempat coordinator bertabrakan, sub ordinat di blok, dan sub ordinat harus
menunggu coordinator pulih.

Sumber: http://dtheablog.blogspot.com/p/basis-data-terdistribusi.html

4. Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan:

Fragmentasi: disimpan ditempat yang tepat / tupel relasi karena berisi sejumlah informasi.

Replikasi: Replikasi pada relasi disebut replikasi penuh bila relasi tersebut disimpan pada semua situs.

Sumber: http://ratna-punya-blog.blogspot.com/2011/02/fragmentasi-alokasi-dan-replikasi.html

5. Perbedaan antara replikasi shynchronous dan ashynchronous:

1. Replikasi Synchronous: Proses dilakukan secara real-time antara master dengan slave. Keseluruhan proses penulisan pada disk master dan slave harus selesai terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi selanjutnya. Kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan (kecepatan & jarak antar site/node) Keuntungannya : menyediakan recovery yang konsisten karena sinkronisasi data terjaga.

2. Replikasi Asynchronous: Proses replikasi terjadi setelah transaksi di master selesai. Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave. Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan.

Keuntungan : efektifitas biaya proses transaksi

Sumber: http://www.undiksha.ac.id/e-learning/staff/mhsfiles/4/0705021025-3.txt

6. Definisi distributed data independence: Data Independence / Program Aplikasi sama sekali tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada data, begitu juga sebaliknya.

Sumber: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=definisi%20distributed%20data%20independence&source=web&cd=1&sqi=2&ved=0CFsQFjAA&url=http%3A%2F%2Felista.akprind.ac.id%2Fstaff%2Fcatur%2FBasisdata%2520Tersebar%2FAdditional%2FBasisdata%2520tersebar.doc&ei=giyxT8HeMYTJrAfalcGUBA&usg=AFQjCNG360B6oZjjAGOO8_wjGKey9HcSgw&cad=rja

7. Teknik voting dan read-one write-all:

a) teknik voting

Transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

b) read-one write-all

penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchrounous replication diimplementasikan khususnyajelaskan maksud capture dan apply?

Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelum semua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek. Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu Primary Site dan Peer to Peer replication.

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

9. Perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture:

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

10. Pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi

Karena nama-nama unik ini untuk mengidentifikasi sebuah database dalam sistem tersebut.

Iklan

PRODI MIF A_SMT 4

Nama              : Andi Haryadi

NIM                 : E3110080

Prody              : MIF IV-A

 

  1. 1.      Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

–          Keuntungan :

  1. Penggunaan Data Bersama
  2. Mengurangi Kerangkapan Data
  3. Menghindari Ketidakkonsistenan Data
  4. Integritas Data Terpelihara
  5. Keamanan Terjamin
  6. Kebutuhan User Yang Kompleks Dapat Teratasi
  7. Pelaksanaan Standarisasi
  8. Meningkatkan Produktivitas
  9. Layanan Back up dan Recovery Semakin Baik

 

–          Kerugian

  1. Rumit

Karena penetapan fungsi dari DBMS yang baik, menyebabkan DBMS menjadi software yang cukup rumit. Seluruh user harus mengetahui fungsi-fungsi yang ada dengan baik, sehingga dapat memperoleh manfaatnya.

  1. Ukuran

Kerumitan dan banyaknya fungsi yang ada menyebabkan DBMS memerlukan banyak software pendukung yang mengakibatkan penambahan tempat penyimpanan dan memory.

  1. Biaya DBMS
  2. Biaya Tambahan Hardware
  3. Biaya Konversi
  4. Performance

Pada dasarnya DBMS dibuat untuk menyediakan banyak aplikasi, akibatnya mungkin beberapa aplikasi akan berjalan tidak seperti biasanya.

  1. Resiko Kegagalan

Karena system yang terpusat, jika seluruh user dan aplikasi terakses dari DBMS maka kerusakan pada bagian manapun dari system, akan menyebabkan operasi terhenti.

 

  1. 2.        Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server

 

   Client – server                                                              colaboration – server

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi!

Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi local. Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua property tersebut harus mendukung system secara efisien. Untuk system terdistribusi yang bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

 

  1. 4.        Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan!

–          Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari   sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

–          Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

 

  1. 5.        Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

Replikasi Synchronous

  • Proses dilakukan secara real-time antara master dengan slave
  • Keseluruhan proses penulisan pada disk master dan slave harus selesai terlebih dahulu sebelum beranjak ke transaksi selanjutnya.
  • Kebutuhan akan performansi sistem yang tinggi harus dipertimbangkan kecepatan & jarak antar site/node)
  • Keuntungannya : menyediakan recovery yang konsisten karena sinkronisasi data terjaga.

Replikasi Asynchronous

  • Proses replikasi terjadi setelah transaksi di master selesai.
  • Pertukaran data secara buffering, data akan diletakkan dalam sebuah buffer terlebih dahulu, kemudian pada jangka waktu tertentu akan direplikasi ke disk slave.
  • Tidak menjamin kesinkronan data apabila salah satu site/node mengalami crash saat replikasi belum selesai dilaksanakan.
  • Keuntungan : efektifitas biaya proses transaksi

 

  1. 6.        Definisikan distributed data independence

Data independence yaitu pemisahan atas definisi data dan organisasi dari aplikasi user. Dalam arti, user tidak dapat mengganti definisi data dan organisasi. Ada dua macam data independence yaitu logical data independence ( user tidak dapat mengganti struktur logika dalam basis data )dan physical data independence ( menyembunyikan perincian struktur penyimpanan data secara fisik dari aplikasi user )

  1. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi synchronous ?

Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa. Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting.

 

  1. 8.        Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan. Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply!

Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

  • Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.
  • Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi.

 

 

  1. 9.        Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?
  • Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan.
  • Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

 

  1. 10.    Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

 

PRODI MIF A_SMT 4

Andaka Mahardika

E3110074 / MIF – A

 

  1. Apkah keuntungan DBMS terdistribusi d bandingkan dgn DBMS tersentralisasi

• Secara alami mengikuti struktur organisasi

• Adanya otonomi lokal

• Sifatnya dapat dipakai secara bersama

• Peningkatan ketersediaan

• Peningkatan kehandalan

• Peningkatan kinerja

• Ekonomis

 

  1. Gambarkan arsitektur client server dan collaboration server

Collaboration Server

 

  1. Pada arsitektur collaboration server jika suatu transaksi dikirim ke DBMS akan

digambarkan bagaimana aktivtas yg berbeda d koordinasi. Secara khusus gmbarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic transaksi terdistribusi

  1. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan

 

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat.   Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal.  Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal.  Pada fragmentasi vertikal, setiap  fragment  terdiri  dari  sebuah  subset  kolom  dari  relasi  asal.

 

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi.   Keseluruan  relasi dapat direplikasi  pada satu atau lebih tempat.

 

  1. Apakah perbedaan antra replikasi syncronous dan asyncronous

Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen) harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit.   Distribusi data dibuat transparan ke pemakai.

Asynchronous  Replication  : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi  hanya diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi.   User harus waspada pada distribusi data.

 

  1. Definisikan distibuted data independence

Pada Distributed Data Independence, data disebarkan dan disimpan dalam beberapa lokasi dan pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada. Program Aplikasi sama sekali tidak terpengaruh oleh perubahan yang terjadi pada data, begitu juga sebaliknya.

 

 

  1. Bagamnana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi

syncronous

Voting  : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk  memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu.  Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan.  Setiap copy mempunyai nomor versi.  Teknik ini biasanya tidak atraktif  karena pembacaan adalah hal yang biasa.

 

Read-one Write-all:     penulisan  lebih  lambah  dan  pembacaan  lebih  cepat daripada  teknik  Voting.             Teknik  ini  banyak  digunakan  pada  synchronous replication

 

  1. Berikan penjelasan bagaimana syncronous replication diimplementasikan. Khususnya

jelaskan maksud capture dan apply

 

Pada pengimplementasikan   primary   site   replication   adalah menentukan barapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder. Perubahan biasanya  dipropaganda  dalam  dua  langkah  yaitu  Capture  dan  Apply. Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply. Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy.  Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika  hal  ini  terjadi,  replica  terdiri  dari  pengubahan  pandangan  material  yang  naik sebagai perubahan relasi. Log-Based  Capter  ditambah  Apply  yang  terus-menerus  akan  meminimalkan delay  pada propaganda perubahan.   Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

 

  1. Apakah perbedaan antara log-based dan prosedural untuk implementasi capture

Log-Based     Capture    :    log    (menyimpan     recovery)    digunakan     untuk membangkitkan  Change Data Table (CDT).   Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir   ditulis   ke  disk,  harus   menghapus   perubaan   ke  subsequent   yang dihentikan transaksi.

Procedural Capture:  suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture.

 

Implementasi  capture dengan Log-Based  Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

 

  1. Mengapa pemberian nama unik pada objek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Karena pada DBMS terdistribusi, suatu relasi difragmentasi dan direplikasi pada beberapa tempat.   Dalam fragmentasi horizontal, setiap partisi terdiri dari himpunan baris dari relasi asal.   Dalam fragmentasi vertika, setiap partisi terdiri dari himpunan kolom pada relasi asal.   Pada replikasi, disimpan beberapa copy dari relasi atau suatu partisi pada beberapa tempat. Jika suatu relasi difragmen dan direplika, setiap partisi memerlukan nama global yang unik yang disebut relation name. Sehingga pemberian nama unik akan lebih kompleks pada DBMS terdistribusi.

 

 

PRODI MIF A_SMT 4

AKBAR RAHMATULLAH

E3110057 / MIF gol. A

 

SOAL dan JAWABAN !!!!!!!

 

  1. 1.      Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

Jawab:

Proses pemulihan pada DBMS terdistribusi lebih kompleks daripada pada DBMS

tersentralisasi karena sebab berikut :

  • · Terjadi kegagalan yang baru, misalnya saluran komunikasi dan remote site.
  • · Jika sub transaksi dari suatu transaksi mengeksekusi tempat yang berbeda,

semua atau tidak ada yang harus commit. Hal ini memerlukan commit protocol

untuk menangani hal tersebut.

Suatu log ditangani pada setiap tempat, sebagaimana pada DBMS tersentralisasi

dan aksi commit protocol ditambahkan pada log.

 

  1. 2.      Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.

Jawab:

Gambar arsitektur Client-Server                       Gambar arsitektur Collaboration-Server

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 3.      Pada arsitektur collaboration server,jika suatu transaksi dikirim ke DBMS,akan digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi.Secara khusus,gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda,konsep atomic transaksi terdistribusi.

Jawab:

Transaksi terdistribusi yang atomic : pemakai dapat menulis transaksi yang

mengakses dan mengubah data pada beberapa tempat seperti mengakses transaksi

local.

Untuk trend basis data terdistribusi saat ini, pemakai harus mengetahui dimana

data ditempatkan, juga harus mengetahui dimana system yang tidak mendukung

independensi data terdistribusi dan transaksi terdistribusi atomic. Kedua property

tersebut harus mendukung system secara efisien. Untuk system terdistribusi yang

bersifat global, properti-properti tersebut kemungkinan tidak tepat karena adanya

administrasi yang terlalu berlebihan dalam membuat lokasi data yang transparan.

 

 

  1. 4.      Definisikan fragmentasi dan repkasi dalam hal dimana data disimpan.

Jawab :

  • Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

  • Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi

pada semua tempat.

 

  1. 5.      Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous?

Jawab:

  • · Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

  • · Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data.

 

  1. 6.      Definisikan distributed data independence

Jawab :

distributed data independence  pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

 

  1. 7.      Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi synchronous?

Jawab :

Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah

obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan

dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini

biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

Read-any Write-all: penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat

daripada teknik Voting.

 

  1. 8.      Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan.Khususnya,jelaskan maksud capture dan aplly.

Jawab :

Mengimplementasikan Langkah Capture

Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu

Log-Based Capture dan Procedureal Capture.

  • · Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk

membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log

terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang

dihentikan transaksi.

  • · Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger)

mengerjakan capture.

Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan

lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Mengimplementasikan Langkah Apply

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan

ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi.

Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik

sebagai perubahan relasi.

 

  1. 9.      Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

Jawab :

  • Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan

delay pada propaganda perubahan.

  • Procedureal Capture ditambah application-driven Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

 

  1. 10.  Mengapa pemberian nama unik pada objek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi?

Jawab :

Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id

tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi

asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan

ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

 

 

 

 

 

 

PRODI MIF A_SMT 4

Nama : Ahmad Wahyudi

NIM    :E3110050 / A

Tugas  : SBDT

 

 

  1. Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi?

 

  • Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di  lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

 

  • Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan  dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai  kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan  memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua system

.

  • Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak  membuat operasional DBMS  tidak dapat dijalankan.

 

  • Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

 

  • Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

 

  • Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer  di   hitung    menurut    biaya  yang   dihabiskan  dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

 

  • Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site  yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

 

  1. Gambarkan arsitektur Client-Server dan Collaboration-Server.
  • Client-Server :

 

 

  • Collaboration-Server:

 

 

  1. Pada arsitektur collaboration server, jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan

digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara

khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda, konsep atomic

transaksi terdistribusi.

 

 

  1. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan.

 

  • Ø Fragmentasi

Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil

dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi,

fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap

fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal,

setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal.

 

  • Ø Replikasi

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen

relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai

contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya

satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

 

  1. Apakah perbedaan antara replikasi synchronous dan asynchronous ?

 

  • Synchronous Replication : semua copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit. Distribusi data dibuat

transparan ke pemakai.

 

  • Asynchronous Replication : Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik, copy yang berbeda akan keluar dari sinkronisasi. User

harus waspada pada distribusi data. Produk saat ini mengikuti pendekatan ini.

 

  1. Definisikan distributed data independence.

 

Independensi data terdistribusi : pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

  1. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplementasikan pada replikasi

synchronous ?

 

  • Voting : transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah
  • obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknyasatu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

 

  • Read-any Write-all: penulisan lebih lamban dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication

 

  1. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan.

Khususnya, jelaskan maksud capture dan apply.

menentukan berapa banyak perubahan ke primary copy dipropaganda ke copy sekunder.

Perubahan biasanya dipropaganda dalam dua langkah yaitu Capture dan Apply. Perubahan dibuat dengan transaksi commit ke primary copy yang diidentifikasi selama langkah Capture dan dipropaganda ke copy sekunder selama langkah Apply.

 

  • Capture adalah suatu langkah yang dilakukan untuk membangkitkan suatu fungsi didalam implementasi asynchronous replication.

 

  • Apply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses

 

  1. Apakah perbedaan antara log-based dan procedureal untuk implementasi capture?

 

  • Ø Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.
  • Ø Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan Capture

 

  1. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

Karena DBMS terdistribusi memiliki Manajemen Katalog Terdistribusi sehingga Menyimpan data terdistribusi pada beberapa tempat dapat menjadi sangat kompleks.

PRODI MIF A_SMT 4

Nama  : Ahmad Madani

NIM     : E3110041

Sistem Basis Data Terdistribusi

 

Soal :

1. Apakah keuntungan DBMS terdistribusi dibandingkan dengan DBMS tersentralisasi ?

2. Gambarkan arsitektur client-server & collaboration server !

3. Pada arsitektur collaboration server. Jika suatu transaksi dikirim ke DBMS, akan digambarkan bagaimana aktivitas tempat yang berbeda dikoordinasi. Secara khusus, gambarkan aturan manager transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi !

4. Definisikan fragmentasi dan replikasi dalam hal dimana data disimpan !

5. Apakah perbedaan antara replikasi shynchronous dan ashynchronous ?

6. Definisikan distributed data independence !

7. Bagaimana teknik voting dan read-one write-all diimplimentasikan pada replikasi synchronous ?

8. Berikan penjelasan bagaimana asynchronous replication diimplementasikan. Khususnya, jelaskan

maksud capture apply.

9. Apakah perbedaan antara log-based dan procedural untuk implementasi caputure ?

10. Mengapa pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdistribusi ?

 

Jawab :

  1. a) Merefleksikan pada bentuk dari struktur organisasinya

Ada suatu organisasi yang memiliki sub organisasi di  lokasi yang tersebar di beberapa tempat,.sehingga basis data yang digunakan pun tersebar sesuai lokasi dari sub organisasi berada.

b) Penggunaan bersama dan lokal otonomi

Distribusi secara geografis dari sebuah organisasi dapat terlihat dari data terdistribusinya, pengguna pada masing-masing site dapat mengakses data yang disimpan pada site yang lain. Data dapat dialokasikan  dekat dengan pengguna yang biasa menggunakannya pada sebuah site, sehingga pengguna mempunyai  kontrol terhadap data dan mereka dapat secara konsekuen memperbaharui dan  memiliki kebijakkan untuk data tersebut. DBA global mempunyai tanggung jawab untuk semua sistem. Umumnya sebagian dari tanggung jawab tersebut di serahkan kepada tingkat lokal, sehingga DBA lokal dapat mengatur lokal DBMS secara otonomi.

c) Keberadaan data yang ditingkatkan

Pada DBMS yang tersentralisasi kegagalan pada suatu site akan mematikan seluruh operasional DBMS. Namun pada DDBMS kegagalan pada salah satu site, atau kegagalan pada hubungan komunikasi dapat membuat beberapa site tidak dapat di akses, tetapi tidak  membuat operasional DBMS  tidak dapat dijalankan.

d) Keandalan yang ditingkatkan

Sebuah basis data dapat di replikasi ke dalam beberapa fragmen sehingga keberadaanya dapat di simpan di beberapa lokasi juga. Jika terjadi kegagalan dalam pengaksesan data pada suatu site di karenakan jaringan komunikasi terputus maka site yang ingin mengakses data tersebut dapat mengakses pada site yang tidak mengalami kerusakan.

e) Kinerja yang ditingkatkan

Sebuah data ditempatkan pada suatu site dimana data tersebut banyak di akses oleh pengguna, dan hal ini mempunyai dampak yang baik untuk paralel DBMS yaitu memiliki kecepatan dalam pengkasesan data yang lebih baik dibandingkan dengan basis data tersentralisasi Selanjutnya, sejak masing-masing site hanya menangani sebagian dari seluruh basis data , mengakibakan perbedaan pada pelayanan CPU dan I/O seperti yang di karakteristikan pada DBMS tersentralisasi.

f) Ekonomi

Grosch’s Law menyatakan daya listrik dari sebuah komputer  di   hitung    menurut    biaya  yang   dihabiskan   dari penggunaan peralatannya, tiga kali biaya peralatan, 9 kali nya dari daya listrik . Sehingga lebih murah jika membuat sebuah sistem yang terdiri dari beberapa mini komputer yang mempunyai daya yang sama jika dibandingkan dengan memiliki satu buah super komputer. Oleh karena itu lebih efektif untuk menambah beberapa workstation untuk sebuah jaringan dibandingkan dengan memperbaharui sistem mainframe. Potensi yang juga menekan biaya yaitu menginstall aplikasi dan menyimpan basis data yang diperlukan secara geografi sehingga mempermudah operasional pada setiap situs.

g) Perkembangan modular

Di dalam lingkungan terdistribusi, lebih mudah untuk menangani ekspansi . Site yang baru dapat di tambahkan ke suatu jaringan tanpa mempengaruhi operational dari site – site  yang ada. Penambahan ukuran basis data dapat di tangani dengan menambahkan pemrosesan dan daya tampung penyimpanan pada suatu jaringan. Pada DBMS yang tersentralisasi perkembangan akan di ikuti dengan mengubah perangkat keras dan perangkat lunak.

2.

3.      Aturan manager transaksi pada tempat berbeda konsep atomic transaksi terdistribusi:

a. Mengatur biaya komunikasi dengan menempatkan data di tempat yang seringdiakses.

b. Meningkatkan kehandalan dan juga keberadaan dari sistem.

c. Meningkatkan kapasitas sebuah sistem.

d. Menigkatkan kinerja sistem.

e. Memperbolehkan pengguna untuk mengontrol.

 

4.            Fragmentasi terdiri dari relasi yang dibagi ke relasi atau fragmen yang lebih kecil dan mengirim fragmen, pada beberapa tempat. Terdapat dua macam fragmentasi, fragmentasi horizontal dan fragmentasi vertikal. Pada fragmentasi horisontal, setiap fragmen terdiri dari sebuah subset baris dari relasi asal. Pada fragmentasi vertikal, setiap fragment terdiri dari sebuah subset kolom dari relasi asal. Fragmentasi vertikal : koleksi fragmen vertikal seharusnya dekomposisi lossless-join. Untuk menjamin fragmentasi vertikal lossless-join, sistem harus menyediakan id tupel yang unik untuk setiap tupel dalam relasi asli. Jika kita berpilir bahwa relasi asal sebagai field yang berisi tambahan tupel-id sebagai kunci, field ini ditambahkan ke setiap fragmen vertikal. Sehingga dekomposisi dijamin lossless-join.

Replikasi berarti bahwa kita menyimpan beberapa copy sebuah relasi atau fragmen relasi. Keseluruan relasi dapat direplikasi pada satu atau lebih tempat. Sebagai contoh, jika relasi R difragmentasi ke R1, R2 dan R3, kemungkinan terdapat hanya satu copy R1, dimana R2 adalah replikasi pada dua tempat lainnya dan R3 replikasi pada semua tempat.

 

5.       Perbedaan antara repliaksi synchronous dan asynchronous :

 

  Synchronous Asynchronous
Replikasi transaksi copy dari relasi yang dimodifikasi (fragmen)

harus diubah sebelum modifikasi transaksi commit

Copy dari sebuah relasi yang dimodifikasi hanya

diubah secara periodik

Teknik dasar –          voting

–          read-any and write-all

–          peer-to-peer replication

–          primary site replidation

 

 

6.      Distributed data independence adalah pemakai tidak perlu mengetahui dimana data berada

(merupakan pengembangan prinsip independensi data fisik dan logika).

 

7.      a) teknik voting

transaksi harus menulis mayoritas copy untuk memodifikasi sebuah obyek, harus membaca cukup copy untuk meyakinkan bahwa terlihat setidaknya satu dari copy saat itu. Misalnya terdapat 10 copy, 7 penulisan untuk perubahan dan 4 copy untuk pembacaan. Setiap copy mempunyai nomor versi. Teknik ini biasanya tidak atraktif karena pembacaan adalah hal yang biasa.

b) read-one write-all

penulisan lebih lambah dan pembacaan lebih cepat daripada teknik Voting. Teknik ini banyak digunakan pada synchronous replication.

 

8.            Asynchronous replication mengijinkan memodifikasi transaksi commit sebelumsemua copy diubah (dan pembaca tidak hanya melihat satu copy). Pemakai harus  waspada copy yang keluar dari sinkronisasi untuk suatu periode waktu yang pendek.Teknik asynchronous replication menggunakan dua pendekatan, yaitu PrimarySite dan Peer to Peer replication.

8.            Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

Proses Apply pada tempat sekunder secara periodic mengakibatkan perubahan ke table CDT dari primary site, dan mengubah copy. Periode didefinisikan oleh timer atau pemakai/aplikasi. Replika dapat dipandang lebih dari relasi yang dimodifikasi. Jika hal ini terjadi, replica terdiri dari pengubahan pandangan material yang naik sebagai perubahan relasi. Log-Based Capter ditambah Apply yang terus-menerus akan meminimalkan delay pada propaganda perubahan. Procedureal Capture ditambah application-drivenApply merupakan cara yang fleksibel untuk perubahan proses.

 

9.      Langkah Capture diimplementasikan dengan satu dari dua pendekatan, yaitu Log-Based Capture dan Procedureal Capture. Perbedaanya :

· Log-Based Capture : log (menyimpan recovery) digunakan untuk membangkitkan Change Data Table (CDT). Jika hal ini dikerjakan ketika log terakhir ditulis ke disk, harus menghapus perubaan ke subsequent yang dihentikan transaksi.

· Procedural Capture: suatu prosedur yang secara otomatis dibangkitkan (trigger) mengerjakan capture. Implementasi capture dengan Log-Based Capture lebih baik karena lebih murah dan lebih cepat tetapi harus memahami detail dari property log.

 

10.   Pemberian nama unik pada obyek basis data lebih kompleks pada DBMS terdisribusi agar tidak dapat mengidentifikasi database pada sistem tersebut.

 

 

Sumber :

http://lecturer.eepis-its.edu/~tessy/lecturenotes/db2/bab7.pdf

http://wantutrit.blogspot.com/view/classic

Post Navigation